Ketua DPD Nasdem Kabupaten Tulungagung, Achmad Djadi (Anang Basso / Tulungagung TIMES)
Ketua DPD Nasdem Kabupaten Tulungagung, Achmad Djadi (Anang Basso / Tulungagung TIMES)

Kekosongan jabatan Wakil Bupati (wabup) Tulungagung, kembali menjadi perhatian partai pengusungnya, yakni Partai Nasional Demokrat (Nasdem). 

Menurut Ketua DPD partai Nasdem Kabupaten Tulungagung Achmad Djadi, keberhasilan memenangkan Syahri Mulyo dan Maryoto Birowo merupakan keringat bersama dalam suka dan duka.

Baca Juga : Debat Publik Kedua Pilkada Kabupaten Malang: Paslon Lebih Siap Materi, Kurang Manajemen Waktu

"Kami dan PDI P saudara dan perjuangan kita memenangkan Sahto berhasil. Lahir keadaan yang tidak kita harapkan, yang penting kita ambil hikmah," katanya, di acara launching LSM Garuda Putra Tulungagung, Minggu (22/11/2020).

Penjaringan dan penyaringan di masing-masing partai telah selesai. Dari PDI P muncul tiga nama, yakni Tatang Suhartono, Suharminto dan Sodik Purnomo. Sedangkan dari Nasdem mucul dua nama, yakni Achmad Djadi dan Heru Marsudi dan kini telah di tangan masing-masing DPP.

"Sesuai mekanisme partai, semua kita serahkan ke DPP karena mekanismenya demikian," ujarnya.

Lanjut Djadi, meskipun jika akhirnya bupati Maryoto Birowo memilih tidak memerlukan Wabup dalam meneruskan memimpin sisa masa pemerintahannya, partai pengusung tetap menyerahkan semuanya pada wewenang DPRD.

"Itu nanti menjadi wewenang DPRD dan partai pengusung," jelasnya.

Bagi DPD Nasdem Kabupaten Tulungagung, dua nama yang telah berproses adalah final dan tidak mungkin diganti. Namun, Djadi tidak mempermasalahkan jika ada bakal calon yang masih berupaya mendaftar melalui PDI P ditingkat DPD Jawa Timur dan DPP.

"Tidak ada pergantian calon dari Nasdem. Namun seperti kita ketahui di PDI P barangkali karena bisa daftar ke DPD Jawa Timur dan pusat (DPP)," ungkapnya.

Baca Juga : Bantah Dipecah Belah oleh Machfud, Mat Mochtar Mengaku Membelot atas Inisiatif Sendiri

Apakah akan ada kompromi antara Nasdem dan PDIP untuk mengusung satu figur saja dalam menentukan siapa wakil bupati yang disepakati, Djadi menjelaskan, hal itu tidak mungkin terjadi.

"Kita secara prosedur dan struktur saling mengingatkan, namun tidak memungkinkan sepakat memilih satu orang. Yang jelas tetap akan ada dua calon dan dipilih oleh DPRD," pungkasnya.