Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid- 19 Tulungagung, Kasil Rokhmad (Joko Pramono/ JatimTIMES)
Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid- 19 Tulungagung, Kasil Rokhmad (Joko Pramono/ JatimTIMES)

Sejumlah fasilitas kesehatan (faskes) akan difungsikan sebagai tempat perawatan pasien positif Covid-19, setelah RSUD dr. Iskak tak mampu lagi menampung pasien Covid-19 sejak Jum’at (27/11/20) malam.

Begitu juga dengan tempat karantina pasien Covid-19 di rusunawa yang tak lagi mampu menampung. Sejumlah tempat pun tengah disiapkan untuk lokasi karantina.

Baca Juga : Tambah 62 Orang Terkonfirmasi Positif Covid-19 di Tulungagung, Tertinggi di Dua Kecamatan

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Tulungagung, Kasil Rokhmat mengatakan akan memfungsikan 15 Puskesmas yang ada sebagai tempat perawatan pasien Covid-19.

Puskesmas yang dialih fungsikan sebagai tempat perawatan adalah yang mempunyai rawat inap.

“Jadi pemeriksaan Covid-19 yang telah sembuh ditarik keluar ke puskesmas, sampai masa penularannya lewat,” ujar Kasil.

Dari 15 Puskesmas itu mampu menampung sekitar 40 pasien. Diharapkan dengan dimanfaatkan ke 15 Puskesmas itu mampu mengurai penumpukan pasien Covid-19 di RSUD dr. Iskak.

Sedang pasien konfirmasi baru yang tidak ada gejala yang mestinya masuk ke rusunawa, akan dilakukan isolasi mandiri, dengan pengawasan ketat.

Pengawasan akan dilakukan oleh Satgas Covid-19 di tingkat desa, dengan dibantu pihak TNI dan Polri.

Nantinya jika lokasi karantina yang dipersiapkan sudah siap untuk menampung pasien Covid-19 tanpa gejala tersebut, akan dipindahkan ke lokasi yang tengah dipersiapkan.

Lokasi karantina yang disiapkan adalah gedung Ma’had IAIN Tulungagung yang masih satu komplek dengan rusunawa.

“Kapasitasnya sekitar 104, mungkin pengoperasianya Senin atau Selasa sudah siap, nanti akan kita kirim kesitu agar tidak timbul kluster baru,” terangnya.

Kapasitas rusunawa sebanyak 56 orang, sejak Sabtu (28/11/20) sudah terisi 55 orang.

Disinggung tempat lain untuk lokasi karantina, seperti di gedung Balai Latihan Kerja (BLK) dan di Dinas Ketahanan Pangan, Kasil mengatakan effort (upaya) yang dilakukan akan lebih besar.

“Effortnya terlalu besar untuk pengawasannya, kalau masih cukup ya kita optimalkan,” katanya.

Selain itu dirinya berdalih jika lokasi karantina dipecah, maka fokus penanganan pasien Covid-19 juga terpecah.

Baca Juga : Update Covid-19 Kota Batu: Ada Kenaikan Drastis, Tambah 10 Pasien Konfirm Positif

Berbeda jika ditempatkan di satu lokasi, maka pengawasan, perawatan yang dilakukan bisa dipusatkan di satu tempat.

Lokasi seperti BLK dan di Dinas Ketahanan Pangan menjadi cadangan, jika lokasi yang saat ini sudah tidak mampu lagi menampung.

Meskipun sudah dibantu oleh Satgas Covid-19 di tingkat desa dan TNI-Polri, pihaknya kerap mendapati pasien yang bandel.

Buktinya masih ditemukan kluster keluarga penularan Covid-19.

“Kita enggak bisa mengawasi 24 jam, kalau ada moral Hazard yang tidak patuh, mau brobos (keluar) kemana saja bisa, yang kita minta kesadaran warga yang isolasi mandiri harus patuh,” tuturnya.

Sebelumnya, selama seminggu terakhir jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Tulungagung mengalami peningkatan secara signifikan.

Selama seminggu, total ada 133 tambahan pasien baru. Peningkatan tertinggi terjadi pada Sabtu (28/11/20) kemarin, dengan 62 pasien baru.

Dari 19 Kecamatan di Tulungagung, 14 menjadi zona merah penyebaran Covid-19, 1 zona kuning dan 4 zona merah.

Kondisi yang terjadi saat ini merupakan gelombang kedua penularan Covid-19 di Tulungagung.