Kerugian Keuangan Rp 711 Juta Dikembalikan, Penyidikan Proyek Jalan di Tulungagung Tetap Lanjut | Tulungagung TIMES

Kerugian Keuangan Rp 711 Juta Dikembalikan, Penyidikan Proyek Jalan di Tulungagung Tetap Lanjut

Jul 23, 2021 15:27
Pengembalian Kerugian Keuangan Negara sebesar 711 Juta Rupiah yang dititipkan di Bank Mandiri KCP Jl. Diponegoro Tulungagung. (Foto: Dok. Humas Kejari Tulungagung)
Pengembalian Kerugian Keuangan Negara sebesar 711 Juta Rupiah yang dititipkan di Bank Mandiri KCP Jl. Diponegoro Tulungagung. (Foto: Dok. Humas Kejari Tulungagung)

TULUNGAGUNGTIMES - Kejaksaan Negeri (Kejari) Tulungagung tetap melakukan proses penyidikan perkara atas perkara proyek ruas jalan Jeli-Picisan. Kasus tetap berjalan meskipun kerugian keuangan negara pada perkara yang ada di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Tulungagung pada 2018 itu sudah dikembalikan.

"Sekedar informasi walaupun sudah di kembalikan namun perkara tersebut tetap berjalan penyidikannya," kata Kepala Kejari Tulungagung melalui Kasi Intel Agung Tri Raditya melalui Whatsapp, Jum'at (23/07/2021).

Baca Juga : Cegah Penularan Covid-19, Polres Blitar Vaksinasi 84 Tahanan 

 

Menurut Agung, hari ini ada pengembalian kerugian keuangan negara untuk perkara PUPR pekerjaan ruas jalan Jeli - Picisan sebesar Rp 711 Juta yang dititipkan di Bank Mandiri KCP Jl. Diponegoro.

Agung mengaku, saat ini belum ada penetapan tersangka karena perkara tersebut masih dalam penyidikan umum.

"Nanti kalau sudah ada perhitungan kerugian dari instansi yang berwenang baru penetapan tersangka," tutupnya.

Sebelumnya, Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Tulungagung telah selesai memeriksa empat ruas jalan, yang terindikasi menjadi objek korupsi. Dalam pemeriksaan yang dilakukan Bulan Mei 2021 lalu, Kejari Tulungagung menggandeng Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang.

Pemeriksaan ini untuk melihat spesifikasi yang direncanakan, dengan kondisi riil di lapangan.

“Pemeriksaan dilakukan dua hari, karena ada empat ruas jalan. Setiap hari ada dua ruas jalan,” terang Kasi Intelejen Kejari Tulungagung, Agung Tri Radityo, Kamis (06/05/2021).

Baca Juga : RI Perketat Perbatasan, WNA dengan 5 Kriteria ini yang Bisa Masuk Indonesia 

 

Empat ruas jalan itu adalah Jeli-Picisan, Sendang-Penampihan, Boyolangu-Campurdarat dan Tenggong-Purwodadi. Semua proyek empat ruas jalan ini dikerjakan tahun 2018. Ada yang berupa peningkatan jalan dan pelebaran ukuran jalan.

“Ahli dari ITN sudah mengukur dan mengambil sampel. Tinggal diuji di laboratorium, kami menuggu hasilnya,” sambung Agung.

Setelah hasil laboratorium sudah keluar, Kejari Tulungagung akan menggandeng Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP), untuk menghitung kerugian negara.

Dugaan korupsi ini bermula dari temuan BPK di tahun 2019, bahwa terjadi kelebihan bayar pada proyek empat ruas jalan ini.

Topik
Dugaan Korupsi Kabupaten Tulungagung Kejari Tulungagung Kasus Korupsi bapak tiktok indonesia

Berita Lainnya