Cegah Penyebaran PMK, Pasar Hewan di Tulungagung Akan Ditutup Selama 2 Minggu | Tulungagung TIMES

Cegah Penyebaran PMK, Pasar Hewan di Tulungagung Akan Ditutup Selama 2 Minggu

May 14, 2022 16:15
Sapi yang berada di pasar hewan. (Foto: suaramerdeka.com)
Sapi yang berada di pasar hewan. (Foto: suaramerdeka.com)

JATIMTIMES - Pemerintah Kabupaten Tulungagung, melalui Sekretariat Daerah telah mengeluarkan surat penutupan sementara pasar hewan di wilayahnya. Surat itu dikeluarkan untuk menjaga dan mempertahankan wilayah Kabupaten Tulungagung bebas penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak serta sebagai upaya peningkatan kewaspadaan dini terhadap potensi penularan PMK.

Selain itu, pasar hewan dinilai merupakan tempat berkumpulnya ternak dari berbagai daerah sehingga sangat berisiko tinggi menyebarkan penyakit.

Baca Juga : Begini Hasil Survei Kepuasan Pelanggan LPPM Unmer soal Perumda Tirta Kanjuruhan

Surat tetanggal 12 Mei 2022, yang ditujukan kepada kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) serta kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Tulungagung itu, memerintahkan agar pimpinan kedua dinas tersebut  menutup pasar hewan di wilayah binaannya selama 14 hari terhitung mulai 16 Mei sampai 29 Mei 2022.

Surat penutupan sementara pasar hewan itu juga mengatur pengecualian pasar hewan yang ditutup. Yakni pasar ternak kambing skala lokal Tulungagung dengan persyaratan harus dilakukan disinfeksi.

"Kami perintahkan kepada saudara untuk menutup pasar hewan di wilayah binaan saudara selama 14 hari," kata surat perintah yang ditandatangani  Sekda Tulungagung Sukaji.

Dasar pengeluaran surat itu adalah Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor : 403/KPTS/PK.300/M/05/2022 tanggal 9 Mei 2022 perihal penetapan daerah wabah penyakit mulut dan kuku (foot and mouth dessase) di beberapa kabupaten di Provinsi Jawa Timur.

Sebelumnya, Bupati Tulungagung Maryoto Birowo menyampaikan, antisipasi penyakit mulut dan kuku  harus dirapatkan secara teknis. Meskipun Tulungagung masih bebas dari PMK,  pedagang hewan juga banyak yang berasal dari luar Tulungagung, seperti Pacitan dan Jawa Tengah.

"Satu-satunya yang paling bagus itu kita tutup sementara. Setelah itu, karena inkubasinya 14 hari, kita lihat hasil evaluasi perkembangan. Kemudian pedagang dari luar harus menunjukkan surat kesehatan dari kantor dinas peternakan masing-masing," kata Bupati Maryoto.

Baca Juga : Pemprov Kepulauan Bangka Belitung Hentikan Pasokan Ternak dari Jatim dan Aceh

Maryoto mengungkapkan, penutupan sementara pasar hewan di Tulungagung dilakukan paling tidak dalam waktu 2 minggu atau 14 hari. Sedangkan untuk para peternak lokal, dirinya menyarankan agar melakukan isolasi  ternaknya dan dijaga sedemikian rupa.

Di Tulungagung, ada 4 pasar hewan yang menjual sapi dan kerbau. Pasar hewan yang besar ada di Pasar Hewan Terpadu Kecamatan Sumbergempol dan Pasar Hewan Kecamatan Ngunut.

"Sedangkan  yang menjual kambing itu tersebar di semua wilayah Tulungagung. Paling besar di wilayah Jatim selatan itu di Pasar Karangrejo," tutup Maryoto.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
pemkab tulungagung berita tulungagung Pasar hewan Pasar Hewan Tulungagung Pasar hewan Tulungagung ditutup penyakit pmk penyakit mulut dan kuku

Berita Lainnya