Inovasi SMPN 1 Bandung, Keluarkan Program MPLS Berbasis Literasi dan Berwawasan Lingkungan | Tulungagung TIMES
penjaringan-bakal-calon-jatimtimes099330c15d1b4323.jpg

Inovasi SMPN 1 Bandung, Keluarkan Program MPLS Berbasis Literasi dan Berwawasan Lingkungan

Jun 27, 2022 17:21
Kepala SMPN 1 Bandung Budi Harsono. (Foto: dok. pribadi for TulungagungTIMES)
Kepala SMPN 1 Bandung Budi Harsono. (Foto: dok. pribadi for TulungagungTIMES)

JATIMTIMES - Hebat dan mungkin ini menjadi yang pertama di Tulungagung. Apa itu? SMPN 1 Bandung mempunyai cara yang berbeda untuk mengenalkan lingkungan sekolah terhadap anak didik atau peserta didik yang baru. 

Ya, inovasi itu adalah program masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) berbasi literasi dan berwawasan lingkungan. Kepala SMPN 1 Bandung Budi Harsono mengatakan, lembaga Sekolah yang dipimpinnya itu saat ini sudah masuk kategori sekolah Adiwiyata di tingkat Provinsi Jawa Timur.

Baca Juga : Kunjungan Taman Nasional Komodo Dibatasi, KLHK Beber Penyebabnya

Status sekolah berwawasan lingkungan pun dinilai belum cukup. Jadi,  perlu ditambah lagi dengan menggerakkan literasi di sekolah.

"Dengan program MPLS berbasis literasi dan berwawasan lingkungan, di dalamnya terdapat banyak kegiatan yang memacu kreativitas siswa," kata Budi Harsono. Senin (27/6/2022).

Dia mencontohkan, dalam inovasi MPLS yang digagasnya, ada kegiatan satu siswa satu tugas. Seluruh siswa baru nantinya diberi tugas untuk menuliskan pengalaman mereka saat dibina dalam kegiatan MPLS.

Selain itu, dengan alat sederhana yang dibawa dari rumah, misalnya buku non-pelajaran, majalah atau koran bekas, semua siswa baru diwajibkan membaca kemudian menuliskan pengalaman hasil membacanya itu.

"Meski hanya sederhana tapi menuliskan pengalaman adalah bentuk dari mengenalkan literasi kepada anak-anak," ucapnya.

Untuk kegiatan pengenalan lingkungan sekolah, lanjut Budi, kaan dikemas dalam bentuk kegiatan reportase. Misalnya siswa baru sedang berada di suatu tempat di lingkungan sekolah seperti perpustakaan. Para siswa itu diminta untuk menggambarkan apa saja yang ada di perpustakaan maupun disekitar perpustakaan yang dikunjungi.

Budi mengaku, program inovasi MPLS berbasis literasi dan berwawasan lingkungan ini, sudah pernah dicobanya di SMPN 2 Ngunut dan hasilnya pun lumayan bagus. Selain itu, inovasinya  pernah dikonsultasikan ke Disdikpora Tulungagung dan sudah mendapat izin  dari dinas yang menaungi pendidikan itu.

"Di Tulungagung mungkin hanya SMPN 1 Bandung yang berani mengawali. Inilah inovasi sekolah kami, untuk kegiatan literasi dan adiwiyata," ungkapnya.

Inovasi program MPLS, kata Budi, dikuatkan dengan buku panduan MPLS hasil karyanya sendiri. Buku panduan itu digunakan untuk mempermudah melakukan kontrol dan untuk menggerakkan pengurus OSIS.

Sehingga, tanpa keberadaan guru atau tenaga pendidik, para pengurus OSIS sudah mampu untuk mendampingi siswa baru atau adik kelas, dengan catatan para pengurus OSIS harus mengikuti Diklat terlebih dahulu.

Baca Juga : Pelatihan Menulis Konten Kreatif, Dispersip Pemkab Blitar Dorong Santri Jadi Penggerak Ekonomi Rakyat

Tak hanya itu. Inovasi program MPLS juga sebagai persiapan ketika ada lomba Adiwiyata baik tingkat provinsi maupun pusat. Artinya SMPN 1 Bandung sudah mempunyai nilai plus dengan adanya buku panduan MPLS berbasis literasi dan berwawasan lingkungan.

"Program literasi saat ini juga digalakkan oleh pemerintah, dan tidak banyak sekolah yang berani mencoba literasi seperti itu," imbuhnya.

Budi menjelaskan, dalam MPLS berbasis literasi dan berwawasan lingkungan, wali kelas mempunyai peran hanya mengawasi dan mengarahkan OSIS. Secara teknis, setiap kelas ada petugas OSIS 2 sampai 3 orang untuk membimbing adik-adiknya berdasarkan buku panduan yang disiapkan.

Sebelum mendampingi siswa baru, OSIS akan dilakukan diklat selama 1 hari untuk melakukan praktik buku panduan MPLS berbasis literasi dan berwawasan lingkungan. Dan yang terpenting, pada MPLS berbasis literasi dan berwawasan lingkungan itu, setiap hari ada kegiatan 15 menit membaca buku non pelajaran dan merangkum hasil yang dibaca.

"Harapannya nanti setelah MPLS itu mampu menerbitkan buku karya dari siswa baru peserta MPLS dan karya OSIS," tutupnya.

Sementara itu, Kepala Disdikpora Tulungagung Rahadi Puspita Bintara melalui Sekretaris Syaifudin Juhri menyampaikan apresiasi atas keberhasilan inovasi yang dilakukan SMPN 1 Bandung .

Menurutnya, program inovasi dalam rangka menggalakkan literasi harus dijadikan contoh bagi sekolah lain, karena dengan membiasakan membaca dan menulis, dapat meningkatkan kreatifitas para siswa lebih-lebih jika sasarannya adalah siswa baru.

"Inovasi dan kreativitas sekolah ini menjadi motivasi bagi siswa disana, kita harapkan sekolah lain dapat mencontoh hal yang baik ini untuk diterapkan," kata Syaifudin Juhri.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
inovasi sekolah berita tulungagung

Berita Lainnya