Jatim Times Network Logo
08/02/2023
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Hukum dan Kriminalitas

Sebar Amplop Pemilihan Ketua LPM Depok, Tatang Si Bangor Dipanggil Polisi

Penulis : Mutmainah J - Editor : Nurlayla Ratri

02 - Dec - 2022, 11:25

Tatang Jauhari alias Si Bangor saat memperlihatkan daftar nama ketua RW yang mendapatkan uang darinya. (Foto dari internet)
Tatang Jauhari alias Si Bangor saat memperlihatkan daftar nama ketua RW yang mendapatkan uang darinya. (Foto dari internet)

JATIMTIMES - Tatang Jauhari alias Si Bangor adalah sosok pria yang sebelumnya membuat heboh publik dengan menyebarkan amplop berisi uang untuk menyogok para ketua RW dalam pemilihan Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) di Kelurahan Bedahan, Kecamatan Sawangan, Depok, Jawa Barat.

Namun karena tidak terpilih, akhirnya Tatang meminta para penerima amplop itu mengembalikan uangnya. Tatang mengungkapkan dirinya telah menyogok pemilih Rp 1 juta per orang. 

Baca Juga : Dinilai Urgensinya Belum Jelas, PDIP dan PBB Usulkan Jumlah Dapil di Tulungagung Tetap 5

Tatang kemudian memperlihatkan daftar nama-nama ketua RW yang sudah diberinya uang. Beberapa di antaranya sudah mengembalikan uangnya.

"Itu yang saya contreng itu orang-orang saya, yang saya kasih uang kan dia menjanjikan. Kalau dia enggak menjanjikan ngapain saya kasih uang. Dia kamuflasenya indah banget 'tenang Pak Tatang'," kata Tatang kepada wartawan di Sawangan, Depok, Kamis (30/11).

Dari daftar yang ditunjukkan Tatang, terlihat ada sebanyak 22 nama ketua RW yang ditandai Tatang sebagai penerima amplop tersebut. Namun, dari 22 orang tersebut dirinya hanya memperoleh 2 suara.

Tatang kemudian menjelaskan bahwa uang itu ia tarik kembali namun belum semua mengembalikan.

"Keluar udah Rp 22 juta. Yang belum balikin empat orang," imbuhnya.

Tatang kemudian menduga bahwa ada yang memberikan uang lebih, sehingga uang 1 jutanya dikhianati.

"Uang 1 juta ini dikhianati, berarti ada yang lebih dari angkanya itu. Begitu maksudnya," imbuhnya.

Lalu, Tatang mengungkapkan bahwa dirinya sebetulnya tidak ingin memakai uang. Namun karena dua kali jalan murni tidak berhasil, jadi dia memakai uang.

"Dari awal saya tidak mau pakai uang. Saya tidak pakai uang awalnya, ini pencalonan yang kedua kalinya saya. 3 tahun yang lalu saya murni," kata Tatang

Baca Juga : Dihujat Netizen karena Panggil Anak dengan 'Mbak', Ria Ricis Klarifikasi

Sebab lain Tatang menggunakan uang, karena pihak lain dia nilai juga menggunakan uang dalam pemilihan ini.

"Karena semuanya pakai uang bukan saya doang. Iya saya lakukan," imbuhnya.

Kemudian setelah pengakuannya itu viral, Tatang mengatakan dirinya diundang Kasat Polres Depok untuk dimintai penjelasan.

"Saya diundang sama Kasat Polres Depok untuk diminta penjelasan," kata Tatang 

Tatang kemudian mengatakan dirinya belum tahu kapan akan memenuhi panggilan itu, karena panggilan itu hanya by telephone dan tak ada surat apa-apa.

"Saya belom tahu cuma by phone doang, enggak ada surat apa-apa," imbuhnya.


JOIN JATIM TIMES NETWORK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel anda.

Penulis

Mutmainah J

Editor

Nurlayla Ratri

Berita Lainnya