Polisi Autopsi Jasad Pria yang Tewas Disayat Pisau oleh Teman Sendiri | Tulungagung TIMES

Polisi Autopsi Jasad Pria yang Tewas Disayat Pisau oleh Teman Sendiri

Sep 22, 2021 13:53
Petugas mengevakuasi jasad Muslihin.(Foto : Humas Polres Blitar)
Petugas mengevakuasi jasad Muslihin.(Foto : Humas Polres Blitar)

JATIMTIMES - Tim forensik rumah sakit Bhayangkara Kediri melakukan autopsi terhadap jasad Muslihin (31) korban penganiayaan berujung kematian. 

Muslihin ditemukan tewas di Lingkunga Babadan, Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar Selasa (21/9/2021).

Baca Juga : Cekcok Saat Pesta Miras, Pria di Blitar Tewas Disayat Pisau oleh Teman Sendiri 

 

Kasi Humas Polres Blitar Iptu Udhiyono mengatakan, autopsi dilakukan untuk mengetahui penyebab kematian dan luka yang ada di tubuh korban. Autopsi sudah dilakukan dan saat ini Polres Blitar tengah menunggu hasilnya.

“Autopsi sedang dilakukan oleh tim forensik dari Rumah Sakit Bhayangkara Kediri. Kami dari Polres Blitar masih menunggu hasil," kata Udhiyono, Rabu (22/9/2021).

Selain memburu keberadaan pelaku, saat ini polisi juga tengah memeriksa sejumlah saksi. Polisi mencatat ada tiga orang rekan korban yang ikut dalam pesta miras dan saat ini mereka tengah diperiksa Satreskrim Polres Blitar.

“Saksi-saksi masih diperiksa oleh Satreskrim Polres Blitar,” tukasnya.

Diberitakan sebelumnya, Ketenangan warga Lingkungan Babadan, Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar mendadak digegerkan dengan penemuan seorang pria yang terkapar di pinggir jalan, Selasa (21/9/2021) malam. 

Saat ditemukan pria tersebut dalam kondisi tewas dengan luka sayatan mengeluarkan darah di bagian leher.

Baca Juga : Ngaku Pedagang Madu, Pria Ini Embat Laptop dan Hape Pegawai Diskoperindag Tuban 

 

Informasi yang dihimpun dari kepolisian, pria tersebut teridentifikasi atas nama Muslihin (31) warga Desa Soso, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar. Polisi langsung bergerak cepat mencari pelaku penganiayaan berujung pembunuhan. 

Pelaku berinisial MZA (22) rekan korban sendiri yang merupakan warga Lingkungan Babadan, Kecamatan Wlingi. Hasil penyelidikan kepolisian, penganiyaan terhadap pelaku bermula dari pesta miras.

"Keduanya terlibat cekcok saat pesta miras. Pelaku merasa tersinggung dengan kata-kata yang diucapkan korban. Situasi ini berujung penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia," kata Kasatreskrim Polres Blitar AKP Ardyan Yudo.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
kasus pembunuhan blitar autopsi korban Polres Blitar

Berita Lainnya