Pasar Offline Masih Tutup, Pasar Hewan Qurban Online di Tulungagung Makin Kreatif | Tulungagung TIMES
penjaringan-bakal-calon-jatimtimes099330c15d1b4323.jpg

Pasar Offline Masih Tutup, Pasar Hewan Qurban Online di Tulungagung Makin Kreatif

Jun 16, 2022 21:36
Ilustrasi, net
Ilustrasi, net

JATIMTIMES - Belum dibukanya pasar hewan di Tulungagung, tak membuat aktivitas jual beli hewan qurban terhenti total. Para penyedia hewan untuk qurban ini dipasarkan melalui media sosial dan beberapa pedagang ternak (blantik) membuat semacam pasar dadakan di kandang masing-masing.

"Karena pasar tutup, maka beberapa pedagang mengumpulkan dagangan di kandang yang luas," kata Imron (44), pedagang kambing.

Baca Juga : Mengabdi untuk Rakyat, Kodim 0808/Blitar Gelar Bantu Renovasi Mushola di Desa Sumber Sanankulon

Ia dan teman-temannya kemudian memainkan media sosial Facebook dengan memposting foto atau video agar dapat menarik minat pembeli.

"Dari postingan ini, kita juga cantumkan nomor yang bisa dihubungi," jelasnya.

Calon pembeli bahkan diundang untuk datang ke kandang untuk melihat dan memilih langsung, kambing dagangan yang akan dijadikan hewan qurban.

"Kita malah senang kalau pembeli datang ke kandang, agar tau sendiri kambing yang akan dipilihnya," ungkapnya.

Namun, jika pembeli sudah percaya pada foto atau video, para pedagang pasar hewan dadakan ini siap menggunakan cara Cash On Delivery (COD).

"Uangnya tak usah diberikan kalau kambingnya belum diterima, kalau tidak jauh bahkan kita antar ke rumah pembeli," terangnya.

Bahkan, kalau pembeli ingin penjual membawakan lebih dari dua kambing untuk dipilih, Imron mengaku siap melayani.

"Kadang diminta bawakan dua atau tiga untuk dipilih di rumah, tetap kita layani karena memang transaksi kita online," imbuhnya.

Baca Juga : Wisuda Purna Siswa MTsN 4 Ngawi, Penampilan Dalang Terbaik Jawa Timur 2022 Curi Perhatian

Menurut Imron, sudah banyak pedagang hewan termasuk sapi di Tulungagung menggunakan cara yang sama. Ia pun menunjukkan beberapa grup Facebook yang dijadikan lapak dan bertemunya antara penjual dan pembeli.

Hingga saat ini, penutupan pasar hewan di Tulungagung akibat Penyakit Kuku dan Mulut (PMK) yang sedianya berakhir pada 12 Juni lalu, urung dilakukan.

Saat dikonfirmasi, Dinas Peternakan Kesehatan Hewan Tulungagung melalui Sekdin (Sekretaris Dinas) Agus Prijanto Utomo mengatakan sebelum lebaran Idul Adha, aktivitas pasar hewan untuk non pasar induk akan diizinkan melakukan aktivitas jual beli.

"Kalau di pasar induk kita masih nunggu petunjuk, namun kalau di pasar desa-desa itu sebelum lebaran sudah boleh aktivitas," ucap Agus saat dihubungi melalui ponselnya, Kamis (16/6/2022).

Namun demikian, pihaknya masih melakukan pengawasan agar hewan yang dari luar daerah tidak masuk ke Kabupaten Tulungagung sebagai upaya memutus mata rantai penularan PMK ini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
Pasar Hewan Tulungagung Hewan Kurban

Berita Lainnya