30/11/2022 Timsus Kasus Indisiplin Pegawai SMPN 1 Pagerwojo Sudah Dibentuk, Berikutnya Pemeriksaan dan Penjatuhan Sanksi | Tulungagung TIMES

Timsus Kasus Indisiplin Pegawai SMPN 1 Pagerwojo Sudah Dibentuk, Berikutnya Pemeriksaan dan Penjatuhan Sanksi

Jul 10, 2021 19:29
Ilustrasi. (Foto: Dok. Google)
Ilustrasi. (Foto: Dok. Google)

Pewarta: Muhamad Muhsin Sururi | Editor: Sri Kurnia Mahiruni

TULUNGAGUNGTIMES - Tim khusus yang menangani kasus indisiplin oleh salah satu pegawai SMPN 1 Pagerwojo yang bernama ID (inisial) sudah terbentuk dan tinggal menunggu SK dari Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Tulungagung untuk melakukan pemeriksaan .

Diketahui, tim khusus itu terdiri dari 3 unsur yaitu Disdikpora, BKPSDM, dan Inspektorat Tulungagung selaku pengawas di tingkat kabupaten.

Baca Juga : Kasus Kembali Bertambah, Pasien Positif Covid-19 di Kota Batu Didominasi Kelurahan Sisir

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (BKPSDM) Tulungagung melalui Kabid Penilaian Kinerja, Pembinaan dan Kesejahteraan Aparatur Endah Wijayati mengatakan tim khusus yang menangani indisiplin salah satu pegawai SMPN 1 Pagerwojo itu sudah terbentuk.

"Kami sudah mengirim subid disiplin kami sebagai Tim Pemeriksa di Disdikpora," kata Endah melalui Whatsapp, Sabtu (10/07/2021).

Menurut Endah, kasus indsipliner itu nantinya akan diproses oleh tim bersama Inspektorat Tulungagung, dan dirinya tidak bisa berspekulasi mengenai sanksi yang akan dijatuhkan karena masih dalam pemeriksaan tim.

Untuk legalitas atau SK (Surat Keputusan) tim, akan dikeluarkan oleh Disdikpora Tulungagung. Dan untuk lebih detailnya, Endah menyarankan untuk minta informasi ke Disdikpora Tulungagung.

"Saged koordinasi kalian diknas terkait Tim tersebut nggih mas," tutupnya.

Sementara itu, Kepala Disdikpora Tulungagung melalui Kasubag Umum dan Kepegawaian Bagus Hendriawan membenarkan jika BKPSDM sudah mengirimkan pegawainya untuk tim khusus itu. Namun, dari unsur pengawas yaitu Inspektorat belum mengirimkan perwakilannya.

"Kan harus 3 unsur, dan SK nya jadi satu nanti," kata Bagus.

Menurut Bagus, pemeriksaan terhadap ID belum dilakukan karena timnya baru saja dibentuk dan saat ini juga menunggu dari Inspektorat yang mengirimkan perwakilannya. Dan SK dari tim itu, yang mengeluarkan adalah Kepala Disdikpora karena dalam kasus ini merupakan wilayahnya.

"Nanti pada prosesnya selaku ketua timnya adalah Kadin atau yang mewakili, yang penting pangkatnya lebih tinggi dari yang melanggar," ungkapnya.

Baca Juga : Kesuksesan KPK Dalam Memberantas Korupsi di Tanah Air

Dijelaskan, sanksi ringan sebenarnya sudah diterima oleh ID, artinya pelanggaran indisipliner mulai dari tingkat ringan sudah dilaksanakan di unitnya dalam hal ini SMPN 1 Pagerwojo dengan memberikan teguran baik langsung dan tertulis dari atasan (Kepala Sekolah).

Meski sudah diberi teguran lisan dan tertulis, ID tetap melanggar dengan tetap tidak masuk kerja, yang pada akhirnya semua teguran dan upaya pembinaan yang dilakukan unit dikirim ke Dinas.

"Indikasi dari jumlah pelanggarannya (tidak masuk kerja) bisa mendapatkan hukuman tingkat sedang atau berat itu adalah hasil dari tim," jelasnya.

Terkait sanksi, kata Bagus, tergantung dari hasil pemeriksaan tim, ketika pelanggaran yang ditemukan lebih dari satu maka yang dikenakan adalah pelanggaran yang paling berat, dan itu membutuhkan pemeriksaan dan penyidikan.

Untuk perbuatan melanggar hukum (PMH) bukan kewenangan dari dinas, dan dinas hanya menangani pelanggaran indisipliner (tidak masuk kerja) nya.

"Hanya masalah disiplin bekerja, kalau pelanggaran hukum bukan kewenangan kami," tutupnya.

Judul berita Timsus Kasus Indisiplin Pegawai SMPN 1 Pagerwojo Sudah Dibentuk, Berikutnya Pemeriksaan dan Penjatuhan Sanksi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Topik
Sanksi Indisipliner indisipliner asn tulungagung

Berita Lainnya