Malam Jumat Kliwon Warga Tulungagung selalu Siapkan Sesajen, Ternyata ini Makna Dibaliknya | Tulungagung TIMES

Malam Jumat Kliwon Warga Tulungagung selalu Siapkan Sesajen, Ternyata ini Makna Dibaliknya

Jan 13, 2022 21:15
Ilustrasi. (Foto: Istimewa).
Ilustrasi. (Foto: Istimewa).

JATIMTIMES - Malam Jumat Kliwon di bulan Januari 2022, yang pertama jatuh pada 13 Januari. Di Kabupaten Tulungagung, setiap malam Jumat Kliwon tiba, masih banyak orang yang meyakini jika malam itu bukan malam biasa, namun banyak keistimewaan dan dikeramatkan.

Bagi sebagian masyarakat Jawa, yang sangat paham dengan tradisi yang berkaitan dengan hari-hari Jawa lengkap dengan weton atau pasangannya, banyak yang meyakini jika malam Jumat Kliwon hari yang angker.

Baca Juga : Terkait Dugaan Penyelewengan Dana Desa Batangsaren, Kajari Tulungagung Minta BPKP Jatim Lakukan Audit Ulang

"Karena biasanya nenek saya dulu menyiapkan sandingan (sesajen) di meja dengan diberi lampu ublik di dekatnya," kata Yusuf (34) warga yang masih melestarikan tradisi leluhurnya.

Baginya, mempertanyakan tradisi di Malam Jumat Kliwon bukan sesuatu yang tabu atau syirik. 

"Sudah saya tanyakan ke kyai, asal sedekah itu ditujukan niatnya pada Allah maka boleh. Yang kita pertahankan budayanya," ujarnya. 

Sesajen di malam jumat kliwon itu, bisa berupa kembang telon dan masakan sandingan yang juga sering diadakan saat malam Jumat Legi. 

"Dua malam jumat utama, Kliwon dan Legi. Keluarga kami selalu rutin menyiapkan sesajen dan sedekahan sederhana untuk diberikan pada tetangga atau anak-anak," paparnya.

Di Kabupaten Tulungagung sendiri, kepercayaan sudah terbentuk di masyarakat jika malam Jumat Kliwon mempunyai kekuatan magis atau mistis.

"Bukan hanya bulan suro, mencuci atau membersihkan keris dilakukan oleh leluhur saya," ungkapnya. 

Baca Juga : Camilan Wajib Warga Tulungagung, Ini Manfaat Singkong dan Ubi Jalar Bagi Tubuh saat Musim Hujan Tiba

Lebih dari itu, malam jumat kliwon juga sering dimanfaatkan orang yang mencari pesugihan.

"Bagi yang percaya, banyak yang meyakini jika makhluk gaib atau dedemit bergentayangan atau keluyuran," imbuhnya. 

Yusuf masih percaya, jika arwah para leluhur pulang ke rumah saat malam Jumat Kliwon tiba.

"Memasang sandingan, atau semacam sesaji berupa makanan favorit almarhum selama hidup sebagai tradisi ini agar kita selalu mengingat orang tua yang telah tiada," jelasnya.

Bahkan, di tradisi yang dipercaya Yusuf dan kebanyakan warga, jika ada yang meninggal pada malam Jumat Kliwon dianggap meninggal dalam keadaan baik. 

Topik
malam jumat kliwon malam jumat kliwon sesajen jumat kliwon Kabupaten Tulungagung berita tulungagung Berita Jatim

Berita Lainnya