Kades Pucanglaban Luruskan Soal Penggerebekan Dirinya Hanya Salah Paham | Tulungagung TIMES

Kades Pucanglaban Luruskan Soal Penggerebekan Dirinya Hanya Salah Paham

Apr 19, 2021 20:22
Maduki, Kepala Desa Pucanglaban / Foto : Anang Basso / Tulungagung TIMES
Maduki, Kepala Desa Pucanglaban / Foto : Anang Basso / Tulungagung TIMES

TULUNGAGUNGTIMES - Pasca dilakukan penggerebekan oleh warganya sendiri, Kepala Desa Pucanglaban angkat bicara. Menurut Maduki, insiden malam itu merupakan skenario lawan politik yang ditimpakan padanya.

Lanjut Maduki, kedatangan dirinya datang ke warga murni merupakan jagong bayi yang sudah janjian sejak siang hari karena ada warganya yang melahirkan. 

Baca Juga : Laporan Dugaan Korupsi Dana PKH dan BPNT Mandek, BPI Layangkan Surat Audiensi

"Kedatangan saya dari awal murni kerumah warga yang melahirkan karena di siang harinya ada perangkat klarifikasi tentang anak atau bayi itu mau di adopsi saudaranya ," kata Maduki, Senin (19/04/2021). 

Karena waktu senggang yang dimiliki Kepala Desa malam hari, ia hendak datang ke rumah warganya itu.

"Lha ketika saya datang kerumahnya, setelah sepeda saya parkir, saya berjalan ke arah rumah yang melahirkan. Ternyata, sesaat kemudian ada rame-rame warga yang mempermasalahkan sepeda dan saya dengar ada yang berkata, kok ada sepeda yang parkir di timur rumah perangkat (Patriyah). Warga kemudian menduga ada orang di dalam rumah perangkat saya itu," ujarnya.

Maduki yang awalnya berjalan hendak kerumah warga yang melahirkan itu berhenti, lalu kembali ke tempat parkir sepeda motornya itu sekalian mengambil rokok dan hp yang tertinggal di jok. 

"Setelah tiba ditempat itu, motor saya sudah tidak ada ditempat. Kemudian saya berusaha mencari, namun tidak ketemu," jelasnya. 

Kepala desa Pucanglaban itu kemudian mendengar ada orang ramai mencari pemilik sepeda motor yang diduga masuk ke dalam rumah Patriyah. 

"Saya dengar di dalam rumah ramai, katanya ada orang d idalam. Akhirnya saya masuk lewat pintu dapur karna pintunya terbuka. Saya lihat ada orang masuk juga dari arah utara rumah. Begitu saya masuk, saya melihat warga ramai dan saya menjadi ketakutan. Lalu saya masuk kamar mandi menghindari kemungkinan warga yang anarkhis," jelasnya. 

Begitu di dalam kamar mandi, Maduki mengaku naik ke atas bak mandi bukan naik ke atap seperti yang tersiar di pemberitaan. 

Baca Juga : Lewat Surat Terbuka, Prof Suhartono Minta Senat UIN Malang Bersikap Terkait Isu Plagiasi

"Hingga akhirnya ada petugas polsek datang, saya senang karena diamankan dari kemugkinan tindakan anarkhis. Saya baru taHu ternyata yang diributkan sebelumnya itu sepeda motor saya dan saat saya temukan ternyata sudah dinaikkan di atas mobil petugas," ungkapnya. 

Penjelasan ini sudah disampaikan pada petugas, keluarga masing-masing dan rencananya akan dijelaskan ke inspektorat jika kelak dirinya diperiksa atas adanya aduan warga. 

"Saya sudah masuk kantor seperti biasanya, saya memahami ini kesalahpahaman," tambahnya.

Seperti diketahui, Kepala desa Pucanglaban Maduki sebelumnya dikabarkan digrebek warganya karena diduga ada hubungan asmara dengan Patriyah perangkat desa Kaur Perencanaan, Kamis (15/04/2021) malam. 

Selama pemberitaan beredar, Maduki belum memberikan klarifikasi apapun untuk meluruskan berita yang dianggapnya belum sepenuhnya benar itu.

Dengan penuturan ini, ia berharap semua pihak dapat melihat dengan jelas fakta yang ia alami dalam insiden tersebut. 

Topik
Kades pacunglaban penggerebekan warga berita tulungangung

Berita Lainnya