06/12/2022 Aquaponik, Terobosan Kelurahan Botoran Jaga Ketahanan Pangan di Masa Pandemi | Tulungagung TIMES

Aquaponik, Terobosan Kelurahan Botoran Jaga Ketahanan Pangan di Masa Pandemi

Dec 07, 2021 12:07
Narasumber saat memaparkan pertanian memakai sistem aquaponik di Kelurahan Botoran. Senin, 6/12/2021. (Foto: Istimewa)
Narasumber saat memaparkan pertanian memakai sistem aquaponik di Kelurahan Botoran. Senin, 6/12/2021. (Foto: Istimewa)

Pewarta: Muhamad Muhsin Sururi | Editor: Sri Kurnia Mahiruni

JATIMTIMES - Sebuah terobosan ekonomi dikeluarkan Kelurahan Botoran Kabupaten Tulungagung. Kelurahan yang terletak di utara pusat kota Tulungagung mempunyai kondisi geografis lahan beton, artinya hampir setiap rumah warga tidak mempunyai halaman atau tanah pekarangan.

Sebagai upaya menambah keterampilan serta menjaga ketahanan pangan masyarakat, Kelurahan Botoran membuat kegiatan pelatihan dan sosialisasi aquaponik, Senin (6/12/2021).

Baca Juga : WhatsApp Resmi Rilis Fitur Pesan Hilang Otomatis dalam 24 Jam hingga 90 Hari

Lurah Botoran, Priyo Harjoko mengatakan, adanya pelatihan dan sosialisasi aquaponik diharapkan bisa menambah keterampilan agar masyarakat lebih kreatif yang minimal untuk ketahanan pangan yaitu mencukupi kebutuhan sayur sayuran keluarga.

Selain itu, pelatihan dan sosialisasi aquaponik diharapkan akan mampu menambah penghasilan/pendapatan keluarga maupun masyarakat Kelurahan Botoran sekaligus sebagai salah satu upaya pemerintah untuk membangkitkan ekonomi masyarakat.

“Karena pandemi ini sangat memukul (ekonomi) masyarakat, jadi perlu adanya terobosan artinya masyarakat bisa lebih bergerak untuk aktif lagi,” kata Lurah Priyo usai acara sosialisasi dan pelatihan di kantornya, Senin (6/12/2021).

Menurut Priyo, kegiatan sosialisasi dan pelatihan aquaponik diikuti oleh 50 peserta, dan peserta yang hadir itu diharapkan nantinya menularkan ilmu yang didapatnya  kepada saudara, tetangga dan lingkup lingkungan sekitar masing-masing.

“Ini nanti berkelanjutan, nantinya, kita fasilitasi masing-masing Kelompok Dasa Wisma untuk mengembangkan. Nanti kita berusaha fasilitasi alatnya supaya dapat dikembangkan di dasa wisma lainnya,” terangnya.

Di tempat yang sama, Babinsa Botoran Sertu Junaedi melalui Serda Dwi Harianto mengatakan, sebagai bagian keamanan wilayah, pihaknya sangat mendukung upaya Kelurahan Botoran dalam melakukan terobosan yakni pemberdayaan aquaponik.

Dari segi ilmu keterampilan, lanjutnya, pelatihan dan sosialisasi itu bisa bermanfaat membantu dalam meningkatkan kreativitas warga. Dan jika dilihat dari kondisi wilayah, Kelurahan Botoran tidak mempunyai lahan yang luas, maka dengan menanam sayur pakai sistem aquaponik itu sangat bagus.

"Dengan sistem itu bisa mengurangi jumlah pengeluaran, misal kalau belanja itu harus mengeluarkan uang, nanti tinggal memetik panen sendiri dan langsung bisa dimanfaatkan,” kata Serda Dwi singkat.

Sementara itu, Narasumber Pelatihan dan Sosialisasi Aquaponik, Rahardian Andre mengatakan, pertanian memakai sistem aquaponik adalah salah satu inovasi untuk menjaga ketahanan pangan khususnya di wilayah perkotaan yang mempunyai lahan relatif sempit.

Baca Juga : 2 Cara untuk Mengganti Salat yang Pernah Ditinggalkan di Masa Lalu

Menurutnya, pertanian memakai sistem aquaponik tidak membutuhkan biaya yang besar, karena bisa disiasati dengan memang limbah plastik seperti bekas botol minuman kemasan/air mineral, paralon, dan lain-lain.

“Aquaponik tidak mahal, hanya perlu mengeluarkan biaya kecil, karena bisa memanfaatkan limbah plastik," kata pria yang akrab disapa Riyan.

Pria yang juga sebagai direktur CV. Anugrah El-Technik ini menjelaskan, aquaponik merupakan salah satu sistem pertanian yang memadukan budidaya perikanaan dan budidaya tanaman khususnya sayuran tanpa media tanah (hidroponik). 

Sistem aquaponik, banyak digunakan masyarakat perkotaan untuk menghemat lahan dengan mendapatkan dua manfaat sekaligus, yaitu bisa memanen 2 hasil sekaligus dalam satu waktu yaitu ikan dan sayuran segar.

Tanaman yang dapat tumbuh secara aquaponik adalah tanaman sayuran seperti kangkung, sawi, selada dan sayuran daun lainnya. Sedangkan jenis ikan yang cocok dengan sistem aquaponik ini adalah ikan lele, patin dan nila. 

"Aquaponik sangat tepat untuk program ketahanan pangan di perkotaan, sekaligus bisa menggerakkan ekonomi masyarakat ditengah Pandemi Covid-19," tutupnya.

Judul berita Aquaponik, Terobosan Kelurahan Botoran Jaga Ketahanan Pangan di Masa Pandemi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Topik
Sistem Aquaponik pelatihan aquaponik

Berita Lainnya