Masjid dan Musala di Tulungagung Lockdown, Ini Penjelasan Kadinkes Kasil | Tulungagung TIMES

Masjid dan Musala di Tulungagung Lockdown, Ini Penjelasan Kadinkes Kasil

Apr 30, 2021 15:48
Kepala Dinas Kesehatan Tulungagung Kasil Rohmat, saat di konfirmasi di Pendopo Tulungagung, Jum'at 30/04/2021. (Foto: Muhsin/TulungagungTIMES).
Kepala Dinas Kesehatan Tulungagung Kasil Rohmat, saat di konfirmasi di Pendopo Tulungagung, Jum'at 30/04/2021. (Foto: Muhsin/TulungagungTIMES).

TULUNGAGUNGTIMES - Lockdown sejumlah masjid dan musala di Tulungagung bukan dikarenakan adanya penularan Covid-19 di tempat ibadah, maupun klaster baru klaster tempat ibadah. Namun dikarenakan dari Tracing terhadap pasien Covid-19, ada yang kunjungan ke tempat ibadah. 

Hal itu sebagaimana disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung Kasil Rohmad. "Ada memang klaster ibadah, yaitu klaster Jemaah yasin, ada juga dari tadarus, kalau murni salat Tarawih belum ada," kata pria yang akrab disapa Kasil  usai menghadiri peringatan Nuzulul Qur'an di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso. Jum'at (30/04/2021).

Baca Juga : Lockdown Sejumlah Tempat Ibadah, Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Tingkatkan Prokes

Menurutnya, pembatasan aktivitas peribadahan di sejumlah masjid dan mushala dikarenakan dari hasil tracing yang dilakukan Dinkes kebetulan ada yang dari tempat tersebut. 

Pembatasan aktivitas tempat ibadah, lanjutnya, ada yang murni karena dari wilayah RT yang artinya wilayah RT itu sebelumnya memang sudah zona merah. "Sebenarnya dalam PPKM mikro itu apabila daerah itu orange atau merah, mulai orange sudah ada pembatasan kegiatan beribadah. Kalau merah sudah tidak boleh sama sekali," jelasnya.

Diungkapkan Kasil, dalam ketentuan Kemenag sebenarnya sudah mengakomodir zona orange, yang artinya jika wilayah zona orange maka diberlakukan pembatasan pada tempat ibadah. Namun untuk RT saat ini diturunkan gritnya yang artinya kalau zona merahnya pada RT meskipun bukan dari klaster tempat ibadah maka kegiatan peribadahan atau keagamaan sudah tidak diperbolehkan.

"Jadi bukan karena klasternya ditularkan dari tempat ibadah, tapi kalau RT itu sudah merah memang tidak boleh melaksanakan kegiatan ibadah, sampai di evaluasi selama 7 hari. Setelah 7 hari tidak ada penambahan kasus baru, maka bisa buka lagi," jelasnya.

Baca Juga : 4 Malaikat Datang Kepadamu Ketika Kamu Sakit, Ini yang Dilakukan!

Menurut Kasil, aturan ini juga berlaku pada saat Hari Raya Idul Fitri, ketika satu wilayah RT itu masuk zona merah, maka masyarakat tidak boleh keluar masuk wilayah itu, jika sudah masuk Zona orange masyarakat sudah boleh keluar masuk namun tetap dibatasi.

Diketahui, ada 5-6 masjid dan musala di Kabupaten Tulungagung yang dilakukan Lockdown. Tempat ibadah yang dilakukan penutupan atau pembatasan aktivitas ibadah itu tersebar di 5 Kecamatan di wilayah Kabupaten Tulungagung.

Topik
berita tulungagung Dinkes Tulungagung Kasil Rohmat

Berita Lainnya