Jalan Penghubung 3 Desa Longsor, Bupati: Harus Segera Diperbaiki | Tulungagung TIMES

Jalan Penghubung 3 Desa Longsor, Bupati: Harus Segera Diperbaiki

Feb 22, 2021 16:58
Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo saat melihat jalan yamg longsor di Desa Krosok. (foto: Joko Pramono/ JatimTIMES)
Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo saat melihat jalan yamg longsor di Desa Krosok. (foto: Joko Pramono/ JatimTIMES)

TULUNGAGUNGTIMES- Jalan utama penghubung Desa Krosok – Desa Nglutung Kecamatan Sendang longsor pasca diguyur hujan 2 hari berturut-turut.

Longsornya jalan ini diketahui pada Minggu (21/2/21) dinihari sekitar pukul 03.00 oleh warga sekitar.

Baca Juga : 3 Titik Retakan di Kawasan Payung Batu, BPBD Jatim Akan Lakukan Pembatasan Lalu Lintas

Longsornya jalan ini membuat warga yang menuju Nglutung atau ke Krosok harus memutar melalui jalan alternatif.

Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo saat melihat kondisi jalan utama ini berjanji akan segera memperbaiki jalan ini.

“Perlu adanya suatu pemikiran, perlu untuk dibuat segera penanganan, kita pikirkan konstruksi mana yang tepat,” ujar Maryoto, Senin (22/2/21).

Saat ini pihaknya sudah menyiapkan alat berat untuk memperbaiki sementara jalan yang rusak. Pihaknya juga melakukan kajian secara teknis untuk perbaikan jalan ini.

“Ini agar masyarakat tidak terisolasi,” katanya.

Untuk jangka pendek, akan dilakukan penarikan tanah yang longsor ke tempat semula menggunakan ekskavator.

Setidaknya dengan usaha ini, jalan yang longsor bisa dilewati oleh kendaraan ringan seperti motor.

Sementara itu PLT Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Robinson Nadeak ungkapkan besaran anggaran untuk perbaikan jalan ini.

Dari hitungan awal perbaikan jalan ini dibutuhkan anggaran sebesar 5 milyar rupiah. “Kalau estimasi sementara, sekitar 5 meter,” jelasnya.

Jalan yang longsor sekitar 75 meter, dengan kedalaman mencapai 15 meter.

Untuk perbaikan dilakukan menyeluruh sepanjang 150 meter. Pasalnya beberapa bagian jalan juga terlihat retak dan berpotensi terjadi longsor susulan.

Baca Juga : 4 Perangkat Dilantik, SOTK Pemerintah Desa Wates Kini Lengkap dan Sempurna

Disinggung kemungkinan untuk menambal jalan yang longsor menggunakan karung pasir, Robinson jelaskan tidak mungkin, lantaran jalan yang longsor terlalu panjang dan dalam.

“Talut tetap, tapi berjenjang, nanti kita gunakan pancang (stross) penahan di bawah karena struktur tanahnya sangat empuk,” pungkasnya.

Terpisah Kepala Desa Krosok, Susanto menjelaskan sebelum longsor sudah ada retakan di sawah sekitar setahun lalu.

Retakan terjadi di sekitar saluran air. Warga sudah mencoba memperbaiki dengan menggunakan terpal, dengan tujuan air dari saluran tidak makin menggerus tanah di bawahnya.

“Sudah dikasih terpal saluran ini, kemudian dari Dinas Pertanian sudah ngecek ke sini, dan Insyaallah tahun ini dibangun,” jelas Susanto.

Sayang, sebelum dibangun sudah didahului dengan longsor.

Akibat longsor ini, jalan penghubung dari Krosok-Nglutung-Talang terputus total. Warga harus memutar sejauh 2,5 kilometer jika hendak menuju desa sebelah.

“Kita lewatkan Dusun Tambak melalui Dusun Pabyongan terus ke arah Nglutung, lebih jauh 2,5 kilo,” jelas Susanto.

Sebagian tanah longsor juga mengenai sawah milik warga. Kerugian sedang dihitung dan dikoordinasikan dengan pemilik sawah.

Topik
Longsor di Tulungagung Tanah Longsor bencana longsor

Berita Lainnya