Rapat soal Bantuan Siswa Miskin, Komisi A DPRD Tulungagung Kecewa terhadap Disdikpora | Tulungagung TIMES
penjaringan-bakal-calon-jatimtimes099330c15d1b4323.jpg

Rapat soal Bantuan Siswa Miskin, Komisi A DPRD Tulungagung Kecewa terhadap Disdikpora

Apr 23, 2022 19:19
Siswa SD di Tulungagung.
Siswa SD di Tulungagung.

JATIMTIMES - Program penyelenggaraan e-money dalam pemberian bantuan siswa miskin (BSM) di Tulungagung masih terus berpolemik. Hal ini diakui oleh Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tulungagung setelah  rapat dengar pendapat (heraing) dengan Disdikpora.

Hasil hearing itu, menurut anggota Komisi A dari Fraksi PKB Mashud, sangat mengecewakan. Pasalnya, terkait apa yang diharapkan legislatif dalam rangka fungsi pengawasan, yang disampaikan Disdikpora Tulungagung dinilai tidak sesuai harapan.

Baca Juga : Jadi Makanan yang Sering Ada saat Lebaran, Berikut Sejarah dan Filosofi Ketupat

"Tidak sesuai harapan. Harapan kita, program itu dapat mengaryakan pengusaha dan memperhatikan warga kurang beruntung. Tapi rupanya mengecewakan, maka perlu dievaluasi," kata Mashud, Sabtu (23/4/2022).

Mashud mengatakan  berbagai fraksi DPRD juga telah menyoroti dan memberikan rekomendasi terkait dengan penyelenggaraan e-money dalam pemberian bantuan siswa miskin yang dinilai masih terdapat persoalan. "Mungkin ada pengusaha konveksi untuk pakaiannya, toko sepatu dan lainnya, agar semua dapat terlibat," ujarnya.

Untuk itu, komisi A memberikan evaluasi agar sistem bantuannya berupa uang cash. "Kalau niat bantu, langsung saja cash dengan konsekuensi perlu lampiran kuitansi belanja sebagai pertanggungjawaban," ujar Mashud.

Saat dikonfirmasi mengenai kekecewaan ini, kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga melalui Sekdin Saifuddin Zuhri mengatakan bahwa permasalahan tentang bantuan ini cukup rumit.

"Banyaknya permasalahan setelah dana masuk di rekening virtual anak-anak, mulai penerbitan KPP (Kartu Pelajar Pintar), pembelanjaan barang sampai dengan pembayaran dari KPRI ke penyedia," kata Syaifudin Zuhri.

Menurut Zuhri, Disdikpora  telah melaksanakan seluruh rekomendasi hasil hearing yang dilaksanakan dengan komisi A  akhir tahun 2021.

"Jadi, yang kami laksanakan ini hasil rekomendasi komisi A yang pada bulan-bulan akhir tahun 2021 lalu. Di antaranya sistemnya hingga teknis dan lain sebagainya itu," imbuh dia.

Dari data Disdikpora, jumlah siswa yang mendapatkan BSM tahun 2022 ini ada  54.442 siswa. Rinciannya, masing-masing siswa tingkat SD kelas 1 mendapat bantuan 600.000 rupiah. Kemudian,  siswa kelas 3 sampai 6 SD mendapat bantuan 150 ribu rupiah.

Siswa SMP memperoleh bantuan 750 ribu rupiah dan untuk kelas 9 mendapatkan 250 ribu rupiah. Total nilai uang untuk BSM mencapai 18.340.450.000 rupiah.

Baca Juga : Penyandang Disabilitas di Gresik Terima Bantuan Paket Sembako

Dari jumlah siswa ini, rinciannya untuk SD/MI  ada 34.523 anak dan SMP atau MTs berjumlah 18.919 anak.

Namun, Zuhri mengatakab Disdikpora menerima masukan dari komisi A. Disdikpora  akan melakukan evaluasi dengan musyawarah lebih dulu.

"Masukan DPRD (program ini)
dievaluasi dan wacana diberikan uang masuk ke rekening tabungan siswa. Tetapi akan dimusyawarahkan terlebih dahulu," ungkapnya.

Selama ini uang sebesar itu dikelola pengadaannya oleh 21 KPRI (Koperasi Pegawai Republik Indonesia) yang ada di Tulungagung. Alasannya, bantuan itu tidak di salurkan melalui kartu sebagaimana ATM pada umumnya, namun menggunakan barcode yang saat ini hanya bisa dicairkan melalui koperasi ini.

Namun, jika dalam praktiknya masih banyak permasalahan, pihak Disdikpora tidak mempermasalahkan jika ke depan bantuan dapat disalurkan melalui toserba atau dibelanjakan sendiri oleh penerima dengan pertanggungjawaban kuitansi.

Sampai hari ini, distribusi barang keperluan sekolah anak dari KPRI ke sekolah masih berlangsung. Bahkan, sisa yang belum transaksi per hari Selasa tanggal 19 April 2022 lalu sebesar kurang lebih 6 miliar rupiah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
Dana Bantuan Siswa Miskin bantuan siswa miskin

Berita Lainnya