Wali Kota Blitar Santoso saat memimpin apel pelaksanaan PPKM
Wali Kota Blitar Santoso saat memimpin apel pelaksanaan PPKM

BLITARTIMES - Wali Kota Blitar Santoso menegaskan Kota Blitar wajib menerapkan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) meski berstatus zona orange. PPKM akan diterapkan meskipun secara formal Kota Blitar tidak masuk dalam 11 daerah yang diwajibkan memberlakukan PPKM sesuai kriteria yang ditetapkan dan tertuang dalam Keputusan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

Hal tersebut disampaikan Santoso saat memimpin apel pelaksanaan PPKM di halaman Kantor Wali Kota Blitar, Rabu (13/1/2020).

Baca Juga : Pemkab Malang Pastikan 10 Pejabat Siap Terima Vaksin Covid-19 Tahap Pertama

“Bagi saya wajib untuk mengikuti PPKM, meskipun secara formal Kota Blitar tidak masuk dalam 11 daerah yang ditetapkan SE Gubernur. Karena perkembangan Covid-19 sulit diprediksi. Sekarang Kota Blitar turun ke orange tapi bisa saja besok berubah," ungkap Santoso.

Dikatakannya, Pemkot Blitar terus meningkatkan antisipasi serta mengingatkan kembali masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan untuk memutus mata rantai penularan Covid-19. Antisipasi terus dilakukan karena segala kemungkinan bisa terjadi terkait perkembangan Covid-19. Sehingga bila terjadi kondisi darurat, Kota Blitar telah siap menghadapinya.

“Segala antisipasi dan langkah-langkah terus kami lakukan. Agar bila sewaktu-waktu ada lonjakan kami sudah siap,” tegasnya. 

"Prinsipnya tetap mengantisipasi dan melakukan langkah-langkah seperti yang kami lakukan ini. Nanti kalau ada lonjakan kasus atau kondisi darurat lainnya Kota Blitar sudah siap," imbuhnya.

Sebagaimana diketahui, PPKM di Kota Blitar tertuang dalam Surat Edaran (SE) Wali Kota Blitar Nomor 1 tahun 2021 tentang pemberlakuan pembatasan kegiatan untuk pengendalian penyebaran Covid-19.

Dalam SE tersebut ada sembilan poin. Diantaranya, pemberlakuan Work From Home (WFH) dan Work From Ofice (WFO). Kemudian pemberlakuan jam operasional restoran/rumah makan, restoran milik hotel, karaoke, angkringan dan pedagang kaki lima.  

Sementara untuk layanan makan di tempat  dibatasi sebanyak  25 persen dari kapasitas dengan pemberlakuan jam operasional mulai pukul 07.00 WIB sampai dengan pukul 20.00 WIB. Untuk layanan pesan-antar atau dibawa pulang dilakukan sesuai dengan jam operasional pukul 07.00 WIB sampai dengan pukul 21.00 WIB. 

Pembatasan juga berlaku untuk pusat perbelanjaan, mall dan toko modern. Di mana jam operasionalnya dibatasi mulai pukul 07.00 WIB sampai dengan pukul 20.00 WIB. 

Kebijakan berbeda diterapkan untuk sektor perhotelan, pasar tradisional dan  pemenuhan kebutuhan masyarakat lainnya. Di mana sektor ini tetap dapat beroperasi penuh dengan kewajiban menetapkan protokol kesehatan yang ketat.  

Baca Juga : Puluhan Tenaga Outsourcing Kota Blitar Diputus Kontrak, Legislatif Sebut Tak Ada Muatan Politik

 

Pemkot Blitar dengan SE ini juga memberhentikan sementara waktu kegiatan masyarakat di tempat umum seperti taman, tempat wisata, gedung, dan sarana olahraga. Kebijakan yang sama juga diterapkan untuk kegiatan sosial budaya seperti pagelaran seni, resepsi dan yang kainnya juga diberhentikan untuk sementara.