Ilustrasi, net
Ilustrasi, net

Meledaknya jumlah terkonfirmasi positif Covid-19 di Tulungagung membuat para orang tua di Kecamatan Gondang Kabupaten Tulungagung was-was. Pasalnya, di beberapa sekolah di wilayah Gondang sudah cukup lama menerapkan pertemuan tatap muka seminggu dua kali selama dua jam.

"Saya khawatir, di sekolah anak saya sudah lama menerapkan pertemuan tatap muka seminggu dua kali," kata AB (initial) salah seorang wali murid (orang tua) yang anaknya sekolah di salah satu SD Negeri di Kecamatan Gondang.

Baca Juga : Pembelajaran Daring dan Tugas Sekolah Tak Halangi Siswi SMPN 21 Malang Ini Raih Prestasi

Hingga diumumkan kembali berlaku jam malam di Tulungagung, AB semakin takut dengan anaknya karena masih aktif masuk sekolah meski seminggu hanya 2 kali.

"Ini anak saya masih masuk (sekolah). Saya takut karena di sini (Gondang) juga masih banyak kegiatan kumpul-kumpul termasuk tahlilan dan punya hajat," imbuhnya.

Terkait adanya kegiatan di sekolah ini, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tulungagung Haryo Dewanto saat dikonfirmasi menegaskan pertemuan tatap muka bukan kebijakan dinas. Namun, pria yang dianggap Yoyok ini perlu mengetahui kegiatan seminggu dua kali di sekolah selama dua jam yang diinformasikan terjadi di Kecamatan Gondang.

"Kebijakan Dinas pembelajaran tetap lewat Daring atau luring, mungkin itu sekolah memberikan pembelajaran kaitan luringnya diberi materi lewat sekolah," ujarnya.

Untuk memperjelas kegiatan ini, Yoyok akan memanggil koordinator wilayah Pendidikan Kecamatan Gondang untuk diminta penjelasan / klarifikasinya.

"Terimakasih infonya, besok korwilnya saya panggil," jelasnya.

Baca Juga : Disdikbud Kota Malang Fasilitasi Siswa Belajar dengan Pola Luring dan Daring

Bagi dinas, jika pertemuan yang dimaksud hanya memberikan materi pelajaran luring (luar jaringan) pada siswa maka dinas memperbolehkan.

"Ya, tapi kalau pembagian materi untuk luring boleh," pungkasnya.