Ikuti Google Maps, Mobil Pickup di Blitar Nyaris Terperosok ke Sungai | Tulungagung TIMES
penjaringan-bakal-calon-jatimtimes099330c15d1b4323.jpg

Ikuti Google Maps, Mobil Pickup di Blitar Nyaris Terperosok ke Sungai

Nov 04, 2021 15:19
Sebuah mobil pick up nyaris terperosok ke sungai.(Foto : Humas Polres Blitar)
Sebuah mobil pick up nyaris terperosok ke sungai.(Foto : Humas Polres Blitar)

JATIMTIMES - Kecelakaan lalu lintas tidak hanya disebabkan kerusakan kendaraan atau keteledoran pengendara. Baru-baru ini sebuah kecelakaan lalu lintas terjadi akibat aplikasi penunjuk arah Google Maps. Ya Google Maps banyak digunakan untuk mendapatkan arahan detail dari suatu lokasi. 

Banyak yang memanfaatkan aplikasi ini untuk mempermudah mencari jalan terdekat sebuah lokasi yang hendak dituju. Banyak yang terbantu dengan aplikasi ini. Alamat atau lokasi dapat ditemukan dengan mudah hanya dengan mengikuti arahan dan petunjuk Google Maps. Namun tak demikian yang dialami pengemudi di Blitar ini. Sebuah mobil pick up nyaris terperosok ke sungai gara-gara aplikasi Google Maps.

Baca Juga : Anak- anak Usia 6-11 Tahun Dipastikan Mendapat Vaksinasi, Pemkot Blitar Segera Lakukan Pendataan

Informasi yang dihimpun JATIMTIMES, diduga mobil pick up tersebut mengikuti petunjuk google maps dan  tanpa sengaja masuk melewati sebuah jembatan bambu yang menghubungkan dua dusun di Desa Doko, Kecamatan Doko,  Kabupaten Blitar, Rabu (3/10/2021). Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 17.00 WIB. 

Jembatan langsung ambruk dikarenakan tidak mampu menahan beban kendaraan pick up yang melintas. Keberuntungan masih menaungi mobil pick up yang tidak sampai terjun ke sungai.

Video ini beredar luas di media sosal. Dalam video tersebut nampak terlihat warga setempat membantu pengemudi yang merupakan warga Kecamatan Wlingi mengevakuasi mobil pick up. Tak hanya lelaki, para wanita pun terlihat ikut menarik mobil pick up menggunakan tali tambang. Upaya keras yang dilakukan warga membuahkan hasil. Mobil pick up tersebut berhasil dievakuasi.

Saat dikonfirmasi awak media, Kapolsek Doko AKP Anik Sri Utariani mengatakan, jembatan tersebut memang merupakan jalur alternatif. Biasanya hanya kendaraan roda dua yang melewati jembatan tersebut. Dirinya juga memastikan tidak ada korban jiwa dari kejadian ini.

Jembatan bambu itu  tidak akan mampu menahan beban mobil, apalagi mobil tersebut membawa muatan kayu bakar. Dulunya jembatan bambu tersebut merupakan bekas kandang ayam.

Baca Juga : Kecelakaan di Tol Jombang, Artis Vanessa Angel Dikabarkan Meninggal Dunia

“Jalur tersebut sebenarnya adalah jalur alternatif hanya untuk kendaraan roda dua. Sebenarnya ada jalan yang lebih besar untuk dilewati mobil, tapi Google Maps mengarahkan sopir ke jalan alternatif itu," kata Anik.

Anik menambahkan, pengemudi atas nama Okky (35) tidak memahami medan sehingga dia menggunakan bantuan Google Maps. Saat melintas kondisinya juga sedang hujan deras sehingga sulit untuk bertanya kepada warga sekitar.

"Mobil pick up itu mengangkut kayu bakar. Rencananya kayu bakar itu akan diantar ke rumah Karno, warga Desa Doko," pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
Google Maps kendaraan terperosok

Berita Lainnya