Sederet Inovasi SMPN 2 Sendang: Akun Belajar, Ujian Tanpa Kertas hingga Merdeka Belajar | Tulungagung TIMES
penjaringan-bakal-calon-jatimtimes099330c15d1b4323.jpg

Sederet Inovasi SMPN 2 Sendang: Akun Belajar, Ujian Tanpa Kertas hingga Merdeka Belajar

Apr 27, 2022 15:49
Siswa SMPN 2 Sendang saat mengikuti pembelajaran secara digital. (Foto: Humas for TulungagungTIMES)
Siswa SMPN 2 Sendang saat mengikuti pembelajaran secara digital. (Foto: Humas for TulungagungTIMES)

JATIMTIMES - Secara geografis SMPN 2 Sendang memang terletak di dataran tinggi (pegunungan). Bahkan akses jalan untuk menuju ke lembaga pendidikan yang berada di Desa Kedoyo Kecamatan Sendang Kabupaten Tulungagung ini bisa di bilang sulit, karena selain liku-liku, aspal sepanjang jalan menuju sekolah itu banyak yang mengelupas.

Namun kondisi geografis itu, tidak mengurangi semangat Kepala sekolah beserta tenaga pendidik di SMPN 2 Sendang untuk bersaing dengan sekolah yang berada di wilayah kota. Terbukti sejak 2020 hingga sekarang sekolah itu sudah menerapkan digitalisasi dan ulangan harian serta ujian semester tanpa memakai kertas (google form).

Baca Juga : Macam-Macam Sikap Sabar serta Keutamaannya dalam Islam

"Ujian sudah tidak pakai kertas, mulai ulangan harian sampai ujian semester kecuali UAS. Pelaksanaannya sama seperti UNBK," kata Kepala SMPN 2 Sendang Mochamad Shoim Arief di Kantornya. Rabu (27/4/2022).

Meski Sekolah pegunungan, lanjutnya, semua siswa SMPN 2 Sendang sudah tidak asing lagi dengan akun belajar, sehingga para siswa bisa langsung mengetahui nilainya usai melaksanakan ujian.

Tak hanya siswa, para guru SMPN 1 Sendang juga sudah punya akun belajar masing-masing, bahkan pembuatan RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) juga sudah tidak memakai kertas lagi atau dicetak karena semuanya sudah bisa dilihat di google classroom yang didalamnya ada Kepala Sekolah dan Pengawas.

"Intinya kita ingin menggunakan metode pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan," jelas pria yang akrab disapa Shoim ini.

Menurut Shoim, meski sekolahnya secara praktik sudah menjalankan indikator Merdeka Belajar, namun dirinya mengaku belum mendaftar secara resmi ke Kemendikbud. Karena ada pertimbangan-pertimbangan yang harus di laluinya terlebih dahulu.

Merdeka belajar sendiri, indikatornya adalah pembelajaran menyenangkan, digitalisasi pembelajaran dan kurikulum berbasis sekolah artinya kurikulum yang tidak meniru sekolah lain. Dan itu semua secara praktik sudah dilakukan oleh SMPN 2 Sendang.

"Kalau versi pengawas sekolah kita ini sudah merdeka belajar," ungkapnya.

Pertimbangan lain belum mendaftar sekolah merdeka belajar mandiri di Kemendikbud, lanjut Shoim, dirinya masih mempersiapkan SDM tenaga pendidik agar ketika sudah masuk merdeka belajar bukan lagi pendidikan pelatihan yang didapat namun pendidikan pengembangan.

Alasan lain, karena dalam merdeka belajar sudah tidak ada lagi RPP, tetapi para tenaga pendidik dituntut untuk membuat modul dan kemampuan itulah yang sedang disiapkan oleh sekolah.

Baca Juga : 5 Negara Ini Disebut Paling Aman jika Terjadi Perang Dunia III, Ada Selandia Baru

Salah satu upaya peningkatan kapasitas guru, Shoim mengaku, mulai Januari 2022 setiap rapat sekolah yang dibahas adalah RPP dan itu akan dilakukannya sampai Juni 2022. Itu dimaksudkan, agar RPP Januari-Juni 2022 bisa dirangkum menjadi sebuah modul. Sehingga Juli 2022 atau semester baru, para guru SMPN 2 Sendang sudah punya modul untuk menyongsong merdeka belajar 2023.

"Tahun depan kita pasti mendaftar (merdeka belajar mandiri), yang penting kita siapkan teman-teman dulu agar secara fisik dan ilmu, 2023 nanti sudah siap merdeka belajar mandiri," tutupnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Tulungagung melalui Sekretaris Saifudin Juhri memberikan apresiasi atas inovasi metode pembelajaran yang telah dilakukan di SMPN 2 Sendang.

Menurutnya, meskipun lembaga pendidikan menengah itu berada di pegunungan, secara kualitas tidak kalah dengan sekolah-sekolah yang ada di kota. Dan ini juga merupakan cerminan bahwa kemajuan teknologi bisa dinikmati dan dimanfaatkan oleh semua lapisan masyarakat.

"Intinya, kita selalu mendukung sekolah-sekolah yang melakukan inovasi. Semoga ini bisa menjadi inspirasi bagi sekolah yang lain," katanya singkat.  

Sekedar informasi, dikutip dari wikipedia merdeka belajar adalah program kebijakan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud RI) yang dicanangkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Kabinet Indonesia Maju, Nadiem Anwar Makarim.

Esensi kemerdekaan berpikir, menurut Nadiem, harus didahului oleh para guru sebelum mereka mengajarkannya pada siswa-siswi. Nadiem menyebut, dalam kompetensi guru di level apa pun, tanpa ada proses penerjemahan dari kompetensi dasar dan kurikulum yang ada, maka tidak akan pernah ada pembelajaran yang terjadi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
SMPN 2 sendang Disdikpora Tulungagung

Berita Lainnya