Nelayan Meninggal di Samudra Hindia Dievakuasi di Popoh Tulungagung, Begini Cara Mengawetkan Jenazah | Tulungagung TIMES

Nelayan Meninggal di Samudra Hindia Dievakuasi di Popoh Tulungagung, Begini Cara Mengawetkan Jenazah

Apr 03, 2021 20:09
Saat petugas lakukan evakuasi terhadap jasad Darsoni / Foto : Dokpol / Tulungagung TIMES
Saat petugas lakukan evakuasi terhadap jasad Darsoni / Foto : Dokpol / Tulungagung TIMES

TULUNGAGUNGTIMES - Setelah sekitar lima bulan berlayar, nelayan asal Jawa Tengah, tepatnya dari Kabupaten Pemalang meninggal dunia di Samudra Hindia dan dievakuasi di pantai selatan Tulungagung. Saat diturunkan dari kapal, bagaimana kondisi nelayan yang diketahui bernama Dasoni (36) warga desa  Bojongnangka RT 003 RW 001 Kecamatan/Kabupaten Pemalang Jawa Tengah ini?

Kepala desa Besole, Suratman mengatakan kondisi Dasoni saat diturunkan dari kapal dalam keadaan beku karena, jenazahnya disimpan di Cold Storage kapal. "Jenazah utuh, saya ikut menurunkan. Kondisinya beku karena disimpan di Cold Storage ikan," kata Suratman.

Baca Juga : Mengenal Kue Apem dan Tradisi Megengan di Tulungagung, Begini Filosofinya...

Menurut pria yang juga sebagai kepala desa di wilayah pantai selatan itu, jika kapal yang digunakan berlayar besar dipastikan ada tempat pengawetan hasil tangkapan ikan.

Sedangkan untuk nelayan yang meninggal, biasanya dibungkus plastik lalu dimasukkan di penyimpanan ikan dalam kapal. "Kemarin dibungkus plastik, lalu dimasukkan mesin pendingin. Saat di pelabuhan, kondisinya masih utuh," ungkapnya.

Menurut Suratman, di laut selatan tidak ada tradisi melarung jenazah sesama nelayan. "Tidak ada melarung jenazah, kasihan sesama teman. Nelayan itu solidaritasnya tinggi, malah jika ada mayat di tengah biasanya diangkat dan dibawa minggir," paparnya.

Sebelumnya, jenazah Darsoni dinaikkan di teluk Popoh Kecamatan Besuki setelah diketahui meninggal dunia. Hal ini diungkapkan Kapolres Tulungagung AKBP Handono Subiakto melalui Kasubag Humas Iptu Tri Sakti, Sabtu (03/04/2021) siang.

"Korban ini telah lama di laut, atau tepatnya sejak 23 November 2020 lalu. Ia bersama temannya pergi untuk mencari ikan dengan menggunakan kapal bintang sampurna B," kata Iptu Tri Sakti.

Lanjutnya, Dasoni berangkat dari Pekalongan bersama Kusnadi dan Rasito untuk mencari ikan di tengah samudra. Namun, pada Sabtu (27/03/2021) lalu keluarga di rumah yang bernama Wahyudin mendapatkan kabar bahwa Darsoni telah meninggal dunia.

Baca Juga : Pesona Pantai Mbah Drajid Lumajang

"Korban meninggal dunia di kapal Bintang Sampurna B ketika mencari ikan di laut masuk samudera hindia karena kedinginan," ungkap Tri Sakti.

Kemudian pada hari Jumat tanggal 02 April 2021 kapal bintang sampurna B berlabuh ke pantai Popoh guna menurunkan jenazah Darsoni. "Jenazah dijemput oleh keluarga dan dilakukan pemakaman," jelasnya.

Karena menyangkut kematian, petugas yang datang ke lokasi meminta keterangan sejumlah saksi. "Bahwa sebelumnya korban ini menderita sakit kedinginan dan menggigil, tidak diketemukan tanda penganiayan dari jenazah korban," pungkasnya.

Setelah tidak ada indikasi lain atas kematiannya, Darsoni dapat dibawa keluarganya untuk selanjutnya dimakamkan di kampung halamannya di Pekalongan Jawa Tengah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
berita tulungagung Suratman Kapolres Tulungagung handono subiakto

Berita Lainnya