Minta Diskon Persyaratan Buka Tempat Wisata, Asidewi Tulungagung Wadul ke Dewan | Tulungagung TIMES

Minta Diskon Persyaratan Buka Tempat Wisata, Asidewi Tulungagung Wadul ke Dewan

Mar 03, 2021 20:24
Hearing Asidewi dengan komisi D DPRD Kabupaten Tulungagung / Foto : Istimewa / Tulungagung TIMES
Hearing Asidewi dengan komisi D DPRD Kabupaten Tulungagung / Foto : Istimewa / Tulungagung TIMES

TULUNGAGUNGTIMES - Asosiasi Desa Wisata Indonesia (Asidewi) Kabupaten Tulungagung menyambut baik rencana dibukanya wisata di Kota Marmer. Namun, Asidewi mengaku masih keberatan dengan persyaratan izin pembukaan wisata ini.

Pasalnya, syarat mengajukan izin ini masih menjadi masalah di beberapa tempat wisata. Pasalnya, banyak tempat wisata yang belum dapat memenuhi 16 poin prokes (protokol kesehatan).

Baca Juga : PPKM Mikro Diberlakukan, Kunjungan Wisatawan ke Kampung Coklat Meningkat

"Ada 16 Prokes yang harus dipenuhi.  Kami berharap ada kebijakan yang lebih fleksibel akan penerepan prokes itu mengingat wisata desa hari ini banyak yang masih tahap merintis," kata Ketua Asidewi Tulungagung, Anang Mustofa kepada TulungagungTIMES, Rabu (3/3/2021).

Anang mengatakan, persoalan itu sudah disampaikan saat Hearing dengan DPRD Kabupaten Tulungagung pada Selasa (02/03/2021) kemarin. Dia mengatakan minta adanya keringanan sehingga tidak perlu menunggu lama untuk mendapatkan izin buka.

"Kita berharap agar Dinas Pariwisata (Disparbud) juga ada pendampingan dan pembinaan bagi tempat wisata yang belum memenuhi standart prokes," jelasnya.

Anang mencontohkan, wisata yang viral hari ini Puncak Gunung Banon di Desa Demuk dikatakan perlu pendampingan penataan lebih intens agar SOP pencegahan tetap terjaga meski 16 prokes belum terpenuhi.

"Selain itu terkait jam operasional wisata buatan dan wisata alam yang diberikan,  Asidewi berharap agar disesuaikan dengan kebutuhan wisata masing-masing yang terpenting tidak melanggar jam Malam," ungkapnya.

Pihaknya menuturkan, jika semula wisata buatan jam operasionalnya dibatasi 06.00 sampai jam 16.00 wib, wisata alam jam 07.00 – 16.00 wib ini tidak dapat diberlakukan sama. "Kalau ini diterapkan banyak wisata buatan seperti wisata kuliner malam tidak bisa buka dan wisata alam Gunung Budheg tidak akan pernah bisa menikmati Sunrise maupun Sunset yang menjadi ikon wisatanya," terang Anang.

Baca Juga : Saat ke Kamar Mandi Usai Kencan, Motor dan Uang Wanita Tulungagung Ini Diembat Prianya

Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Tulungagung, Abdullah Ali Munib saat dikonfirmasi membenarkan telah menerima aspirasi Asidewi terkait permintaan kelonggaran aturan 16 Prokes untuk pembukaan tempat wisata. "Intinya para kepala desa yang punya tempat wisata ini minta agar ada kelonggaran, ini kita bisa pahami," ujarnya.

Munib mencontohkan harus tersedianya bilik sterilisasi di tempat wisata, menurutnya saat ini tidak wajib. "Sudah ada alat pengukur suhu badan, jadi jika suhunya normal saya rasa tidak perlu lagi masuk bilik sterilisasi," paparnya.

Pihaknya akan meneruskan aspirasi para kepala desa yang tergabung dalam Asidewi kepada Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tulungagung agar ada keringanan persyaratan perizinan ini. "Saya rasa kepala desa sudah paham bagaimana harus berbuat untuk mengawasi agar potensi penularan Covid-19 ini bisa diminimalisir. Sambil kita semua menunggu vaksin yang telah mulai dilaksanakan oleh pemerintah," jelasnya.

Terkait Perda yang mengatur tentang desa wisata desa ini juga dibahas dalam hearing bersama Asidewi. Menurut politisi PKB ini, Perda itu masih disampaikan ke Gubernur untuk dilakukan kajian dan evaluasi sebelum disosialisasikan. "Jadi desa wisata ini nantinya harus terdaftar dan wajib ada perlindungan," pungkasnya.

Topik
berita tulungagung wisata tulungagung asidewi kabupaten tulungagung

Berita Lainnya