Tanduria.co, Platform Belajar Bertanam untuk Milenial | Tulungagung TIMES
penjaringan-bakal-calon-jatimtimes099330c15d1b4323.jpg

Tanduria.co, Platform Belajar Bertanam untuk Milenial

Aug 17, 2022 16:22
Founder Tanduria, Habib Thabrani menunjukkan instalasi hidroponik. (Foto: Istimewa)
Founder Tanduria, Habib Thabrani menunjukkan instalasi hidroponik. (Foto: Istimewa)

JATIMTIMES - Tren bertanam kian tahun semakin meningkat. Pandemi yang terjadi pada tahun 2020 menjadi pemantik tren bertanam. Berdasarkan Data Google Trends terjadi peningkatan yang signifikan pada bulan Mei hingga Juli 2020 berkaitan dengan cara menanam dan kembali naik di bulan yang sama pada tahun 2022.

Dengan sedikit lahan di teras maupun balkon pada apartemen, kini masyarakat modern sudah bisa turut serta dalam memerdekakan ketahanan pangan di Indonesia. Kebutuhan untuk bahan dapur juga bisa sedikit terpenuhi dengan menanam sayuran di depan rumah.

Baca Juga : Game Simulator PC Terbaik Paling Seru Untuk Dimainkan

 

Maraknya trend petani rumahan membuat masyarakat semakin berminat untuk mulai ikut bertanam. Permintaan akan adanya platform belajar urban farming tentu menjadi semakin bertambah seiring dengan pandemi yang berkelanjutan.

Salah satunya adalah Tanduria.co. Tanduria.co merupakan Platform Urban Farming di Indonesia yang berfokus pada edukasi bertanam bagi para petani rumahan. Selain edukasi, Tanduria juga menyediakan peralatan berkebun pada toko retail mereka.

Platform dengan hampir 140 ribu pengikut di instagram (@tanduria.co) memberikan konsultasi gratis berkaitan dengan cara menanam di rumah bagi pengikutnya yang didominasi oleh pengikut berumur 24-40 tahun.

Selain memberikan konsultasi gratis lewat media sosialnya, tanduria.co juga menyediakan kelas online tentang bertanam secara lengkap lewat aplikasi berbasis website. Kelas online berkebun bersama tanduria.co ini sudah memiliki lebih dari 1300 peserta.

Tanduria mengusung konsep bertanam dengan ceria, baik pada cara penyampaian materi yang lebih sederhana, serta metodologi bertanam yang mendukung perbaikan lahan tanam secara organik.

"Bertanam itu menyenangkan, Mari bergabung bersama dalam upaya mengurangi emisi karbon dan pembenahan tanah dengan cara berkebun. Untuk bumi yang lebih baik," ungkap Founder Tanduria, Habib Thabrani.

Habib juga berharap jutaan masyarakat Indonesia bisa memulai menanam organik dan menyuburkan kembali tanah agraris Indonesia yang juga adalah impian dari para Tandurians (istilah pengikut media sosial tanduria).

Melansir dari Bright Side (2021), 7 dari 10 milenial yang mengikuti survei mengatakan bahwa mereka lebih menyukai merawat tanaman daripada anak-anak. Merawat tanaman menyadarkan milenial pada krisis iklim yang semakin memburuk. Tentunya, merawat tanaman tidak dapat dibandingkan dengan merawat anak.

Baca Juga : Momentum HUT Ri ke-77, AHY Ajak Rawat Persatuan, Demokrasi dan Kebangkitan Ekonomi

 

Merawat tanamanan di rumah memiliki berbagai kelebihan. Dosen Fakultas Pertanian, Universitas Borobudur, Jakarta, Fetty Dwi R, pada laman Website Universitas Borobudur mengungkapkan ada beberapa kelebihan urban farming dibanding pertanian konvensional. Apa saja kelebihan urban farming? 

1. Hemat biaya
Urban farming atau pertanian perkotaan tidak membutuhkan lahan luas. Metode ini bisa diterapkan di lahan sempit di perkotaan sehingga tidak membutuhkan modal besar. Ini berbeda dengan pertanian konvensional yang memerlukan lahan luas sehingga juga membutuhkan modal besar.

2. Ramah lingkungan
Urban farming atau pertanian perkotaan dikenal lebih ramah lingkungan karena dapat menggunakan sampah rumah tangga. Misalnya dengan memanfaatkan barang bekas seperti kaleng, pipa bekas, ember plastik yang tidak terpakai sebagai wadah (reuse) atau pot saat bercocok tanam.

Selain itu, sampah dapur dan sampah pekarangan juga dapat dimanfaatkan dengan diolah menjadi pupuk organik. Ini menjadi keunggulan ekologis dari urban farming dibanding pertanian konvensional.

3. Dapat menambah estetika
Selain sumber pangan, tanaman yang ditanam dengan metode urban farming juga dapat berfungsi untuk mempercantik pekarangan rumah. Ini tak lepas dari kerapian dalam penataan tanaman.

4. Menghasilkan produk yang sehat
Hasil produksi urban farming lebih sehat karena minim dalam penggunaan bahan kimia. Minimnya penggunaan bahan kimia karena ukuran media yang digunakan tidak terlalu besar dan luasan lahan yang relatif sempit sehingga penggunaan bahan kimia menjadi lebih sedikit. Berbeda dengan pertanian konvensional yang luas sehingga secara intensif menggunakan bahan kimia untuk perawatan tanaman.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
Urban Farming tanduria co

Berita Lainnya