Jejak Sejarah Desa Wayang Kendalbulur, Sanggar Werdiningsih Rutin Gelar Gebyakan Sinden | Tulungagung TIMES

Jejak Sejarah Desa Wayang Kendalbulur, Sanggar Werdiningsih Rutin Gelar Gebyakan Sinden

May 14, 2022 18:37
Ki Wongso Subagyo (kiri) dan barisan Sinden ikut Gebyakan (kanan) / Foto : Istimewa / Tulungagung Times
Ki Wongso Subagyo (kiri) dan barisan Sinden ikut Gebyakan (kanan) / Foto : Istimewa / Tulungagung Times

JATIMTIMES - Selain terkenal sebagai desa wisata, Desa Kendalbulur di Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung adalah Desa Budaya dan dikenal sebagai Desa Wayang. Sejarah panjang telah mengukir Kendalbulur dengan predikat Desa Wayang, ditandai dengan lahirnya maestro seniman dalang mulai Ki Wongso Karyo atau lebih dikenal dengan nama Dalang Bawuk.

Pada sejarahnya, Dalang Bawuk ini dikenal pada era tahun 1950 an yang kemudian dilanjutkan dalang tersohor berikutnya yaitu Ki Murdi Kondo Murdiyat.

Baca Juga : Sisakan Masalah dengan Warga, Pembangunan RTH Desa Tutul Diduga Salahi Prosedur

Sejarah kondangnya Ki Murdi Kondo Murdiyat ini hingga ke telinga presiden saat orde baru. Hingga, dalang kebanggaan Kabupaten Tulungagung ini dipanggil oleh Soeharto untuk menggelar wayangan di istana negara.

Dalang Murdi sangat digemari penonton dari rakyat kecil hingga pejabat karena pesan pedalangan yang lugas dan tuntas dalam penyampaian masalah kenegaraan.

Pada era selanjutnya ada Ki Wongso Subagyo, dalang ini  sangat aktif menghimpun pengrawit muda untuk diajak latihan sampai hari ini.

Kemudian, talenta dalang yang hingga saat ini sangat fenomenal adalah Ki Eko Kondo Priadianto yang hingga saat ini juga populer baik di Tulungagung hingga luar kota.

Dalam perjalanan panjang ini, guna mempertahankan eksistensinya dan keberlangsungan seniman wayang,
Sanggar Werdiningsih merupakan tempat belajar sinden yang dipimpin Ki Wongso Subagyo di desa Kendalbulur.

Dari sanggar ini,  telah banyak melahirkan sinden terkenal di antaranya Kesi, Iwang dan Puri. 

"Harapan kita agar anak-anak yang sinau di sanggar selama ini yang sudah berproses beberapa bulan mampu tampil baik di depan umum untuk melatih mentalnya,” Ucap Ki Wongso Subagyo yang Juga Pembina Lembaga Adat Desa Kendalbulur dalam kegiatan gelaran gebyakan sinden anak pada hari Kamis, (12/5/2022) lalu dihalaman sanggar.

Baca Juga : Tradisi Kebo-Keboan Boyolangu, Mengobati Kerinduan Masyarakat Akan Kemeriahan

Di saat yang sama, Sumber (54) yang menjabat sebagai Bendahara Lembaga Adat Desa Kendalbulur menyampaikan jika pihaknya sangat mendukung sinau sinden ini.

"Bahkan tiap malam latihan teman-teman selalu nungguin. Karena sinau sinden ini sudah sangat jarang sekali serta perlu dilestarikan. Saya berharap masyarakat mendukung kegiatan ini agar tiap tahun di adakan gebyakan sinden anak ini," ucap Sumber.

Sementara itu, kepala desa Kendalbulur, Anang Mustofa yang turut hadir di acara  menyampaikan jika desanya sudah terkenal dengan desa wayang. Dalam jejak sejarah yang sudah tersohor, Kendalbulur telah melahirkan dalang-dalang terkenal dan juga sindennya.

"Kami Pemdes, sangat mengapresiasi dan mendukung gebyakan sinden anak karena ini bagian dari kegiatan kesenian yang perlu di jaga dan tugas pemerintah desa menjaga kearifan lokal desa Kendalbulur salah satunya ya ini sanggar Werdiningsing sinau sinden," papar Kepala Desa Anang Mustofa, Sabtu (14/5/2022).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
desa wayang Desa Wisata

Berita Lainnya