10/12/2022 Luhut Buka Suara, Klaim PT GSI Didirikan untuk Ladang Amal PCR Bukan Cari Untung | Tulungagung TIMES

Luhut Buka Suara, Klaim PT GSI Didirikan untuk Ladang Amal PCR Bukan Cari Untung

Nov 05, 2021 13:57
Luhut Binsar Pandjaitan (Foto: Kompas.com)
Luhut Binsar Pandjaitan (Foto: Kompas.com)

Pewarta: Desi Kris | Editor: Dede Nana

JATIMTIMES - Usai diterpa isu tak sedap soal keterkaitan bisnis PCR, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, akhirnya buka suara.

Luhut sebelumnya disebut meraup keuntungan besar bisnis dari penyediaan alat tes Covid-19, seperti polymerase chain reaction (PCR) dan antigen. 

Baca Juga : Implementasi MBKM, Prodi Akuntansi Unikama Jalin Kerjasama dengan UTM, Ini Fokus Kerjasamanya

Keuntungan itu berasal dari hasil investasi sahamnya di PT Genomik Solidaritas Indonesia (GSI). Bisnis utama dari PT GSI memang menyediakan tes PCR dan swab antigen. 

Sebagai pemain besar, PT GSI bahkan bisa melakukan tes PCR sebanyak 5.000 tes per hari. Laboratorium berkapasitas besar milik PT GSI didirikan tak lama setelah pandemi Covid-19 merebak 2020 lalu. 

Sejumlah pengusaha besar patungan untuk mendirikan PT GSI tersebut. Nama pejabat lain yang dikaitkan dalam kepemilikan saham di PT GSI adalah Menteri BUMN Erick Thohir. 

Di mana ada Yayasan Adaro yang ikut menjadi pemegang saham. Adaro merupakan raksasa tambang batubara milik Garibaldi Thohir yang tak lain adalah kakak Erick Thohir. 

Selain Toba Sejahtera dan Adaro, pemegang saham lainnya yakni Grup Indika milik Arsjad Rasjid yang saat ini menjabat sebagai Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) periode 2021-2026. 

Dalam hal ini, Luhut pun menegaskan bahwa dirinya tidak pernah sedikit pun mengambil keuntungan dari bisnis tersebut. Bahkan, perusahaan PT GSI banyak berperan dalam menyediakan tes PCR gratis untuk membantu masyarakat. 

"Saya ingin menegaskan beberapa hal lewat tulisan ini. Pertama, saya tidak pernah sedikit pun mengambil keuntungan pribadi dari bisnis yang dijalankan PT Genomik Solidaritas Indonesia," kata Luhut melalui keterangan yang diunggah pada akun Facebook dan Instagram-nya dikutip Jumat (5/11/2021). 

"Hingga saat ini tidak ada pembagian keuntungan baik dalam bentuk dividen maupun dalam bentuk lain kepada pemegang sahamnya," kata dia lagi. 

Luhut bilang, saat ini banyak informasi simpang siur terkait bisnis PCR PT GSI yang sebagian sahamnya dimiliki perusahaannya, TOBA. Terlebih, bisnis PCR perusahaan itu kemudian dikaitkan dengan kebijakan pemerintah yang mewajibkan PCR untuk pengguna moda transportasi. Sehingga, Luhut harus menjelaskan langsung ke publik. 

"Namun, saya berkesimpulan harus menjelaskan dengan detail sesuai fakta yang ada dikarenakan ada disinformasi yang efeknya tidak hanya menimbulkan kegaduhan tetapi juga memunculkan ketakutan bagi mereka yang punya niat tulus dan semangat solidaritas tinggi untuk melihat negeri ini bangkit lalu pulih dari pandemi," sambung Luhut.

Luhut mengatakan, keuntungan dari PT GSI banyak digunakan untuk memberikan tes swab gratis kepada masyarakat yang kurang mampu serta tenaga kesehatan, termasuk di Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet. 

Ia juga menjelaskan, pada awal pandemi 2020, Indonesia masih terkendala dalam hal penyediaan tes Covid-19 untuk masyarakat.

Melalui GSI inilah tes Covid-19 disediakan. Namun, penyediaan tes itu tentunya tidak gratis.

Oleh sebab itu, Luhut beserta rekan-rekan pengusaha dari Indika Group, PT Adaro Energy Tbk, serta Northstar mengajak untuk membiayai penyediaan tes dari hasil keuntungan mereka. 

Luhut sendiri membiayai penyediaan tes Covid-19 melalui PT Toba Bumi Energi, yang di dalamnya terdapat 10 persen saham miliknya. 

Baca Juga : MiECP Siap Lindungi dan Jadi Klaim 154 Penyakit Kritis

Ia menegaskan, GSI tak bertujuan untuk mencari keuntungan bagi para pemegang saham. 

"Sesuai namanya, Genomik Solidaritas Indonesia. Memang ini adalah kewirausahaan sosial sehingga tidak sepenuhnya bisa diberikan secara gratis," ungkap Luhut. 

"Partisipasi yang diberikan melalui Toba Bumi Energi merupakan wujud bantuan yang diinisiasi oleh rekan-rekan saya dari Grup Indika, Adaro, Northstar, dan lain-lain yang sepakat bersama-sama membantu penyediaan fasilitas tes Covid-19 dengan kapasitas yang besar," jelas Luhut lagi. 

Bantuan itu, kata Luhut, telah terbuka sejak awal dilakukan. Ia pun menjelaskan alasan tidak menggunakan nama yayasan seperti yang dilakukan oleh Adaro dan Indika Group. 

"Kenapa saya tidak menggunakan nama yayasan? Karena memang bantuan yang tersedia berada dari perusahaan. Dan memang tidak ada yang saya sembunyikan di situ," tandas Luhut.

Profil PT GSI

Bisnis utama dari PT GSI adalah menyediakan tes PCR dan swab antigen. Sebagai pemain besar, PT GSI  bisa melakukan tes PCR sebanyak 5.000 tes per hari.  

Lab milik PT GSI bahkan terbilang sangat modern. Perusahaan ini juga membuka laboratorium tes PCR berstandar Biosafety Level (BSL) 2+.

Laboratorium GSI Lab ini dirancang untuk memberikan pelayanan tes PCR yang tidak hanya berskala masif, namun juga memberikan hasil tes yang lebih cepat. 

Selain membuka jasa layanan PCR dan antigen di lokasi laboratoriumnya di Cilandak, Jakarta Selatan, PT GSI juga menawarkan layanan datang ke rumah atau kantor (home service) untuk perusahaan maupun konsumen perorangan. 

Selain Cilandak, bisnis ini juga tersebar di lokasi lainnya seperti Bintaro Tangerang, Kuningan Jakarta Selatan, Cengkareng, dan Depok. 

Mengutip dari laman resmi GSI Lab, biaya tes swab PCR di PT GSI ditetapkan sebesar Rp 275.000. Harga ini sudah sesuai dengan ketentuan pemerintah terkait batas tertinggi harga tes PCR. Dengan tarif tersebut, hasil tes PCR bisa keluar di hari yang sama atau kurang dari 24 jam.

Bahkan, PT GSI bisa menerbitkan hasil tes PCR dalam waktu 12 jam. Operasional GSI Lab juga tanpa libur yakni selama 7 hari, dari Senin sampai Minggu, dengan jam operasional dari pukul 08.00 - 21.00 WIB. 

Perusahaan ini mengklaim sudah memiliki lebih dari 1.000 klien dari berbagai perusahaan. 

Judul berita Luhut Buka Suara, Klaim PT GSI Didirikan untuk Ladang Amal PCR Bukan Cari Untung.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Topik
Luhut Binsar Pandjaitan pt gsi

Berita Lainnya