Pantau Pelaksanaan Sekolah Tatap Muka, Ini yang Dilakukan Bupati Maryoto Cegah Klaster Baru | Tulungagung TIMES

Pantau Pelaksanaan Sekolah Tatap Muka, Ini yang Dilakukan Bupati Maryoto Cegah Klaster Baru

Sep 28, 2021 13:11
Bupati Tulungagung Maryoto Birowo saat meninjau PTMT di SMPN 3 Tulungagung. Selasa, 28/9/2021. (Foto: Muhsin/TulungagungTIMES)
Bupati Tulungagung Maryoto Birowo saat meninjau PTMT di SMPN 3 Tulungagung. Selasa, 28/9/2021. (Foto: Muhsin/TulungagungTIMES)

JATIMTIMES - Sejak diterapkannya kebijakan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) sekitar 2 minggu di suluruh sekolah di Kabupaten Tulungagung, hingga saat ini tidak ditemukan adanya klaster covid-19 di sekolah.

"Klaster sekolah tidak ada, dan mudah-mudahan tidak ada," kata Bupati Tulungagung Maryoto Birowo usai mengunjungi pelaksanaan PTMT di SMPN 3 Tulungagung. Selasa (28/9/2021).

Baca Juga : Penerapan PPKM Efektif, Berhasil Turunkan Kasus dan Hambat Laju Penyebaran Covid-19 di Luar Jawa-Bali

Pada pelaksanaan PTMT di masa Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3, warga masyarakat termasuk anak-anak sudah disiplin dan berimbang.

Artinya anak-anak yang masuk sekolah sudah menerapkan prokes, dengan menjaga jarak, pembatasan siswa jumlah siswa yang masuk hanya 30 persen dan jam pelajarannya juga dibatasi yaitu 2 jam pembelajaran dan dilakukan 2 kali dalam seminggu.

Selain itu, lanjut Maryoto, hari ini juga dilakukan swab antigen untuk siswa SMPN 3 Tulungagung dengan sistem sampling yang tujuannya untuk mengetahui dan memastikan anak-anak dari rumah benar-benar dalam keadaan sehat semua. "Anak-anak dilakukan Swab dan Alhamdulillah dari beberapa sampling negatif semua," ungkap Maryoto.

Untuk swab antigen, kata Maryoto, tidak hanya dilakukan di SMPN 3 Tulungagung saja, melainkan seluruh sekolahan di Kabupaten Tulungagung nantinya akan dilaksanakan sampling swab antigen.

"Seluruhnya akan dilaksanakan sampling swab antigen," tegasnya.

Terkait dengan evaluasi atau catatan penting terhadap pelaksanaan PTMT, pihak Pemkab akan melihat perkembangan awal dari pelaksanaan kegitan itu, dari segi keadaan dan testing PTMT sudah baik yang kemudian akan ditingkatkan untuk mencapai 3 T.

Justru catatan penting akan dilihat dari perkembangan awalnya, dari segi keadaan dan testing itu baik, ini termasuk testing kemudian untuk mencapai 3 T (Testing, Tracing, Treatment).

Di tempat yang sama, Kepala SMPN 3 Tulungagung Heni Hendarto mengatakan, berdasarkan aturan pemerintah PTMT maksimal 50%, namun sekolah diberikan kesempatan untuk memilih disesuaikan dengan jumlah siswa dan kondisi sekolah.

"Kami menghitung luas SMPN 3 Tulungagung, akhirnya kami menentukan 30% atau 1/3 (sepertiga) dari jumlah siswa," kata pria yang akrab disapa Heni.

Baca Juga : Kisah Horor Rizky Amaliah MUA, Sempat Bertemu Makhluk Halus saat Hendak Merias

Secara teknis, lanjut Heni, hari senin-selasa yang masuk sepertiga, Rabu-kamis sepertiga, dan jum'at-sabtu sepertiga dan penerapan ini sesuai atau pas dengan aturan pemerintah yaitu tatap muka 2 kali dalam seminggu.

Dijelaskannya, dalam PTMT siswa yang belajar dirumah tetap mengikuti secara daring dan yang disekolah dengan tatap muka, dan model pembelajaran yang dilakukan memanfaatkan model pembelajaran google classroom yang artinya pembelajaran tatap muka di sekolah akan menyambung dengan siswa yang dirumah.

"Yang di rumah daring yang disini tatap muka, dengan model pembelajaran google classroom, di sini virtual dan nanti nyambung ke anak-anak," jelas Heni.

Untuk penanganan siswa sakit saat PTMT, kata Heni, pihak sekolah sudah menyiapkan ruang isolasi namun hingga saat ini belum ada siswa yang sakit saat masuk sekolah. Hal itu dikarenakan, orang tua siswa sudah sangat waspada sehingga jika tahu anaknya sakit maka orang tuanya tidak mengijinkan untuk masuk sekolah.

Terkait dengan sampling swab antigen, merupakan perintah dari Dinkes dan mekanisme sampling juga ditentukan oleh dinkes dengan mengambil kelas dengan nomor ganjil.

"Alhamdulillah tidak ada yang positif dan mudah-mudahan tidak ada, selain siswa nanti guru juga di lakukan swab secara sampling juga," ungkap Heni.

Sebagai Kepala Sekolah, Heni berharap hasil dari PTMT SMPN 3 Tulungagung bisa menjadi contoh bagi SMP di seluruh Kabupaten Tulungagung, karena SMPN 3 Tulungagung merupakan SMP yang dipilih oleh Disdikpora Tulungagung untuk dijadikan pilot Project.

Topik
Bupati Tulungagung Maryoto Birowo heni hendarto

Berita Lainnya