Desain Terbaru Istana Negara usai Revisi 8 Kali, Lebih Terlihat Megah dan Modern  | Tulungagung TIMES

Desain Terbaru Istana Negara usai Revisi 8 Kali, Lebih Terlihat Megah dan Modern 

Jan 07, 2022 13:48
Desain terbaru IKN. (Foto: Instagram)
Desain terbaru IKN. (Foto: Instagram)

JATIMTIMES - Rencana pemerintah untuk memindahkan ibu kota negara (IKN) dari DKI Jakarta ke Kalimantan Timur tetap dikebut. Desain final bangunan IKN di Kalimatan Timur pun telah mendapatkan persetujuan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). 

Kabar persetujuan itu dibagikan langsung oleh perancang Istana Negara IKN, Nyoman Nuarta, di akun Instagramnya @nyoman_nuarta pada Selasa (4/1/2022). 

Baca Juga : Realisasi Islamic Center Tahap 2 Tunggu Site Plan Baru Tuntas

"Desain Istana IKN yang telah final disambut dengan sukacita dan telah disetujui presiden," tulis Nyoman pada keterangannya. Menurut Nyoman, desain yang dirancang itu sudah final usai mendapat revisi sebanyak 8 kali. 

Acara persetujuan desain IKN itu juga dihadiri oleh sejumlah pejabat negara. Yaitu Menteri Sekretariat Negara Pratikno, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, dan Direktur Jenderal Cipta Karya Diana Kusumastuti. 

"Terima kasih atas segala dukungannya untuk dapat menciptakan karya orisinal yang tidak dipengaruhi kaidah-kaidah arsitek kolonial," lanjut Nyoman. 

Bersamaan dengan itu, banyak pujian dari warganet terkait desain IKN baru yang dibuat Nyoman. Di akun Instagram Nyoman @nyoman_nuarta, mantan Duta Besar Indonesia untuk Selandia Baru Tantowi Yahya memuji desain Istana Negara itu. 

Tantowi menilai bahwa desain tersebut terlihat sangat megah dan modern. "Sangat megah. Desain yang modern dan fungsional yang berangkat dari nilai-nilai lokal. Kita, rakyat Indonesia pasti akan bangga ketika istana IKN ini terwujud nantinya. Bangga punya seniman seperti Pak Nyoman Nuarta," kata Tantowi melalui akun Instagram pribadinya @tantowiyahyaofficial. 

Luas Istana IKN Bertambah 

Selain itu, diungkapkan bahwa pada awalnya, kompleks Istana Negara yang baru ini akan dibangun pada lahan seluas 55 hektare. Namun, Jokowi meminta agar luasnya ditambah untuk mengakomodasi botanical garden yang lebih besar. 

"Sekarang di gambar (desain) luasnya 55 hektar, tetapi hasil pertemuan kemarin Pak Presiden ingin hutannya, yang dibuat kebun raya itu diperluas," ujar Nyoman. 

Baca Juga : Sederet Fakta Terbaru Kasus 3 Mahasiswi UMY yang Diperkosa Eks Aktivis Kampus

Hingga akhirnya disetujui dengan luas menjadi 100 hektare. "Presiden ingin agar di bagian kiri, kanan, dan depan nanti dibuat untuk hutan hijau," ucap Nyoman. 

Pohon Eukaliptus Akan Ditanam Lagi 

Nyoman juga menyebut soal kondisi lingkungan di calon kompleks Istana Negara baru. Menurut dia, lokasi yang menjadi tempat pembangunan Istana Negara IKN sebelumnya adalah hutan produksi. 

Hutan itu ditanami pohon eukaliptus sebagai pendukung produksi kertas. Namun, akibat proyek pembangunan IKN, kondisi hutan pohon eukaliptus akan menjadi gundul. 

"Sehingga harus ditanami lagi. Nanti kalau bisa pohon eukaliptus jangan dihilangkan," harap Nyoman. 

Topik
Istana Negara baru Ibu kota negara baru Presiden Joko Widodo Nyoman Nuarta

Berita Lainnya