Viral Aksi Seorang Pria Tempelkan Kelamin ke Kitab Bertuliskan Arab, Pelaku Berhasil Diciduk | Tulungagung TIMES
penjaringan-bakal-calon-jatimtimes099330c15d1b4323.jpg

Viral Aksi Seorang Pria Tempelkan Kelamin ke Kitab Bertuliskan Arab, Pelaku Berhasil Diciduk

Nov 27, 2021 11:59
Aksi Seorang Pria Tempelkan Kelamin ke kitab bertuliskan Arab (Foto: Screenshoot)
Aksi Seorang Pria Tempelkan Kelamin ke kitab bertuliskan Arab (Foto: Screenshoot)

JATIMTIMES - Aksi seorang pria di Rawalumbu, Kota Bakase diduga melakukan penistaan terhadap agama. Bahkan aksi pria itu sangat menggeramkan. 

Pria tersebut menempelkan kemaluannya ke sebuah kitab bertuliskan Arab. Pria itu lalu merekam aksinya melalui kamera ponsel hingga viral di media sosial. 

Warganet menduga buku yang dilecehkan itu adalah sebuah Alquran. 

Baca Juga : Gandeng Pemkot Kediri, BI Kediri Sosialisasikan QRIS dan SI APIK kepada Pelaku UMKM

"Pria Iblis Bernama Bobby Dari Bekasi Menempelkan Kemaluannya Ke Alquran ..Harus Di Hukum Mati," ujar akun Twitter @SorotMata_212_.

Namun hingga berita ini ditulis, belum ada kepastian apakah benda yang ditempeli kemaluan oleh pelaku itu adalah Alquran. Sekilas dalam buku itu memang terlihat huruf Arab dengan terjemahan bahasa Indonesia pada buku atau kitab itu.

Video viral itu berdurasi 56 detik. Awalnya video itu memperlihatkan seorang pria yang sedang merekam dirinya.

Pria itu lalu mengarahkan kamera handphonenya ke arah celana. Pria itu kemudian membuka ritsleting celananya dan mengeluarkan kelaminnya, lalu menempelkannya pada buku atau kitab tersebut.

Baca Juga : Sayyid Ahmad Khan, Ilmuwan Keturunan Nabi Muhammad SAW dari India

Peristiwa itu dibenarkan oleh Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota AKBP Heru Purnomo. Kini sang pelaku pun sudah diamankan.

"Iya benar (sudah diamankan). Silakan hubungi Humas," kata Heru. 

Kini polisi tengah melakukan pemeriksaan terhadap pria tersebut. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
Penistaan Agama pelecehan agama

Berita Lainnya