Warga Usir Petugas Perhutani Lantaran Dicurigai Lakukan Penebangan Liar, Begini Kronologinya | Tulungagung TIMES

Warga Usir Petugas Perhutani Lantaran Dicurigai Lakukan Penebangan Liar, Begini Kronologinya

Mar 24, 2021 14:26
Warga tunjukkan kayu Sonokeling yang akan diambil pihak Perhutani / Foto : Istimewa / Tulungagung TIMES
Warga tunjukkan kayu Sonokeling yang akan diambil pihak Perhutani / Foto : Istimewa / Tulungagung TIMES

TULUNGAGUNGTIMES - Aksi pengusiran terhadap petugas perhutani terjadi di Desa Junjung, Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung. Kejadian itu bermula pada saat Kepala Resort Pemangku Hutan (KRPH ) Sanggrahan Eko Sudaryanto bersama timnya hendak memotong dan mengangkut kayu jenis sonokeling di pinggiran Goa Pasir, Senin (22/03/2021) lalu.

Saat datang ke lokasi, Eko sudah membawa kendaraan jenis Truck Nopol AG 8025 QR yang sudah terisi kayu sonokeling yang tidak diketahui darimana asalnya.

Baca Juga : Eri Cahyadi Sementara, Persebaya Selamanya

"Mereka saat itu parkir di rumah warga di RT 26 RW 10 hendak mengambil kayu sono keling yang sudah tumbang beberapa waktu lalu," kata Maliki Nusantara, Deputi Advokasi dan Investigasi PPLH Mangkubumi dam Anggota Jaringan Independent Pemantau Kehutanan-JPIK.

Lanjut Maliki, melihat gelagat Eko, warga menanyakan kenapa tidak izin ke perangkat desa. Bukan mendapat tanggapan baik, petugas Perhutani yang datang disebutkan Maliki mengatakan jika urusan itu tidak terkait dengan desa.

"Kemudian kelima orang itu bergegas naik ke gunung untuk melakukan pemotongan kayu sono keling yang sudah rubuh beberapa waktu yang lalu," ujarnya.

Melihat hal itu, warga lain melapor ke RT setempat. Kemudian warga sekitar berdatangan dan menghentikan pemotongan kayu sono keling..Eko yang awalnya di lokasi tampak kabur dari lokasi menuju pos kamling.

"Perangkat desa dan Pengurus LMDH menanyakan keabsahan pengangkutan kayu, namun pihak Perhutani hanya menunjukkan surat Laporan Kejadian Bencana Alam, bukan dokumen angkutnya," ungkap Maliki.

Karena tak dapat menunjukkan dokumen angkut, Eko dan kawan-kawannya meninggalkan lokasi tanpa membawa sono keling yang telah di potong itu.

"Warga sedikit geram dengan ulah petugas yang dulu sering melakukan pengangkutan dan penebangan kayu tanpa izin dan dokumen yang jelas, dan menurut warga ada indikasi kayu sengaja dimatikan, agar seolah-olah terjadi bencana dan bisa ditebang. Sekitar 2 hingga 3 tahun yang lalu juga pernah dilakukan penebangan kayu roboh, tapi anehnya kayu yang sehat dan kokoh juga ikut ditebang," ungkapnya.

Melihat hal itu, warga berkomitmen untuk tidak membiarkan siapapun untuk menebang hutan dan menjaga kelestariannya. Sebab kawasan tersebut merupakan gunung dengan bebatuan curam yang berbatasan langsung dengan perumahan penduduk. Jika pohon habis, bisa dipastikan akan terjadi bencana, baik banjir walet atau tanah longsor yang akan merugikan warga sekitar.

Sementara itu, Asisten Perhutani KBKPH Kalidawir, Sachurohman saat dikonfirmasi menjelaskan, kayu yang dibawa petugasnya bukan kayu sonokeling.

Baca Juga : Kepengurusan Kubu Moeldoko Bocor, PD: Bentuk Kepanikan dan Usaha Sia-sia

"Yang dibawa itu bukan sonokeling, tapi kayu jati dan akasia," kata Sachur, Rabu (24/03/2021).

Terkait Sonokeling yang hendak diambil dari kawasan hutan di desa Junjung, menurut Sachur adalah murni kayo roboh akibat bencana alam.

"Suratnya lengkap, kewajiban kami adalah membuat laporan jika ada kayu yang roboh karena bencana alam," terangnya.

Tidak hanya membuat laporan, kayu yang roboh karena bencana alam juga menjadi tanggung jawab pihaknya untuk diamankan agar tidak hilang.

"Kayu yang ada di kawasan hutan produksi adalah aset negara yang jika ditebang akibat bencana alam harus diamankan, jika hilang justru petugas yang salah," tegasnya.

Permasalahan itu menurut keterangan Sachur sudah diselesaikan. Pihaknya telah mendatangi TKP dan memberikan pengertian ke warga setempat serta memberi penjelasan jika kayu yang diambil resmi pihaknya akan aman dan bukan bagian dari pencurian. 

Topik
Perhutani Kabupaten Tulungagung Pencurian Kayu aksi pencurian kayu hutan Berita Jatim

Berita Lainnya