JATIMTIMES - Mantan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12, HM Jusuf Kalla dikenal sebagai pengusaha sukses. Di bawah kepemimpinannya, NV Hadji Kalla berkembang sukses di berbagai bidang.
Diketahui, Jusuf Kalla sebagai CEO NV Hadji Kalla memiliki beragam bidang bisnis. Mulai dari ekspor-impor, meluas ke bidang-bidang perhotelan, konstruksi, pejualan kendaraan, perkapalan, real estate, transportasi, peternakan udang, kelapa sawit, hingga telekomunikasi.
Baca Juga : Angin Duduk Ternyata Erat Kaitannya dengan Penyakit Jantung, Benarkah?
Di balik kesuksesannya sebagai wirausaha, Jusuf Kalla juga bercerita soal beberapa usahanya yang gagal. Seperti usaha di bidang barbershop hingga biro travel.
"Usaha yang paling kecil tukang cukur. Pernah saya punya, di Jalan Bakti Baru (Makassar) kan ada ruang kosong, kalau kita cukur dulu sering di jakarta cukur karena enak, pakai AC, pakai air panas. Disini (Makassar) handuknya kadang-kadang seminggu baru dicuci," kata JK-sapaan akrab HM Jusuf Kalla, dikutip TikTok @jejakjk, Kamis (3/8/2023).
"Nah, kita bikin sama Alwi Hamu, berlangsung hanya 1 tahun. Yang (bikin gagal) rusak (pada saat itu) The Beatles (populer) zamannya orang pada gondrong semua. Nggak cukur. Karena tidak cukur tutuplah itu. Yang kasihan orang Madura, karena ya bagi hasil dengan orang madura, kursinya kita impor yang bagus, segala macam seperti di Jakarta, jadi tutupnya bukan salah saya, akibat The Beatles itu gondrong," sambung cerita JK.
Sementara itu di bidang biro travel, JK juga mengaku rugi karena banyak yang tak bayar utang tiket. "Punya juga travel/biro. Rugi juga. Karena banyak kawan-kawan yang mau ke Jakarta, ambil tiket dulu, nanti bayar kalau pulang, ndak bayar-bayar. Tutup juga," cerita JK.
Lebih lanjut, JK menyebut dalam menjalani lika-liku kehidupannya, ia mengaku banyak cerita dari gagal hingga sukses. "Jadi ada banyak cerita, bukan hanya kesuksesan tapi kegagalan juga," tegas JK.
Ia juga membagikan kisah yang merubah mindsetnya berkembang jauh. Yakni saat gagal dalam merintis bisnis bidang telekomunikasi. "Kegagalan terbesar, investasi bidang telekomunikasi. Dulu telepon di Indonesia Timur kita kontrol, investasi sampai 300 juta dolar. 5 tahun berhasil," jelas Wakil Presiden dua periode tersebut.
"Saya hadiri seminar, nanti katanya semua transaksi di kantong. Saya bilang Profesor bilang apa ini. 3 tahun kemudian, telepon muncul. Akhirnya tidak ada lagi pakai telepon meja yang kita bangun. Gagalah itu semua," sambungnya.
Baca Juga : Kisah Utsman bin Affan, Sahabat yang Menjadi Saldo Abadi Nabi Muhammad SAW
Dari pengalaman tersebut, JK akhirnya mulai berpikir lebih jauh. Ia bahkan berpikir memulai usaha yang bisa bertahan hingga 100 tahun ke depan. "Tapi semua kegagalan itu ada hikmahnya, jadi saya tanya adik saya apa bisnis yang tahan 100 tahun? Akhirnya dia mengatakan listrik pakai air. Bikinlah kita listrik. Akhirnya jalan," jelas JK.
"Bikinlah perubhaan yang banyak, terpenting jangan mundur dan putus asa," imbuhnya.
Jusuf Kalla juga menegaskan bahwa ada dua kunci sukses seorang pengusaha saat dirinya merintis usahanya dulu.
"Ada dua hal yang penting bagi saya, kenapa pengusaha tahun 50-60an itu pendidikan rendah tapi maju. Pertama semangat yang muncul dan kedua kebijakan pemerintah yang berpihak," tegas JK.
Semangat tak pernah pudar menjadi kunci utamanya mampu sukses hingga hari ini. Ia pun menegaskan bahwa meski usahanya berhenti di tengah jalan. Namun, lantas tak membuat dirinya pantang mundur sebagai pengusaha.
