Monitor Lulusan agar Tidak Nganggur, SMKN 1 Boyolangu Punya Aplikasi Tracer Study | Tulungagung TIMES

Monitor Lulusan agar Tidak Nganggur, SMKN 1 Boyolangu Punya Aplikasi Tracer Study

Dec 27, 2021 21:47
SMKN 1 Boyolangu Kabupaten Tulungagung. (Foto: Muhsin/TulungagungTIMES)
SMKN 1 Boyolangu Kabupaten Tulungagung. (Foto: Muhsin/TulungagungTIMES)

JATIMTIMES - Inovasi hebat dikeluarkan  SMKN 1 Boyolangu. Sekolah kejuruan yang mendapat predikat sebagai salah satu SMK Pusat Keunggulan (SMK PK) di Tulungagung ini tetap memperhatikan para siswanya meskipun sudah lulus sekolah.

Perhatian yang dimaksud adalah menelusuri dan mendata semua akttivitas pak lulus sekolah untuk dilakukan rekapitulasi dan mempeesentase tingkat kesuksesan alumni melalui sebuah aplikasi atau website sekolah, yaitu Tracer Study.

Baca Juga : Resmi, Tilang Elektronik Diterapkan di Kota Blitar

Kepala SMKN 1 Boyolangu Arik Eko Lestari melalui Waka Kesiswaan, Niken Hari Pratiwi mengatakan, SMKN 1 Boyolangu merupakan salah satu SMK di Tulungagung yang telah mendapat predikat sebagai SMK PK. Artinya pihak sekolah mempunyai kewajiban untuk meningkatkan kwalitas lulusan dengan sasaran BMW (bekerja, melanjutkan dtudy, wirausaha).

Menurut Niken, dengan target sasaran BMW, maka sekolah harus mampu mencetak semua lulusan tidak boleh ada yang menganggur, sehingga pihak sekolah harus mengetahui informasi para lulusan mempunyai aktifitas apa saja.

"Ada aplikasi atau website Tracer Study, untuk menelusuri lulusan melalui sebuah aplikasi online, yang bisa mengetahui mempersentase lulusan sekolah itu kemana saja," kata Niken di Kantornya. Senin (27/12/2021).

Selain itu, lanjut Niken, Januari 2022 mendatang, akan ada pembentukan Ikatan Alumni SMKN 1 Boyolangu yang bertujuan untuk memaksimalkan telusur terhadap para alumni sekaligus meningkatkan ratting sekolah.

Pembentukan wadah alumni itu juga bertepatan dengan ulang tahun emas atau 50 Tahun berdirinya SMKN 1 Boyolangu yang disitu akan menghadirkan para alumni yang sudah sukses untuk memberikan motivasi kepada yunior-yuniornya. Untuk yang terdata saat ini, sebut Niken, ada alumni yang sudah mempunyai posisi penting salah satunya adalah sebagai presiden direktur di perusahaan ojek online ternama di Indonesia.

"Tracer Study biasanya direkap setiap satu bulan sekali, tapi kendalanya kadang anak-anak masih malas untuk mengisi website itu," ungkapnya.

Dijelaskan, data Tracer Dtudy yang di-update per 17 September 2021 menunjukkan lulusan 2020-2021 dengan jumlah lulusan 825 siswa, ada 65 siswa sudah mandiri atau berwirausaha, 245 siswa bekerja pada perusahaan swasta, dan 296 siswa melanjutkan study, dan yang belum tertelusur sekitar 26%.

Tingginya alumni yang belum tertelusur, membuat sekolah menyusun strategi agar aplikasi atau website yang sudah dirilis itu bisa berjalan paling tidak 90%. "Terget kita jangan sampai kedepan ada lulusan yang tidak tertelusur," jelas Niken.

Niken mengungkapkan, sebagai sekolah penyandang predikat SMK PK ada konsekuensi yang harus dilakukan yaitu menjamin sekian persen dari lulusan yang meneruskan study agar tetap linear artinya sesuai dengan jurusan yang diambil ketika di sekolah. "Kita berkewajiban memotivasi dan mengarahkan siswa yang melanjutkan study agar linear," imbuhnya.

Baca Juga : Minimalisir Kegiatan di Luar Rumah, Kemendikbudristek Beri Tontonan Menarik Selama Libur Nataru

Selain itu, tahun depan SMKN 1 Boyolangu akan mengadakan kembali program Character Building atau pendidikan karakter yang sempat berhenti karena pandemi covid-19. Program character building biasanya bekerjasama dengan Brimob Kompi 1 Batalyon C Pelopor Kediri yang secara teknis akan dibahas dengan wali murid dan komite saat pembagian raport.

"Kita akan mengadakan kembali pendidikan karakter yang mana itu sinkron dengan program SMK PK yaitu P5BK (Program Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Budaya Kerja)," tutupnya.

Untuk diketahui, sebagai wadah inovasi dari siswa, SMKN 1 Boyolangu juga sudah mempunyai ruang pamer yang merupakan implementasi dari program BLUD (Badan Layanan Umum Daerah), dan produk TEFA (Teacher Factory) jurusannya adalah sebagai berikut:

1. Jurusan Akuntansi : School Bank, produk TEFA yang bisa digunakan siswa atau masyarakat untuk menabung, atau bertransaksi lain seperti membayar tagihan listrik, telpon, dan lain-lain.

2. Jurusan DKV (Desain Komunikasi Visual), produk TEFAnya bisa melayani siswa atau masyarakat dalam untuk jasa sablon kaos, membuat pin atau dsain segala macam gambar dan logo.

3. Jurusan MM (Multi Media), Produk TEFAnya bisa melayani siswa atau masyarakat terkait produk perfilman, animasi, broadcasting, termasuk pembuatan year book sekolah atau kartu pelajar yang saat ini sudah mulai dipasarkan ke beberapa sekolah di Tulungagung.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
Tracer Study SMKN Boyolangu berita tulungagung

Berita Lainnya