JATIMTIMES - Binatang pemakan kayu yang dikenal kebanyakan masyarakat Kabupaten Tulungagung dengan istilah nonol, cukup sulit diatasi. Sebenarnya, pemakan kayu ini ada beberapa jenis yakni teter, rayap dan serangga kayu. Hewan teter atau kumbang bubuk kayu banyak di sebut nonol karena dengan cepat membuat kayu menjadi berbentuk serpihan serbuk dan lapuk.
"Kalau sudah ketemu, kumbang itu berwarna coklat dan berukuran kecil dan tipis," kata Sunarto (46) tukang kayu saat dikonfirmasi, Sabtu (1/10/2022).
Baca Juga : 5 Zodiak Ini Sulit Menerima Kritikan dari Orang Lain
Ukuran teter ini sekitar 7-8 mm, namun meski kecil binatang yang satu ini dapat merusak kayu kokoh dan keras sekalipun. "Kayu apapun bisa dimakan dengan cara melubangi," ujarnya.
Karena tidak bisa diremehkan, Sunarto mengatakan perabot yang berbahan dasar kayu ini dapat dilindungi dari serangan nonol atau teter dan hewan kayu lainnya. "Perabot atau peralatan kayu dapat dilindungi dari binatang pemakan kayu," ungkapnya.
Kayu yang akan dilindungi ini menurut Sunarto harus kering dan tidak boleh lembab atau basah. "Hindari kondisi kayu yang lembab dan basah, binatang pemakan kayu sangat menyukai kondisi ini," imbuhnya.
Setelah benar-benar kering, jika terdapat lubang yang sudah terlanjur dimasuki teter agar dimasukkan insektisida. "Insektisida dimasukkan saja, lalu ditutup agar binatangnya tidak lari," ucapnya.
Baca Juga : Kucing di Australia Ancam Kepunahan Beberapa Satwa yang Dilindungi
Jika belum terlubangi hewan, kayu dalam kondisi kering dapat diolesi insektisida sebelum dicat atau dipolitur. "Tidak akan nonolen, perabotan berbahan kayu juga awet," pungkasnya.
