Besok, Dispendikpora Tulungagung Akan Cek Kakak Beradik yang Tidak Disekolahkan Ortunya | Tulungagung TIMES

Besok, Dispendikpora Tulungagung Akan Cek Kakak Beradik yang Tidak Disekolahkan Ortunya

Nov 18, 2021 20:32
Sekretaris Dispendikpora Tulungagung Syaifudin Juhri / Foto : Anang Basso / Tulungagung TIMES
Sekretaris Dispendikpora Tulungagung Syaifudin Juhri / Foto : Anang Basso / Tulungagung TIMES

JATIMTIMES - Dua anak kakak beradik Tyo (13) dan Manta (9) warga Podorejo, Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung yang tidak pernah disekolahkan orang tuanya menjadi perhatian dinas terkait. Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga (Dispendikpora) Kabupaten Tulungagung akan mendatangi rumah keluarga itu, Jumat (19/11/2021) besok.

"Kami sangat prihatin. Akan kita perintahkan Kabid-nya untuk mendatangi tempat anak itu, besok," kata Sekretaris Dispendikpora Kabupaten Tulungagung Syaifudin Juhri, Kamis (18/11/2021).

Baca Juga : Hari Jadi Tulungagung ke-816, PDI Perjuangan Beri Catatan Kritis

Menurutnya, hak anak untuk mendapatkan pendidikan wajib didapatkan terlepas apapun masalahnya. "Jika memang masalahnya pada orang tua, itu hal yang tidak boleh menjadikan anak jadi korban," ujarnya.

Oleh karenanya, Juhri ingin melihat langsung dan mencarikan solusi bagi Tyo dan Manta yang sejak kecil hingga tumbuh menuju remaja tidak pernah mengenyam pendidikan sama sekali itu.

"Kita akan ke desa setempat. Kita minta diantarkan ke rumah yang bersangkutan. Kita cari tahu masalahnya dan jika memang faktanya demikian, maka kita akan arahkan untuk sekolah," tuturnya.

Mengingat usia anak yang usianya tergolong telat itu, Dispendikpora belum bisa memastikan apakah akan diarahkan ke SD terdekat atau melalui jalur paket. "Belum bisa jika kita belum tahu duduk masalahnya, yang jelas setelah ke rumah keluarga dan mengetahui masalahnya, maka kita akan putuskan kemana harus sekolah," ungkapnya.

Seperti diketahui, kakak beradik ini baru setahun lalu pindah dari Tangerang, Jawa Barat ke Desa Podorejo, Kecamatan Sumbergempol karena ikut orang tua lelakinya.

Kepala desa Podorejo Ma'ruf mengatakan, atas laporan warga sekitar ia bersama Babinkamtibmas dan Babhinsa kemudian mendatangi rumah Nur Kholis (47) orang tua Tyo dan Manta untuk mencarikan solusi pada pendidikan anak.

"Datang ke sini (Podorejo) setahun ini. Ikut orang tua lelaki. Ibunya masih di Tangerang, berpisah namun belum resmi bercerai," kata Ma'ruf.

Pemerintah Desa Podorejo, menurut Ma'ruf, sangat prihatin dengan kondisi dua anak yang hingga usia 9 dan 13 tahun itu belum pernah mengenyam bangku sekolah.

Baca Juga : Kakak Adik di Tulungagung Ini Tak Disekolahkan Ortunya, Bikin Kepala Desa Menangis

"Jika melihat anak itu, siapapun akan merasa kasihan dan mungkin mbrebes mili (menangis).Begitu kerasnya hidup di kota besar," tuturnya. 

Saat Ma'ruf mendatangi rumahnya, Nur Kholis kooperatif dan merasa senang jika kedua anaknya akan sekolah. "Untuk orang tuanya proaktif boleh disekolahkan nanti saya usahakan. Cuma dua anak itu belum sama sekali sekolah," ungkapnya. 

Karena usia tergolong telat, Ma'ruf mengaku akan segera koordinasi dengan sekolah dasar terdekat. "Kita akan bicarakan dengan SD (terdekat)," terangnya. 

Sementara itu, salah satu tetangga yang prihatin dengan kondisi anak itu mengaku selama ini sudah memberi saran ke Nur Kholis. Namun, karena tanggapan kurang baik, niat tetangga ini berhenti dan memilih menunggu tindakan pihak yang berwenang untuk mencarikan solusi. 

"Kita sudah sering membahas dengan lingkungan. Sudah ada yang menyampaikan namun tidak mendapat respon yang baik," kata YN (50) warga sekitar.

Topik
dispendikpora kabupaten tulungagung anak tidak bisa sekolah berita tulungagung

Berita Lainnya