KTH Argo Makmur Lestari Besole Terima 60 Ribu Bibit untuk Rehabilitasi Hutan | Tulungagung TIMES
penjaringan-bakal-calon-jatimtimes099330c15d1b4323.jpg

KTH Argo Makmur Lestari Besole Terima 60 Ribu Bibit untuk Rehabilitasi Hutan

Mar 25, 2021 15:28
KTH Argo Makmur Lestari saat diskusi dengan BPDASHL Brantas Sampean / Foto : Istimewa / Tulungagung TIMES
KTH Argo Makmur Lestari saat diskusi dengan BPDASHL Brantas Sampean / Foto : Istimewa / Tulungagung TIMES

TULUNGAGUNGTIMES - Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Brantas Sampean, mengadakan sosialisasi dan orientasi rencana program Rehabilitasi Hutan dan Lahan untuk lahan Perhutanan Sosial pada kelompok KTH Argo Makmur Lestari, Rabu (24/03/2021). Pertemuan ini diadakan di joglo lokasi IPHPS Desa Besole. Hadir dalam kegiatan ini PPLH Mangkubumi sebagai pendamping kelompok serta dari jajaran Perhutani KPH Blitar.

BPDASHL Brantas Sampean pada pertemuan ini menyampaikan bahwa pihaknya akan mengadakan kegiatan Rehabilitasi Hutan dan Lahan pada lokasi Izin IPHPS KTH Argo Makmur Lestari Besole pada lahan seluas 150 Ha.

Baca Juga : Respons Pedagang Pasar Besar Kota Malang, Ketua Komisi B Beri Sorotan Ini

"Tiap hektarnya akan ditanami dengan tanaman MPTS (Multi Purpose Three Species) atau buah2an. Tiap hektar akan ditanami sebanyak 400 batang. Dengan target lahan seluas 150 hektar, maka kebutuhan tanaman diperkirakan sebanyak 60.000 batang," kata nara hubung PPLH Mangkubumi, Munif.

KTH Argo Makmur Lestari menyatakan menerima, mendukung dan siap melaksanakan kegiatan RHL tersebut. "Jenis tanaman utama yg akan diberikan didasarkan atas jenis tanaman yg diinginkan oleh kelompok tani hutan dan juga kesesuaian dengan agroklimat setempat, yaitu alpokat sebanyak 70 persen, durian 20 persen, petai/jengkol, sukun sebanyak 10 persen. Sedangkan tanaman sela sebanyak 100 batang per hektare yang dipilih
adalah kopi 50 persen, kaliandra 50 persen,"

Menurut, Suagus Kasi Program DASHL, BPDASHL Brantas Sampean,  tujuan dan fungsi RHL ini adalah di antaranya adalah menjaga kelestarian ekologi hutan, peningkatan ekonomi masyarakat sekitar hutan dan Pemberdayaan masyarakat sekitar hutan.

"Dalam Rehabilitasi Hutan dan Lahan ini, kegiatan penanaman sepenuhnya akan dilakukan oleh kelompok KTH, perawatan, dan yang akan mendapatkan hasil/penerima manfaat ketika panen," jelasnya.

BPDASHL Brantas Sampean juga akan memfasilitasi kegiatan pemeliharaan atau penyulaman sebanyak 10 persen pada tahun berjalan (P0), 20 persen pada pemeliharaan Tahun 1 (P.1) dan 10% pada pemeliharaan tahun 2 (P.2), dari jumlah tanaman yang ada.

Baca Juga : Bobol Toko Elektronik di Malang, Sindikat Asal Pasuruan Diringkus Petugas

"Karena program ini bertujuan untuk peningkatan ekonomi masyarakat, selain bahan, maka BPDASHL juga akan memfasilitasi HOK (hak orang kerja) penanaman yang akan ditransfer melalui rekening tiap penerima manfaat," ungkapnya.

Program ini akan berjalan 3 tahun, dengan pendampingan dari PPLH Mangkubumi serta pengawas Perhutani KPH Blitar. Selanjutnya setelah pendampingan 3 tahun program ini akan diserah terimakan kepada  KTH dalam pemeliharaan dan pengelolaannya.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
bpdashl brantas sampean perhutani kph blitar

Berita Lainnya