Demuk Satu-Satunya Desa di Tulungagung yang Punya Hari Jadi | Tulungagung TIMES
penjaringan-bakal-calon-jatimtimes099330c15d1b4323.jpg

Demuk Satu-Satunya Desa di Tulungagung yang Punya Hari Jadi

Oct 10, 2021 19:35
Kepala Desa bersama perangkat Desa Demuk saat ziarah ke Makam Raden Mas Jayeng Koesoemo. Minggu, 10/10/2021. (Foto: Muhsin/TulungagungTIMES)
Kepala Desa bersama perangkat Desa Demuk saat ziarah ke Makam Raden Mas Jayeng Koesoemo. Minggu, 10/10/2021. (Foto: Muhsin/TulungagungTIMES)

JATIMTIMES - Desa Demuk, Kecamatan Pucanglaban merupakan satu-satunya desa di Kabupaten Tulungagung yang mempunyai Hari Jadi. Di dalam sejarah, pendiri Desa Demuk adalah Raden Mas Jayeng Kusumo yang merupakan putra Bupati Tulungagung sekaligus Pejabat Wedhono di masa Pemerintahan Belanda. Sehingga Desa Demuk masih merupakan Trah Kabupaten Ngrowo (Tulungagung tempo dulu) dan Trah Mataram.

"Desa Demuk mempunyai sejarah yang panjang dan merupakan desa tua yang sangat istimewa. Demuk adalah satu-satunya desa yang sudah menemukan hari jadinya," kata Kepala Desa Demuk Suwari, Sabtu (10/10/2021).

Baca Juga : Geger "Begal Kemaluan Wanita" Terjadi di Bulak Sukowiyono, Ini Penjelasan Kades

Dijelaskan Suwari, pendiri Desa Demuk adalah  Raden Mas Jayeng Kusuma yang pada masa lalu adalah putra Bupati Tulungagung juga seorang pejabat wedhono di Srengat yang kemudian dipindah ke Brebek Nganjuk.

Karena membunuh Belanda pada waktu pembangunan jembatan Ngujang Tulungagung, akhirnya Raden Mas Jayeng Kusumo bersama 40 penderek diasingkan ke hutan belantara yang saat ini menjadi Desa Demuk

Kata Demuk sendiri, berasal dari kata "Demit Ngamuk" karena pada waktu babat hutan belantara banyak demit atau hantu yang ngamuk (marah).

"Setelah 10 tahun melakukan babat alas, pada 10 Oktober 1893 diakui sebagai desa yang mempunyai wilayah luas yaitu seluruh wilayah Kecamatan Pucanglaban," jelasnya.

Untuk memelihara sejarah, kata Suwari, Pemerintah Desa Demuk mempunyai agenda rutin, yaitu malam menjelang Hari Jadi dilakukan istigasah kemudian ziarah ke makam Raden Mas Jayeng Kusumo dan sarasehan bersama trah Raden Mas Poerbo Koesoemo (anak Raden Mas Jayeng Kusumo).

Baca Juga : Kronologi Kecelakaan Maut di Tulungagung, Satu Pengendara Motor Tewas

"Ini merupakan titik sakral peringatan hari jadi Desa Demuk yang ke-128 terhitung dari 10 Oktober 1893-10 Oktober 2021," ucapnya.

Sebagai Kepala Desa, Suwari berharap hari jadi Desa Demuk ke-128 bisa menemukan momen yang pas untuk memajukan Desa Demuk sehingga bisa berjaya dan sejahtera.

"Peringatan Hari Jadi Desa Demuk ke-128 mengambil tema 128 Tahun Keistimewaan Demuk. Artinya, kita akan membedah dan membuka masa lampau lewat saresehan keistimewaan Demuk," tutupnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
sejarah desa demuk pendiri desa demuk

Berita Lainnya