Kemendikbud Kupas Rapor Pendidikan via Zoom dan YouTube | Tulungagung TIMES
penjaringan-bakal-calon-jatimtimes099330c15d1b4323.jpg

Kemendikbud Kupas Rapor Pendidikan via Zoom dan YouTube

Apr 14, 2022 18:25
Anindito Aditomo selaku Kepala Badan Standar Kurikulum dan Asesmen Pendidikan Kemendikbud, sumber : youtube.com/KemendikbudRI
Anindito Aditomo selaku Kepala Badan Standar Kurikulum dan Asesmen Pendidikan Kemendikbud, sumber : youtube.com/KemendikbudRI

JATIMTIMES - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud RI) mengadakan seminar silaturahmi merdeka belajar episode empat dengan tema "Identifikasi, Refleksi, Benahi dengan Rapor Pendidikan," melalui platform Zoom Meeting dan live streaming YouTube, pada Kamis (14/4/2022).

Kemendikbud Ristek menghadirkan platform rapor pendidikan yang berisi laporan hasil Asesmen nasional dan analisa data lintas sektor untuk masing-masing satuan pendidikan dan daerah.

Baca Juga : Syarat Haji 2022: Usia 65 Tahun ke Bawah yang Bisa Berangkat

Dalam hal ini, kehadiran rapor pendidikan diharapkan dapat membantu satuan pendidikan dan pemerintah daerah dalam merencanakan kebijakan dan program pendidikan secara lebih terarah. Hal ini bertujuan untuk mengatasi berbagai persoalan mengenai pembelajaran di lingkup pendidikan.

Sebelumnya dijelaskan bahwa pemerintah daerah akan didampingi oleh pemerintah pusat dalam melakukan perencanaan berbasis data tersebut. Untuk memperdalam tema tersebut, Kemendikbud RI menghadirkan beberapa narasumber terpercaya.Diantaranya, Anindito Aditomo selaku Kepala Badan Standar Kurikulum dan Asesmen Pendidikan Kemendikbud, Fathur Rozi selaku Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo, Ni Ketut Mayoni selaku Kepala Sekolah SDN 2 Batunyala Lombok Tengah, dan Devy Mariyatul selaku Guru SMP Pgri 4 Kota Kediri.

Sebagai informasi, asesmen nasional adalah program penilaian terhadap mutu setiap sekolah, madrasah, dan program kesetaraan pada jenjang dasar dan menengah. Mutu satuan pendidikan dinilai berdasarkan hasil belajar murid mendasar pada literasi, numersi, dan karakter serta kualitas belajar-mengajar dan iklim satuan pendidikan yang mendukung pembelajaran.

Hal tersebut diperoleh dari tiga instrumen utama yaitu asesmen  kompetensi minimun, survei karakter dan survei lingkungan belajar. Terkait survei lingkungan belajar sendiri merupakan pokok bahasan yang sangat penting dalam acara tersebut.

Pasalnya, survey ini dinilai berdasarkan 9 aspek yang mempengaruhi hasil belajar dan diharapkan akan ditetapkan serta dipertahankan untuk diterapkan di lingkungan pendidikan. Hal itu antara lain pertama, kualitas pembelajaran, tingkat kualitas interaksi antara guru, siswa dan materi pembelajaran dalam proses ajar-mengajar mencakup pengelolaan kelas, dukungan afektif, pembelajaran interaktif, dan penyesuaian cara mengajar dengan tingkat kemampuan murid.

Kedua praktik perbaikan pembelajaran oleh guru. Hal ini diharapkan dapat diterapkan melalui pembelajaran dan refleksi atas praktik pengajaran dan penerapan parktif inovatif. Ketiga kepemimpinan instruksional, hal ini dapat dilihat daei kemampuan kepala sekolah untuk menyusun visi misi program serta kebijakan yang mendukung guru. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan mutu pembelajaran.

Keempat iklim keamanan di sekolah, kkondisi satuan pendidikan harus memberikan perlindungan serta rasa aman bagi warga sekolah baik secara fisik maupun mental. Hal ini diharapkan dapat diterapkan dengan pencegahan perundungan, hukuman fisik, kekerasan seksual dan penggunaan narkoba.

Kemudian pada poin kelima dijelaskan bahwa iklim Kebhinekaan di sekolah menjadi salah satu pertimbangan besar. Hal ini dikarenakan lingkungan satuan pendidikan harus dapat menghargai keragaman agama, sosial dan budaya. Serta dukungan kesetaraan hak sipil dan komitmen kebangsaan. Selanjutnya, dukungan atas kesetaraan gender sudah sepatutnya diterapkan dalam lingkungan pendidikan. Hal ini dapat dinilai dari cara satuan pendidikan berperilaku adil, memberikan kesempatan yang sama bagi warga sekolah baik laki-laki maupun perempuan.

Kendati demikian, Iklim inklusivitas diharapkan dapat memberikan pengetahuan, penerimaan serta dukungan guru terhadap murid dengan kebutuhan khusus atau kemampuan/bakat istimewa. Selanjutnya, dukungan orangtua dan murid dilingkungan pendidikan diharapkan dapat memberikan partisipasi dalam kegiatan sekolah dan penyusunan program sekolah.

Baca Juga : Teknik  Menambah dan Menghapus Filter Rotoscope pada Aplikasi Tiktok

Melansir dari latar belakang sosial-ekonomi murid. Hal ini sebaiknya dilakukan oleh lingkungan pendidikan kepada warga sekolah untuk memperoleh/mengakses layanan pendidikan yang berkualitas. Latar belakang pendidikan orangtua dan fasilitas belajar murid di lingkungan rumah.

Kemendikbud RI menyediakan salah satu link untuk warga sekolah supaya berpartisipasi dalam mengisi survey lingkungan belajar mengajar secara berintegritas. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan potret mutu satuan pendidikan secara utuh dan input, proses dan hasil. Link tersebut dapat diakses dengan menuliskan https://surveilingkunganbelajar.kemendikbud.go.id/ dikolom pencarian google maupun browser.

Dalam acara tersebut Fathur Rozi selaku Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo menyampaikan pendapatnya atas peluncuran SMB ke-19, ia berpendapat bahwa Platform tersebut memiliki nilai yang sangat keren untuk semakin mengikuti perkembangan zaman serta informasi pendidikan maupun daerah.

"Saya melihatnya ini sesuatu yang luar biasa. Satu kata untuk platform ini yaitu keren! Karena rapor pendidikan memberikan suatu informasi yang cukup komprehensif tentang kondisi pendidikan baik yang ada disatuan pendidikan maupun yang ada di daerah," ujarnya, Kamis (14/4/2022).

Sementara itu, Anindito Aditomo selaku Kepala Badan Standar Kurikulum dan Asesmen Pendidikan Kemendikbud, menjelaskan tentang rapor pendidikan Indonesia serta apa saja data yang berada di dalamnya.

"Rapor pendidikan ini istimewa karena merupakan kelanjutan dari episode merdeka belajar yang awal sekali yaitu desember 2019. Ini sebenarnya merupakan rangkaian dan bagian dari upaya untuk merombak sistem evaluasi pendidikan kita sekarang ini. Ini adalah cara Kemendikbud untuk mendorong satuan pendidikan, dinas pendidikan dan pemda untuk lebih memperhatikan kualitas," tuturnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
platform rapor pendidikan rapot pendidikan

Berita Lainnya