Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Peristiwa

Yenny Wahid Ungkap Intrik Kudeta Cak Imin Saat Gus Dur Jadi Ketum Dewan Syuro PKB

Penulis : Mutmainah J - Editor : Nurlayla Ratri

05 - Sep - 2023, 18:43

Yenny Wahid. (Foto dari internet)
Yenny Wahid. (Foto dari internet)

JATIMTIMES - Putri Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Yenny Wahid menegaskan bahwa ayahnya dikudeta oleh Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) di Muktamar PKB Ancol 2008 silam.

Hal itu disampaikan Yenny menanggapi soal klaim Cak Imin yang membantah berkhianat terhadap Gus Dur. Cak Imin mengaku justru jadi korban kudeta saat diberhentikan sebagai Ketua Umum PKB kala itu.

Baca Juga : 24 Anak Yatim dan Kurang Mampu Terima Beasiswa Santri di Ponpes Tahfidz Qur'an Al-Furqon 

"Muktamar Ancol kurang apa terang benderangnya? Di situ Gus Dur diganti, di situ Gus Dur dikudeta. Kok masih klaim menyatakan sebaliknya. Dan itu jelas sekali dari awal menjadi problem besar bagi kami, karena Gus Dur dilengserkan dari Ketum Dewan Syuro [PKB]," kata Yenny di Kantor PBNU, Jakarta, Selasa (5/9).

Yenny kemudian menegaskan proses kudeta yang dilakukan Cak Imin di Muktamar PKB Ancol bukan terjadi di belakang layar, melainkan di hadapan publik secara luas.

Ia kemudian mengatakan publik sudah dewasa ketika menyikapi klaim Cak Imin tersebut. Masih banyak pula orang yang menyaksikan dinamika politik kala itu dan masih hidup saat ini.

"Ya ini kan terjadi bukan cuma di belakang layar, tapi Muktamar Ancol ini terjadi di depan publik. Jadi apapun terjadi di belakang layar, layar apa? Layar tancap? Jadi klaim seolah terjadi yang berbeda di belakang layar, enggak usah lihat yang di belakang layar, di depan layar saja," kata dia.

Yenny juga membantah pernyataan bila dirinya yang justru mengkudeta Cak Imin dari PKB. Ia mengatakan kala itu bukan siapa-siapa melainkan sekadar 'prajurit' Gus Dur. Yenny mengatakan kala itu menjadi saksi menyaksikan Gus Dur dikudeta Cak Imin.

"Gus Dur sampai mengeluarkan surat. Jadi saya rasa bukti-bukti formal ya menunjukkan bahwa memang telah terjadi pengkudetaan terhadap Gus Dur. Cak Imin boleh saja mengklaim, tapi sampai menjelang beliau wafat, bapak memang masih berwasiat, 'Cak Imin harus diganti'," kata dia.

Cak Imin sebelumnya membantah anggapan yang menyebut dirinya berkhianat terhadap Gus Dur di internal PKB. Cak Imin menilai narasi itu selalu berkembang setiap lima tahun saat pemilu.

Baca Juga : Demokrat Bingung Pilih Merapat ke PDIP atau Gerindra, Masa Lalu SBY-Megawati Jadi Sorotan

"Selalu muncul, setiap pemilu selalu dimunculkan, dibesarkan, tentu musiman lah saya bilang. Tetapi tuduhan saya berkhianat itu sama sekali tidak beralasan," kata Cak Imin dalam tayangan wawancara khusus bersama Mata Najwa, Senin (4/9).

Ia bahkan mengatakan ada narasi yang menyebut dirinya mengkudeta Gus Dur. Dia justru mengklaim menjadi korban kudeta saat diberhentikan sebagai Ketua Umum PKB.

"Bahkan ada yang bilang saya kudeta, yang benar adalah justru saya dikudeta, dikudeta oleh orang-orang yang kemudian Gus Dur memberhentikan saya," katanya.

Sebagai informasi tambahan, konflik internal PKB sempat terjadi antara barisan pendukung Gus Dur dan barisan pendukung Cak Imin di medio tahun 2008 lalu.

Konflik kedua kubu pun berujung gelaran Musyawarah Luar Biasa (MLB) oleh dua kubu. Kubu Gus Dur menggelar MLB di Pesantren Ashriyah Nurul Iman, Bogor pada 30 April-1 Mei 2008. Sementara barisan Cak Imin menggelar MLB di salah satu hotel kawasan Ancol pada 2-4 Mei 2008.


Topik

Peristiwa Yenny Wahid Cak Imin Gus Dur Kudeta PKB


Bagaimana Komentarmu ?


JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Tulungagung Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

Nurlayla Ratri