Respon Aspigrata, Ini Langkah Diskan Tulungagung Untuk Naikkan Harga Gurami | Tulungagung TIMES

Respon Aspigrata, Ini Langkah Diskan Tulungagung Untuk Naikkan Harga Gurami

May 27, 2021 20:20
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Tulungagung, Lugu Tri Handoko / Foto Anang Basso for Tulungagung TIMES
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Tulungagung, Lugu Tri Handoko / Foto Anang Basso for Tulungagung TIMES

TULUNGAGUNGTIMES - Keresahan pembudidaya ikan gurami di Tulungagung mendapat respon dinas terkait. Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Tulungagung mengaku telah melakukan upaya untuk melindungi pembudidaya gurami dengan berbagai program. 

Diantara yang telah dilakukan adalah terus berinovasi memproduksi pakan secara mandiri untuk memenuhi kebutuhan pelet gurami yang kian hari mengalami kenaikan harga. 

Baca Juga : Geger, Maling di Tulungagung Ini Tukar Motor Vario dengan Satria Protholan

"Pembuatan pakan mandiri sudah kita lakukan, namun sampai saat ini kesulitan bahan baku," kata Kepala Dinas Perikanan Lugu Tri Handoko, Kamis (27/5/2021). 

Kreatifitas kelompok perikanan di Tulungagung sebenarnya telah berhasil menciptakan pakan ikan yang berhasil mengapung. Namun, karena berbagai hal tekhnis upaya ini belum dapat maksimal. 

"Karena masih ada berbagai kendala ini, kami sering melakukan koordinasi dengan Provinsi dan pusat terkait harga pakan ini," ujarnya. 

Tidak berhenti disini, Dinas Perikanan Kabupaten Tulungagung juga tengah melakukan upaya ekspor gurami hasil budidaya yang kini sedang terpuruk. 

"Sudah ada penawaran terkait pengiriman ikan dan kita jajal ini. Penjualan ikan ke luar negeri ini kita harapkan dapat mendongkrak harga ikan akan naik," jelasnya. 

Pihak Diskan Tulungagung sebelumnya juga pernah melakukan kunjungan bersama Asosiasi Pembudidaya Ikan Gurami (Aspigrata) ke Tasikmalaya Jawa Barat. 

"Kita sudah sepakat sebenarnya, dari sini kirim ikan ke sana. Namun, kesepakatan itu tidak jalan karena selain terlalu kecil ikan yang diminta juga begitu keluar ke pedagang menjadi gurami Tasik," ujarnya. 

Saat itu, pihak pembeli Tasikmalaya meminta ukuran ikan antara 3 hingga 4 ons. Di tempat itu, pembudidaya akan membesarkan ikan kiriman dari Tulungagung hingga 5 ons hingga 1 kilogram.

Baca Juga : Semakin Lengkap, Graha Bangunan Hadirkan Pemanas Air Rheem yang Mendunia

"Selain kita kirim, rencananya pulangnya kita membawa telur atau benih ikan dari sana. Namun, kerjasama ini tidak jalan karena dinilai hanya menguntungkan pihak sana," imbuhnya. 

Untuk menindaklanjuti keinginan Aspigrata, Diskan Tulungagung akan mengagendakan study banding sekaligus menjajagi kerjasama antar dinas Perikanan lintas Kabupaten atau Propinsi. Namun, Lugu tidak menyebutkan kapan agenda itu akan terealisasi.

"Tren saat ini sebenarnya telah mulai bagus, selain ada kenaikan harga juga sudah banyak yang awalnya pindah ke ikan hias kini kembali mengisi kolam dengan gurami lagi," ungkapnya.

Seperti diketahui, meski ada kenaikan harga gurami para pembudidaya di Tulungagung masih resah dengan adanya rencana kenaikan harga pakan atau pelet. Pasalnya, kenaikan gurami ini belum seimbang dengan kenaikan harga pakan yang selalu mengalami kenaikan sejak akhir tahun 2020 lalu.

Aspigrata berharap, pemerintah turun tangan melakukan intervensi terhadap kenaikan pakan ini agar pembudidaya gurami tidak semakin merugi. Selain itu, Aspigrata juga meminta pemerintah melakukan kerjasama antar Pemerintah Kabupaten untuk penjajagan pasar baru yang diharapkan mampu melindungi harga gurami tetap signifikan.

Topik
dinas perikanan kabupaten tulungagung budi daya gurami aspigrata tulungagung

Berita Lainnya