Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Serba Serbi

Penting, Inilah Perbedaan Islam Sunni dan Syiah yang Harus Banget Diketahui Umat Islam

Penulis : Mutmainah J - Editor : A Yahya

21 - Apr - 2023, 18:07

Placeholder
Ilustrasi agama Islam. (Foto dari internet)

JATIMTIMES - Sunni dan Syiah adalah dua aliran besar dalam Islam yang lahir setelah Nabi Muhammad wafat pada 632 M.

Penganut Islam Sunni berpendapat bahwa penerus nabi dapat dipilih lewat konsensus. Hal yang paling penting adalah mereka mengikuti sunah Rasulullah.

Baca Juga : Waspada Kesehatan Anak Pasca Lebaran, Begini Cara Atasinya 

Sementara di dalam Islam Syiah meyakini hanya keturunan Nabi Muhammad yang pantas menjadi khalifah.

Perbedaan dalam kedua aliran besar Islam ini semakin melebar pasca terbunuhnya cucu Rasulullah dalam Pertempuran Karbala (680 M).

Sejak saat itu, Sunni dan Syiah resmi mengalami perpecahan dan terus bersengketa. Konflik yang berujung pada peperangan di antara keduanya pun masih berlangsung hingga sekarang, terutama di kawasan Timur Tengah. Perbedaan pandangan terhadap ajaran Islam di antara keduanya sering disebut sebagai sumber konflik.

Lantas, sebenarnya apa perbedaan antara Syiah dan Sunni? Dikutip dari berbagai sumber, berikut daftar lengkap perbedaan Islam Syiah dan Sunni :

Konsep Tauhid

Konsep tauhid dalam keyakinan Syiah dan Sunni memilik sejumlah titik pembeda yang sangat khas. Dalam keyakinan Syiah, tauhid yang murni harus dikonsepsikan dengan Imamah. Syiah menganggap Ali dan para pemimpin keturunan Nabi Muhammad sebagai imam, yakni sosok wali Allah yang ajarannya tidak mungkin salah.

Itulah sebabnya, keimanan seseorang dianggap tidak sah meski secara tulus beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, jika tidak ditopang oleh kepercayaan terhadap keimaman Syiah. Berbeda dengan Islam Sunni, yang menganggap khalifah dan imam sebagai jabatan setara kepala negara yang dapat dipilih melalui majelis, sehingga tidak terkait dengan ajaran tauhid.

Sunni justru memandang tauhid seseorang bisa rusak apabila mengkultuskan seorang manusia melebihi derajat nabi dan malaikat. Hal inilah yang kemudian membuat Sunni kerap memandang Syiah bukan lagi Islam, karena keyakinannya telah melenceng dan sesat.

Rukun Iman

Rukun iman Muslim Sunni dan Syiah secara garis besar masih sama, hanya beberapa penyebutannya saja yang berbeda. Satu hal yang paling mencolok adalah, Muslim Syiah juga mengimani imamah, yakni adanya imam yang senantiasa memimpin umat sebagai penerus risalah kenabian.

Berikut ini enam rukun iman Muslim Sunni.

-Iman kepada Allah

-Iman kepada para malaikat

-Iman kepada kitab-kitab Allah

-Iman kepada nabi dan rasul

-Iman kepada hari akhir

-Iman kepada qada dan qadar.

Sedangkan Muslim Syiah memiliki lima rukun iman, yaitu:

-Iman kepada Allah

-Iman kepada imamah

-Iman kepada nabi, rasul, kitab, dan malaikat (nubuwwah)

-Iman kepada hari akhir (al-maad)

-Iman kepada keadilan Allah (al adlu)

Rukun Islam

Rukun Islam umat Sunni adalah syahadat, shalat, puasa, zakat, dan menunaikan haji. Sedangkan bagi Muslim Syiah, syahadat tidak termasuk dalam rukun Islam. Hanya saja, syahadat tetap harus diikrarkan ketika seseorang hendak memeluk Islam. Rukun Islam aliran Syiah adalah shalat, zakat, puasa, haji, dan wilayah.

Berwudhu

Baca Juga : 5 Tips Atur Pola Makan Saat Lebaran, Waspada Kolesterol Tinggi

Dalam berwudhu, Muslim Syiah mengikuti anjuran surah Al-Maidah ayat 6, yaitu membasuh muka dan kedua tangan hingga siku, mengusap rambut dan kedua punggung kaki.

Sedangkan tata cara wudhu bagi Muslim Sunni adalah mengikuti sunah, yaitu dengan cuci tangan, kumur-kumur, menghirup air dalam hidung, dan mengusap telinga.

Beribadah

Muslim Sunni dan Syiah sama-sama menjalankan shalat lima waktu. Namun, dalam situasi tertentu, seperti bepergian misalnya, Muslim Sunni memperbolehkan shalat jamak, yaitu meringkas dua waktu shalat dalam satu waktu. Selain itu, Muslim Sunni sering menempatkan sajadah untuk shalat dan jamaah laki-lakinya kerap mengenakan kopiah, sedangkan Muslim Syiah tidak.

Hadis dan Mazhab

Hadis yang digunakan oleh kedua aliran ini berbeda. Muslim Sunni menggunakan enam hadis, yakni al-Bukhari, Muslim, Ibnu Majah, Abu Dawud, al-Turmudzi, dan al-Nasa’i.

Selain itu, terdapat empat mazhab yang paling banyak diikuti oleh Muslim Sunni, yaitu Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hambali. Sedangkan Muslim Syiah hanya menggunakan empat hadis dan memiliki tiga mazhab utama, yaitu Zaydi, Ismaili, dan Ashariyya.

Nah itulah perbedaan antara islam Sunni dan Islam Syiah.


Topik

Serba Serbi Islam Sunni Islam Syiah aliran Islam karbala



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Tulungagung Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

A Yahya