Omicron Menyeruak, Asesmen PPKM Level Jawa-Bali Kembali Diterapkan Sepekan | Tulungagung TIMES
penjaringan-bakal-calon-jatimtimes099330c15d1b4323.jpg

Omicron Menyeruak, Asesmen PPKM Level Jawa-Bali Kembali Diterapkan Sepekan

Jan 17, 2022 14:35
Ilustrasi. (Foto: Source google).
Ilustrasi. (Foto: Source google).

JATIMTIMES - Menyeruaknya kasus varian baru covid-19 Omicron membuat pemerintah pusat memasang kewaspadaan tinggi. Karena itu, asesmen Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level khusus Jawa-Bali kembali berlaku dalam hitungan sepekan saja.

Dengan begitu, masa perpanjangan PPKM level Jawa-Bali diperpanjang hingga 24 Januari 2022 saja atau selama satu pekan ke depan. Hanya, perubahan level PPKM setiap daerah masih akan disampaikan lebih lanjut.

Baca Juga : Pemkot Malang Masih Tunggu Hasil Pemeriksaan Suami Pasien Omicron Asal Kabupaten Malang

"PPKM level sampai tanggal 24," kata Jodi Mahardi selaku juru bicara Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan seperti dilansir dari berbagai sumber, Senin (17/1/2021).

Sebelumnya, dengan kasus covid-19 yang melandai, pemerintah memberlakukan asesmen PPKM level setiap 2 pekan sekali. Namun, karena lonjakan barian baru covid-19 Omicron di tanah air, penerapan asesmen PPKM level mingguan kembali dijalankan. 

"Selain itu, pemerintah akan kembali melakukan asesmen PPKM yang dievaluasi setiap minggunya dan menghapus asesmen 2 minggu semata-mata untuk mengikuti perkembangan Omicron yang diprediksi meningkat sangat cepat ini," kata Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan Minggu (16/1/2022).

Luhut menegaskan PPKM level masih menjadi pilihan kebijakan pemerintah dalam menangani kasus Covid-19 di Indonesia. Dalam hal ini pemantauan secara ketat terhadap perkembangan dan lonjakan kasus yang disebabkan oleh Omicron akan dilakukan.

"Saya menegaskan bahwa pemerintah tetap menggunakan PPKM level berbasis pengetatan sosial bagi masyarakat," katanya.

Baca Juga : 1 Warga Kota Malang Terkena Omicron, Ini Kondisinya Sekarang

Luhut menegaskan, dengan kemunculan Omicron, sistem kesehatan Indonesia dipastikan sudah siap menghadapi kenaikan kasus covid-19. Kendati demikian, Ia tetap mengimbau masyarakat tetap menjaga protokol kesehatan.

"Perlu saya tegaskan sekali lagi bahwa pemerintah memastikan sistem kesehatan kita hari ini sudah cukup siap untuk menghadapi Omicron. Namun langkah-langkah preventif yang berasal dari kesadaran masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan merupakan kunci utama penekanan laju penyebaran kasus ini. Pemerintah siap, kalau masyarakat tidak siap, itu juga jadi masalah," tandasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
omicron virus covid 19 omicron

Berita Lainnya