Kisah Dua Sahabat di Tulungagung yang Kini Berseteru karena Kasus Arisan Online, Terlapor Menghilang | Tulungagung TIMES

Kisah Dua Sahabat di Tulungagung yang Kini Berseteru karena Kasus Arisan Online, Terlapor Menghilang

Jul 06, 2021 11:08
Beberapa korban saat di Polres dan foto terlapor AF / Foto : Istimewa / Tulungagung TIMES
Beberapa korban saat di Polres dan foto terlapor AF / Foto : Istimewa / Tulungagung TIMES

TULUNGAGUNGTIMES - Kisah persahabatan yang retak dan akhirnya berujung laporan ke polisi terjadi di Tulungagung. Dua pengusaha salon kecantikan yakni pelapor Anisa Kholifah (22) dan terlapor AF (initial) adalah sahabat baik yang sebelumnya sering berhubungan dalam berbagai hal.

Terlapor AF saat dihubungi ke nomer ponselnya melalui pesan WhatsApp juga tidak merespons upaya konfirmasi dari  TulungagungTIMES.

Baca Juga : Heboh Presiden Jokowi Didesak Kibarkan Bendera Putih, Faskes Indonesia Dinilai Ambruk

Menurut keterangan beberapa korban Arisan Online (Arisol), semenjak banyak peserta mencarinya, AF sering emosional dan bahkan sekarang jarang mengaktifkan ponselnya.

Foto-foto terlapor AF, pengusaha dan pemilik salon kecantikan inipun tersebar di media sosial pasca dilaporkan ke polres Tulungagung, Senin (06/07/2021) kemarin.

Sebelumnya, para korban yang mayoritas ibu-ibu muda, mengadu ke Polres Tulungagung karena merasa tertipu oleh bandar arisan online (Arisol), Senin (05/07/2021) kemarin.

Perempuan berinisial AF pemilik salon yang beralamat di Desa Gedangsewu, Kecamatan Boyolangu, dilaporkan karena  menjadi bandar aktivitas arisan online karena sudah dinilai tidak ada itikat untuk membayar tanggungan yang mencapai ratusan juta rupiah. Bahkan, kini keberadaan AF sudah tidak diketahui lagi di mana.

Nomor ponsel yang digunakan AF untuk aktivitas keuangan juga sudah tidak bisa dihubungi lagi.

Salah satu korban, Anisa Kholifah (22) yang juga merupakan teman akrab AF karena sesama pengusaha salon kecantikan mengatakan, ia tak menduga akan kena tipu. Pasalnya, uang yang ia gunakan arisan online di tempat AS merupakan investasi untuk biaya kelahiran calon anaknya.

"Saya sekarang hamil tua, uang itu saya anggap investasi. Saya kenal baik dengan dia (AF) tapi tak taunya teman makan teman," kata pemilik Griya Paes Anissa ini.

Arisol yang dikelola AF disebutkan Anissa,  dilakukan dengan model menerima uang dari anggotanya baik melalui online atau offline, kemudian mengembalikannya dengan nominal yang lebih dari yang dibayarkan.

"Kita ikut arisan online dan offline, karena kita kalau sibuk suruh transfer dan kalau tidak sibuk bisa antar uang arisannya ke salonnya," ujarnya.

Jarak antara penerimaan uang dan pengembalian itu berkisar 7 sampai 15 hari.

"Setelah kita mutus (motel) uangnya tidak di berikan dan cuma di janji-janji saja," ungkapnya.

Baca Juga : Bawa Ratusan Juta Uang Arisan Online, Pemilik Salon Kecantikan di Tulungagung Dilaporkan ke Polisi

Janji dua minggu, hingga akhirnya sudah berbulan-bulan lamanya AF tidak juga mau membayar.

"Dihubungi lewat WhatsApp, dia malah marah-marah. Di tlfn tidak mau mengangkat dan di cari susah banget dan saat didatangi kerumahnya tidak mau bukain pintu," imbuhnya.

Model arisan menurun dijalankan AF ini, memungkinkan anggotanya untuk tahu kapan dia akan mendapat urutan dan berapa nominal iuran yang harus dibayar.

Pilihan ibu muda yang datang melapor ke Polres Tulungagung ini sebelumnya sudah bersabar. Bahkan, sudah berusaha mencari jalan tengah agar uang itu dikembalikan tanpa proses hukum.

"Sudah bersabar, tapi selalu saja tidak ditempati janjinya untuk membayar," cerita Ela, korban lain yang ikut Arisol.

Saat ini, pihak Anisa ini telah mendata sebagian korban untuk turut melapor. Dari yang masuk list datanya, jumlah kerugian sekitar 200 juta rupiah.

Saat dihubungi, Kasubag Humas Polres Tulungagung Iptu Tri Sakti Syaiful Hidayat membenarkan jika telah menerima laporan terkait Arisol ini.

"Sudah kita terima laporannya, masih penyelidikan oleh petugas Reskrim," jelas Tri Sakti.

Laporan terkait Arisol yang berujung penipuan ini bukan pertama kali terjadi, namun karena tergiur hasil cepat banyak korban terus bertambah dengan modus yang sama.

Topik
berita tulungagung Arisan Online korban arisan online

Berita Lainnya