Jatim Times Network Logo
08/02/2023
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Hukum dan Kriminalitas

Titik Terang Kasus Kematian Prada Indra Akhirnya Terungkap

Penulis : Mutmainah J - Editor : Nurlayla Ratri

05 - Dec - 2022, 09:24

Prada Indra, Prajurit TNI yang meninggal karena mendapat kekerasan dari seniornya. (Foto dari internet)
Prada Indra, Prajurit TNI yang meninggal karena mendapat kekerasan dari seniornya. (Foto dari internet)

JATIMTIMES - Titik terang kasus kematian tidak wajar yang dialami Prajurit Dua (Prada) Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Udara (AU) Muhammad Indra Wijaya akhirnya akhirnya terungkap. 

Pihak keluarga dan Komandan Polisi Militer (Danpom) sudah menerima hasil autopsi yang dilakukan pekan lalu, Minggu (20/11/2022).

Baca Juga : Iran Kaji Ulang Soal Kebijakan Wajib Hijab, Picu Demonstrasi Besar-besaran

Pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tangerang telah menyerahkan hasil autopsi jenazah Prada Indra pada Kamis (1/12/2022).

Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispen AU) Marsma Indan Gilang Buldansyah menjelaskan pemberian hasil autopsi itu diberikan secara bertahap setelah pihak rumah sakit menjelaskan secara verbal, pada (28/11/2022) lalu.

"Setelah penyerahan dokumen visum, pihak keluarga yang diwakili pengacara melakukan pertemuan dengan Danpom Koopsud III selaku penyidik di Pospomau, Jakarta," kata Indan, dikutip dari Kompas.com, Senin (5/12/2022).

Hasil autopsi itu awalnya sempat menjadi polemik, namun pada akhirnya Prada Indra dinyatakan meninggal dunia akibat kekerasan.

Organ dalam Prada Indra mengalami kerusakan akibat tindakan kekerasan yang diberikan oleh para senior Prada Indra.

"Berdasarkan hasil autopsi, meninggalnya Prada Indra Wijaya disebabkan oleh kekerasan (benda) tumpul pada perut yang menyebabkan kerusakan pada organ limpa," jelas Indan.

Usai hasil autopsi diberikan, pihak keluarga Prada Indra yang diwakili oleh pengacaranya bertemu dengan Danpom Koopsud III selaku penyidik di Puspomau, Jakarta.

"Hasil visum yang diterima Pom Koopsud III selanjutnya akan dijadikan materi penyidikan," jelas Indan.

Pemeriksaan juga akan dilakukan pada dokter forensik RSUD Tangerang terkait hasil autopsi Prada Indra.

Sebelumnya, keempat senior Prada Indra yang diduga telah melalukan kekerasan sudah ditetapkan sebagai tersangka dan sudah ditahan.

Keempat senior Prada Indra itu berinisial Prada SL, Prada MS, Pratu DD, dan Pratu BG.

Baca Juga : Inilah 22 Titik Pengungsi Erupsi Semeru Sampai Pukul 17.00

"Hingga saat ini, Pom Koopsud III telah menetapkan empat tersangka atas meninggalnya Prada M Indra Wijaya, keempatnya telah ditahan untuk proses pemeriksaan lebih lanjut," ujar Indan.

Tindak kekerasan dari empat tersangka itu rupanya tidak hanya kepada Prada Indra, namun juga pada keenam prajurit TNI AU yang merupakan teman satu angkatan Prada Indra.

Adapun motif penganiayaan tersebut adalah pembinaan disiplin dari senior kepada junior.

Sebelumnya, Prada Indra sempat dirawat di Rumah Sakit Pangkalan Angkatan Udara (Lanud) Manuhua Biak, pada Sabtu (19/11/2022).

Lalu, Komando Operasi Udara (Koopsud) III menginformasiakn bahwa Prada Indra meninggal lantaran dehidrasi berat karena bermain futsal dengan cukup lama, yaitu dari pukul 20.00 hingga 23.00 WIT.

Informasi itu sempat dipercayai pihak keluarga Indra. Namun sesampainya jenazah Indra ke Tangerang pada Minggu (20/11/2022), pihak keluarga mulai meragukan penyebab kematian Prada Indra yang disebut karena dehidrasi.

Hal itu karena tubuh Prada Indra yang penuh luka, lebam, tubuh yang diformalin, dan darah bercucuran.

Kecurigaan pihak keluarga bertambah kuat dengan instruksi penguburan peti jenazah Prada Indra yang tergembok.


JOIN JATIM TIMES NETWORK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel anda.

Penulis

Mutmainah J

Editor

Nurlayla Ratri

Berita Lainnya