Asosiasi Desa Wisata Tulungagung Rumuskan SOP Pembukaan Tempat Wisata saat PPKM Mikro | Tulungagung TIMES

Asosiasi Desa Wisata Tulungagung Rumuskan SOP Pembukaan Tempat Wisata saat PPKM Mikro

Feb 10, 2021 21:16
Aktivitas Rapat Pengurus Asidewi Kabupaten Tulungagung / Foto : Anang Basso / Tulungagung TIMES
Aktivitas Rapat Pengurus Asidewi Kabupaten Tulungagung / Foto : Anang Basso / Tulungagung TIMES

TULUNGAGUNGTIMES - Penutupan wisata di Kabupaten Tulungagung akibat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) benar-benar membuat pengelola dan orang yang terlibat di dalamnya kelabakan. Tak mau terus kehilangan mata pencaharian, Asosiasi Desa Wisata Indonesia (Asidewi) Kabupaten Tulungagung mengadakan koordinasi dan kunjungan kegiatan di Desa Demuk, Kecamatan Pucanglaban, Rabu (10/02/2021). 

Sejumlah kepala desa yang memiliki tempat wisata baik alam dan edukasi membahas langkah ke depan untuk menghadapi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro yang sedang digulirkan pemerintah. 
 

Baca Juga : PPP Jombang Bantu Ibu Hamil dan Balita Terdampak Banjir

"Dalam rangka melakukan pemberdayaan pengelola wisata desa serta ditengah persiapan pembukaan lagi obyek wisata dan sinkronisasi program PPKM mikro desa, kita gelar diskusi," kata kepala desa Demuk, Iswari di wahana wisata Banon.

Tak bisa dipungkiri, perputaran ekonomi masyarakat di wahana wisata cukup besar. Sehingga, jika wisata harus ditutup dalam jangka waktu lama akan berdampak pada pendapatan sebagian masyarakat.

"Bahwa wisata desa bagian dari pada pemulihan ekonomi nasional dimulai dari desa yang tidak bisa dinafikan. Ini bukan hanya ratusan tenaga kerja tapi para pelaku UMKM terlibat disitu," ujar Saji, Kepala Desa Tenggong tokoh pengelola wisata lembah Mranggi yang satu lokasi dengan Bukit Banon ini.

Untuk itu, Asidewi Kabupaten Tulungagung mendorong pemerintah daerah membuat rumusan penyelesaian masalah agar mendapatkan solusi atau jalan tengah yang sama-sama adil dirasakan. "Kita mencari solusi, bagaimana keseimbangan ini terjaga ditengah pandemi antara pemulihan ekonomi juga pencegahan covid 19," kata ketua Asidewi Kabupaten Tulungagung yang juga pengelola Nangkula Park, Anang Mustofa.

Asidewi berpendapat, dengan adanya PPKM mikro ditingkat desa ini merupakan momen untuk menunjukkan kerja desa khususnya yang punya wisata desa.

Baca Juga : Ini Cara Bupati Sanusi Entaskan 265 Ribu Warganya yang Miskin

"Nah, pertemuan ini terus membahas bagaimana menata SOP (Standard Operating Procedure) untuk pencegahan potensi penularan Covid-19 di tempat wisata desa," ungkapnya.

Menurut pria yang juga kepala desa Kendalbulur ini, segera Asidewi akan mengajukan Surat Permohonan pembukaan wisata dan SOP yang telah dibuat untuk dikaji oleh Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tulungagung.

"Jika kurang tepat SOP nya nanti kita minta satgas memberi masukan, namun tujuan kita juga membantu program pemerintah bagaimana keseimbangan terjadi antara kebutuhan ekonomi masyarakat dan pencegahan penularan Covid-19 ini," pungkasnya.

Topik
berita tulungagung berita tulungagung hari ini wisata tulungagung asosiasi desa wisata tulungagung Asosiasi Desa Wisata Indonesia

Berita Lainnya