Tak Beridentitas, Pemkot Kediri Bantu Lapas Kediri Deteksi NIK Warga Binaan | Tulungagung TIMES

Tak Beridentitas, Pemkot Kediri Bantu Lapas Kediri Deteksi NIK Warga Binaan

Sep 11, 2021 18:57
Warga binaan Lapas Kelas 2A Kediri. (ist)
Warga binaan Lapas Kelas 2A Kediri. (ist)

JATIMTIMES - Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri melalui Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil melakukan validasi data diri warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kediri. Ini dilakukan berdasarkan surat permohonan dari Lapas terkait beberapa warga binaan yang tidak mengetahui dan membawa identitas pribadi. Sedangkan data Nomor Induk Kependudukan (NIK) diperlukan sebagai syarat mendapatkan vaksin.

Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar mengatakan, Pemkot Kediri terus mengupayakan sinergi dengan berbagai pihak terkait kelengkapan administrasi, terutama pada warga yang berdomisili di Kota Kediri.

Baca Juga : Mas Bup: Saat Ini Rumput dan Lampu Stadion Sedang Kita Perbaiki

“Pendataan ini harus dilakukan, karena pada saat ini banyak kebijakan dan akses umum yang membutuhkan adanya kelengkapan administrasi. Seperti contoh adanya NIK. Sehingga diharapkan dengan adanya sinergi ini, warga yang berada di Kota Kediri tetap terjamin mendapat akses yang sama,” terang Mas Abu.

Sementara itu, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Kediri Syamsul Bahri menyatakan, terdapat 71 warga binaan yang dilacak datanya oleh Dispendukcapil Kota Kediri. Saat ini, terdapat 66 data NIK warga binaan yang telah ditemukan. Data tersebut didapat dari hasil pencarian di database SIAK secara satu persatu.

“Dari data NIK 66 orang tersebut, ada 61 orang yang datanya aktif. Sudah update di database dan sudah rekam KTP elektronik. Sedangkan data NIK 5 orang lainnya non aktif karena belum update atau belum rekam KTP elektronik. Lalu sisanya, ada 5 orang yang sampai saat ini datanya masih kami telusuri,” ujar Syamsul.

Selanjutnya, Dispendukcapil Kota Kediri akan melakukan konsolidasi data nasional untuk data 5 orang warga binaan yang belum ditemukan, karena dimungkinkan data tersebut dari kota atau kabupaten lain. 

Menurut Syamsul, kendala dalam pelacakan data tersebut dikarenakan data yang diberikan warga binaan kurang lengkap. Hal ini menyebabkan beberapa proses membutuhkan waktu lebih.

Baca Juga : Bupati Kediri Tinjau Langsung Pelaksanaan Tes SKD Hari Ke-empat

“Beberapa data tertulis hanya nama A bin B tidak disertai tempat tanggal lahir, alamat, dan lain sebagainya. Lalu berkaitan dengan ejaan juga kami sangat hati-hati dan mengecek satu persatu jika tidak ditemukan. Penulisan nama beda 1 huruf itu dicari seminggu juga gak ketemu,” ujar Syamsul.

Nantinya, jika setelah hasil konsolidasi data tetap tidak ditemukan, maka Dispendukcapil Kota Kediri akan membantu menerbitkan NIK dan melakukan rekam biometrik di Lapas.

“Ini masih kami koordinasikan dengan pihak Lapas mengenai jadwal. Karena warga binaan tidak memungkinkan untuk dibawa ke kantor Dispendukcapil serta perekaman tidak dapat dikirim foto saja karena ada proses pindai iris mata dan sidik jari,” pungkas Syamsul.

Topik
nik warga binaan warga binaan lapas kediri Walikota Kediri Dispendukcapil Kota Kediri

Berita Lainnya