Pasca Bagi Telor Gratis, Kini Ayam di Tulungagung Malah Diobral | Tulungagung TIMES

Pasca Bagi Telor Gratis, Kini Ayam di Tulungagung Malah Diobral

Oct 08, 2021 11:46
Penjual ayam obral di Bendilwungu (Foto: Anang Basso/TulungagungTIMES).
Penjual ayam obral di Bendilwungu (Foto: Anang Basso/TulungagungTIMES).

JATIMTIMES - Protes terhadap naiknya harga pakan ayam yang tak diimbangi dengan harga telur terus digulirkan. Setelah sebelumnya aksi dilakukan dengan membagikan telor gratis di Blitar, kini giliran pelaku usaha di Tulungagung yang menggelar protes dengan mengobral harga ayam.

Dalam aksi itu, satu ekor ayam petelur yang masih produktif hanya di hargai Rp 25 ribu dan dijual di pinggir jalan. Karena harga yang obral, pengguna jalan terutama kaum hawa langsung menyerbu pembeli untuk memilih ayam yang gemuk dan segar.

Baca Juga : Fakta-fakta Kasus "3 Anak Saya Diperkosa" yang Disetop, Dilabeli Hoaks hingga Tagar #PercumaLaporPolisi Trending

"Ini masih produktif, lihat ini bahkan sebagian masih bertelur," kata Kumal (30) penjual ayam asli Wonodadi, Blitar.

Menurut Kumal, beberapa hari ini ia menjual ayam ke wilayah Kabupaten Tulungagung karena akan terus merugi jika terus bertahan. 

"Memang harga telur sudah mulai naik, tapi harga pakan tak kunjung turun dan jika bertahan akan makin banyak kerugian," ujarnya, Jumat (08/10/2021). 

Sebelum jualan di pinggir jalan Desa Bendilwungu, Kumal menjual ayamnya di perempatan pasar Templek, Desa Junjung dan laku 200 ekor dalam beberapa jam. 

"Sore nya ambil lagi, saya jual di utara POM (Podorejo) 200 ekor ayam, ludes," ungkapnya.

Belum lama tiba di Bendilwungu, mobil yang mengangkut ayam dengan tulisan diobral juga cepat didatangi warga. 

Baca Juga : Terendus Polisi, Sepak Terjang Gadis Belia Asal Blitar Edarkan Sabu Berakhir di Penjara

Salah satu pembeli, Teja mengaku akan memotong ayam yang didapatkan dengan murah itu. Baginya, ayam petelur yang masih produktif rasa dagingnya lebih gurih daripada ayam potong dan hampir mirip dengan ayam arab atau ayam jawa lokal. 

Obral ayam ini sebagai lanjutan dari kondisi yang terjadi pada usaha ternak ayam petelur. Kenaikan harga pakan dan jatuhnya harga telur menjadi alasan utama. 

Selain itu, pembudidaya ayam besar atau Integrator juga dituding sebagai penyebab anjloknya harga pakan dan telur ayam.

Topik
obral ayam Harga Telur harga pakan ayam protes harga telur Kabupaten Tulungagung

Berita Lainnya