Stok Beras Bulog Tulungagung Tak Terserap, Ketua Perpadi Wadul ke Bupati | Tulungagung TIMES

Stok Beras Bulog Tulungagung Tak Terserap, Ketua Perpadi Wadul ke Bupati

May 10, 2021 15:06
Ketua Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras (Perpadi) Tulungagung Nuryadin saat dikonfirmasi di Gudang Bulog Ngunut. Senin (10/05/2021). (Foto : Muhsin/TulungagungTIMES).
Ketua Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras (Perpadi) Tulungagung Nuryadin saat dikonfirmasi di Gudang Bulog Ngunut. Senin (10/05/2021). (Foto : Muhsin/TulungagungTIMES).

TULUNGAGUNGTIMES - Stok beras di gudang Badan Urusan Logistik (Bulog) Desa Pulosari Ngunut Tulungagung masih melimpah. Karena itu, serapan beras Bulog untuk 2 tahun terakhir sangat lemah. Padahal, Bulog punya kewajiban untuk terus menerima barang dari petani.

"Saat ini, Bulog ibarat terus makan tapi tidak bisa BAB (Buang Air Besar), jadi Bulog bisa dikatakan sakit," kata Ketua Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras (Perpadi) Tulungagung Nuryadin usai menerima kunjungan Bupati Tulungagung Maryoto Birowo di Gudang Bulog Ngunut. Senin (10/05/2021).

Baca Juga : Keren! Kreasi Fashion Sulam Tangan Buatan Warga Kota Malang Ini Tembus Pasar Internasional

Diungkapkan, stok beras Tahun 2018 (beras Luar Negeri) saat ini masih tersisa banyak di Gudang penyimpanan, dan belum terserap sama sekali. Sementara Bulog terus mempunyai kewajiban untuk menerima beras dari petani lokal.

Nuryadin mengaku, Tahun 2020 lalu, bersama pengurus Perpadi Tulungagung yang lain sudah mengadu ke Bupati agar Bulog dilibatkan kembali pada pengadaan Beras program Kementerian Sosial Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), karena program tersebut dirasa sangat mempengaruhi sirkulasi dan berdayanya Bulog.

"Tahun lalu sudah kita adukan ke Bupati, tapi juga belum ada tindak lanjut, dan hari ini saya sampaikan kembali ke Bupati semoga bisa menjadi perhatian," ungkapnya.

Selain mengadu ke Bupati, lanjut Nuryadin, pihaknya juga sudah berkali-kali mengadu kepada Komisi C DPRD Kabupaten Tulungagung tapi hasilnya juga nihil, bahkan pada akhir-akhir ini setiap menghubungi Komisi C via telpon seluler, Nuryadin mengaku tidak pernah direspons.

Baca Juga : Olahan Nasi Unik dari Berbagai Negara, Ada yang Berbahan Beras Keramat!

"Sebenarnya Bulog ini fleksibel, tidak meminta semuanya, tapi tolonglah dilibatkan dalam BPNT walaupun hanya sebagian saja," tutupnya.

Sementara itu Bupati Tulungagung Maryoto Birowo mengatakan, untuk program BPNT mengacu pada aturan yang terdahulu itu jelas bahwa Beras harus melibatkan Bulog, tapi untuk aturan terbaru tidak menjelaskan hal demikian. Untuk itu Pemkab masih membutuhkan kajian-kajian untuk merumuskan kebijakan tersebut.

Topik
berita tulungagung beras bulog Maryoto Birowo perpadi tulungagung

Berita Lainnya