Operasi Yustisi untuk menekan Covid-19 terus dilakukan (Joko Pramono/ JatimTIMES)
Operasi Yustisi untuk menekan Covid-19 terus dilakukan (Joko Pramono/ JatimTIMES)

Dalam seminggu terakhir, jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Tulungagung mengalami peningkatan secara signifikan.

Bahkan RSUD dr. Iskak Tulungagung, yang menjadi rujukan penanganan Covid-19, sudah menolak pasien Covid-19 dari luar daerah sejak Jum’at (27/11/20) malam.

Baca Juga : 6 Bulan Pandemi Covid-19, Sampah Medis Kota Batu Capai 18,4 Ton

Begitu juga dengan tempat isolasi pasien Covid-19 di Rusunawa IAIN, juga dikabarkan telah penuh, dan tak mampu lagi menampung pasien positif Covid-19.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Tulungagung, Kasil Rokhmat mengatakan kondisi yang terjadi saat ini merupakan gelombang kedua penularan Covid-19 di Tulungagung.

“Kita jangan memikirkan Covid-19 itu cuma 1 (gelombang), 2, 3, atau 4, bisa saja 5 atau 6,” ujar Kasil Rokhmat, Minggu (29/11/20) sore.

Seperti kemarin (Sabtu, 28/11) Tulungagung mengkonfirmasi tambahan 62 pasien baru positif Covid-19. Sedang hari ini Kasil mengungkapkan ada tambahan 22 pasien baru.

Dirinya belum bisa memastikan kenaikan ini apkah puncak kedua penyebaran Covid-19 di Tulungagung. Pasalnya kondisi saat ini bisa berubah sewaktu-waktu.

“Mudah-mudahan enggak ada puncaknya lagi,” harapnya.

Baca Juga : Tambah 62 Orang Terkonfirmasi Positif Covid-19 di Tulungagung, Tertinggi di Dua Kecamatan

Dengan peningkatan ini, pihaknya mengharapkan masyarakat lebih patuh akan protokol kesehatan. “Kita meminta kepatuhan dan kesadaran dari masyarakat,” pungkasnya.