Wakil Bupati Jember Drs. KH. A. Muqit Arief bersama dengan Sekda Ir. Mirfano saat menggelar pertemuan dengan beberapa ASN (foto : Moh. Ali Makrus / Jatim TIMES)
Wakil Bupati Jember Drs. KH. A. Muqit Arief bersama dengan Sekda Ir. Mirfano saat menggelar pertemuan dengan beberapa ASN (foto : Moh. Ali Makrus / Jatim TIMES)

Wakil Bupati Jember Drs. KH. A. Muqit Arief angkat suara terkait isu adanya kegaduhan di dalam tubuh Pemerintah Kabupaten Jember. Diapun memberi penjelasan mengenai adanya tumpang tindih jabatan yang diisi oleh dua orang di lingkup Pemerintah Kabupaten Jember. 

Menurut Muqit, selama ini ia dan Bupati Jember dr. Faida MMR memiliki hubungan baik dan tidak ada pecah kongsi seperti yang dibicarakan publik. Meski begitu, ia mengakui jika kegaduhan di Pemkab Jember sudah terjadi 1 tahun terakhir, sebelum dirinya menjabat sebagai Plt (Pelaksana Tugas) Bupati Jember.

Baca Juga : Wabup Irwan Resmikan Jembatan Pantekosta

“Kalau pecah kongsi antara saya dengan Bupati tidak ya, tapi memang kami akui, jika kegaduhan ini sudah terjadi sejak satu tahun terakhir sebelum saya diangkat menjadi Plt. Oleh karenanya, kami berharap di sisa 35 hari jabatan kami ini, kegaduhan ini bisa segera berakhir,” ujar Wabup.

Dia juga mengimbau kepada sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) agar tetap menjalankan tugasnya sesuai peraturan yang ada, dan tidak terpengaruh pada situasi politik di Kabupaten Jember. Sedangkan untuk pejabat yang beberapa hari lalu mendapatkan SK demisioner maupun Plt, agar legowo dan menunggu dalam satu dua hari ini, sampai keputusan dari pemerintah pusat dan provinsi keluar.

“Saya berpesan agar pejabat di Pemkab Jember tetap menjalankan tugasnya sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan, dan untuk pajabat yang mendapatkan SK terbaru sesuai KSOTK 2020, agar legowo dan menunggu hasil dari pemeriksaan Kemendagri terhadap Bupati yang dilaksanakan hari ini di Jakarta. Insya Allah dalam satu atau dua hari sudah ada keputusan yang dihasilkan, dan kami berharap semua mematuhi apapun hasilnya di Jakarta,” pungkas Wabup.