Tempat sampah di Desa Panjerejo yang dikeluhkan baunya oleh masyarakat sekitar. (Foto: Istimewa / Tulungagung TIMES)
Tempat sampah di Desa Panjerejo yang dikeluhkan baunya oleh masyarakat sekitar. (Foto: Istimewa / Tulungagung TIMES)

Keberadaan tempat sampah yang terletak di sekitar makam Desa Panjerejo, Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung dikeluhkan warga sekitar. Dianggap tak dikelola dengan benar, tempat sampah ini mengeluarkan bau yang tidak sedap.

"Baunya sangat tidak sedap, apalagi saat saya di ladang dengan jarak yang dekat rasanya mau muntah," kata YS, warga yang enggan disebutkan namanya.

Baca Juga : Hujan Disertai Angin Kencang, Pohon Tumbang di Kabupaten Malang Timpa Mobil VW dan Mercy tanpa Plat Nomor 

 

YS ini kemudian menunjukkan tumpukan sampah yang cukup banyak dengan bau yang tajam. "Apalagi jika ada hujan, sampah ini baunya lebih parah," ujarnya.

Kepala Desa Panjerejo, Minowati saat dikonfirmasi mengatakan jika pemerintah desa telah memfasilitasi adanya tempat sampah di desanya.

"Pemerintah desa sudah memfasilitasi tempat (sampah) itu dan sudah diserahkan Bumdes," kata Minowati, Selasa (24/11/2020).

Usai diserahkan pengelolaannya ke Badan Usaha Milik Desa (Bumdes), diakui Minowati kondisi pengelolaan sampah masih macet. Ironisnya, saat pengolahan belum berjalan ada pihak lain yang memanfaatkan membuang sampah di tempat itu.

Baca Juga : Optimalisasi Dana Haji, BPKH Minta Revisi UU 34 Tahun 2014 

 

"(Pengelolaan) masih macet, akhirnya orang luar desa juga membuang (sampah) sembarangan," ungkapnya.

Soal langkah pengelolaan dan solusi mengatasi bau sampah yang dikeluhkan ke depan, Minowati belum memberikan penjelasan lebih lanjut.