Ilustrasi (Istimewa).
Ilustrasi (Istimewa).

Miskin merupakan salah satu cobaan yang diberikan Allah SWT kepada hamba-hambanya yang bersabar. Dengan keimanan dan ketakwaan yang dimiliki, para hamba Allah SWT yang miskin itu kemudian mendapatkan pelajaran dan kebaikan di dunia maupun akhirat.

Salah satunya ditunjukkan dalam kisah seorang kakek miskin yang kemudian menjadi kaya raya hanya dalam sekejap. Ustadz Khalid Basalamah dalam sebuah kajian yang diunggah channel YouTube Penuntut Ilmu menyampaikan, dikisahkan ada seorang laki-laku tua yang miskin di musim haji dan mencoba mencari sesuap nasi.

Baca Juga : Muslim Wajib Tahu, Ini Perbuatan Sederhana yang Mampu Hapuskan Dosa

Namun dia tak menemukan makanan sama sekali. Kemudian dia kembali pulang dan ditanya oleh istrinya apakah ada makanan untuk hari ini, dan dia jawab jika belum mendapatkan. Maka dia kembali keluar sembari beroda kepada Allah SWT untuk mendapatkan rizki.

Sampai akhirnya dia duduk di bawah pohon dan menyentuh tanah di sana dan seperti menyentuh barang keras. Dia lihat kotak yang di dalamnya ada banyak emas, sekitar seribu keping. Maka dia mengambil dan membungkusnya dengan rapi.

Bisikan setan pun seketika menghampiri kakek tua berusia hampir 70 tahun itu. Setan menggoda agar sang kakek mengambil Dinar itu untuk buka puasa keluarganya. Namun sang kakek menolaknya dan sama sekali tak mengambilnya. Dia pulang dan berencana tak sampaikan kepada istrinya. Namun karena sang istri membuka pintu, maka sang istri bertanya apa di dalam kain itu.

Maka sang suami menjelaskan dan sang istri meminta untuk menggunakan itu. Sang suami pun menolak permintaan sang istri. Bahkan permintaan istrinya hanya mengambil satu koin sekalipun.

"Tidak, kalaupun kita bisa menggunakan ini adalah saat sudah satu tahun kita iklankan," katanya.

"Kalau begitu ambil satu Dinar saja untuk berbuka puasa," jawab sang istri.

"Demi Allah tidak, jika engkau menyentuhnya maka aku akan menceraikanmu," jawab sang suami.

Maka sang kakek bersama sang istri serta keluarganya pun berbuka puasa seadanya. Keesokan paginya, ada seorang yang membuat pengumuman dan menyampaikan jika ia kehilangan kotak emas. Maka sang kakek kemudian bertanya kepada yang memberikan pengumuman berapa imbalan yang akan diberikan kepada orang yang menemukan kotak hartanya.

Maka orang yang memiliki kotak emas itu menyampaikan jika ia tak akan memberikan imbalan. Orang tua itu kembali pulang dan menyampaikan kepada istrinya jika ia menemukan pemilik harta itu. 

"Tapi orang itu tidak mau memberi imbalan, namun hanya memberikan doa saja," kata sang kakek.

Baca Juga : Sempat Merasa Ragu, Begini Cara Nabi Musa Kalahkan 10 Ribu Penyihir Fir'aun

Sang istri kemudian menyampaikan agar suaminya kembali menemui pemilik harta tersebut. Maka sang kakek kembali menemui pemilik harta tersebut. Lagi-lagi pemilik harta menegaskan jika tidak akan memberikan imbalan.

Singkat cerita, sang kakek membawa pemilik harta itu ke rumahnya. Sang pemilik harta melihat jika rumahnya kosong dan terlihat hanya ada delapan perempuan tua. Kemudian sang kakek mengatakan jika dia yang menemukan harta milik laki-laki tersebut.

Maka pemilik harta itu membuka kotaknya dan ternyata masih utuh. Dia pun mengatakan jika dia hanya bisa mendoakan kebaikan dan tak sedikitpun memberikan hartanya. Keluarga kakek itupun merasa sangat kaget dengan perilaku pria tersebut.

Namun tak lama, tiba-tiba saja ada yang mengetuk pintu, dan datang kembali pria pemilik harta tersebut dan meminta untuk masuk. Dia pun bercerita jika dia memiliki ayah yang meninggalkan tiga peti emas yang masing-masing berisi uang senilai seribu Dinar. Satu kotak dibagikan sebagai warisan, satu kotak lagi untuk pergi haji, dan satu kotak lagi harus diberikan kepada satu orang yang sangat miskin dan susah.

"Itulah paman alasan saya tak mau memberikan satu Dinar sekalipun. Karena itu amanah ayah saya, tapi demi Allah setelah saya keluar dari sini dan melihat tempat Anda, maka Anda yang layak menerima itu. Ambillah ini atas nama sedekah orang tua saya," kata pemilik harta tersebut.

Maka sang pemilik harta kemudian meletakkan kotak itu dan lari begitu kencang. Singkat cerita, uang di dalamnya dibagi rata antara sang kakek beserta delapan perempuan yang ia naungi dan satu laki-laki yang menjadi saksi yaitu Imam Thabari.

Beberapa tahun kemudian, keluarga sang kakek sudah menjadi orang yang mampu dengan hartanya yang berkah. Sang kakek meninggal dunia, dan sang anak menikah dengan laki-laki terpandang di Makkah.