Film Pejuang Kampung, Adu Akting Pemuda-Pemudi Karang Taruna Kota Kediri | Tulungagung TIMES

Film Pejuang Kampung, Adu Akting Pemuda-Pemudi Karang Taruna Kota Kediri

Nov 13, 2020 08:50
Poster film Pejuang Kampung yang diperankan oleh para pemuda karang taruna.(ist)
Poster film Pejuang Kampung yang diperankan oleh para pemuda karang taruna.(ist)

Film bisa memberikan banyak hal luar biasa selain menjadi hiburan semata. Terutama menginspirasi banyak penonton dengan cerita yang disajikan.

Berkembangnya platform digital, membuat penggarapan film tak hanya didominasi oleh rumah produksi besar. Yang terlibat pun tak hanya artis, anak sekolah, mahasiswa, santri, bahkan pemuda karang taruna juga banyak yang berkreasi di bidang perfilman.

Baca Juga : President Party Indonesia Kolaborasi dengan Semut-Semut Merayap, Luncurkan East Java I

Seperti halnya film Pejuang Kampung (Peka) yang tercipta berkat keprihatinan pada kondisi organisasi karang taruna yang ada di Kota Kediri.

Produktivitas karang taruna seakan-akan terlihat sempit dan kecil, bahkan nyaris hilang. Hal ini sangat tidak sesuai dengan tujuan dibentuknya karang taruna.

Citra karang taruna sempat dianggap sebelah mata. Hanya organisasi pemuda kampung yang diangggap tidak memiliki nilai tawar. 

Melihat hal tersebut, Harianto merasa prihatin terhadap karang taruna yang dia nilai kini semakin kehilangan peran di masyarakat. 

Berawal dari keprihatinan tersebut, warga Kelurahan Kemasan, Kota Kediri ini ingin mengembalikan ruh karang taruna melalui film Pejuang Kampung (Peka).

Film Peka ini menceritakan tentang kehidupan nyata pemuda karang taruna dengan berbagai permasalahan yang dihadapi dalam kehidupan di masyarakat.

"Film Peka itu adalah sebuah aplikasi yang mengembalikan rohnya karang taruna yang sebenarnya," kata Harianto.

Film Peka yang disutradarai Harianto, menceritakan pertemuan tidak sengaja tiga pemuda dari latar belakang yang berbeda.

Ide film Peka lahir dari impian Harianto, sejak 2019 lalu ingin menyatukan seluruh pemuda karang taruna di Kota Kediri, dan akhirnya bisa terwujud di bulan November 2020.

Pemeran utama dalam film ini diperankan tiga orang pemuda karang taruna, Deny salah satu pemuda karang taruna berperan sebagai seorang pengusaha sukses pewaris perusahaan ayahnya yang telah meninggal.

Deni tinggal bersama ibunya dan kakak lelakinya. Kakaknya telah pergi dari rumah disebabkan pertikaian dengan bapaknya sewaktu bapaknya masih hidup. Dalam perannya, Deni mempunyai cewek yang sombong, yang over protektif dan selalu melarangnya untuk  bersosial.

Baca Juga : Buceng Mungkur, Tradisi Luhur di Tulungagung Tandai Pisahnya Raga, Sukma, dan Keluarga

Selain Deni ada Miun berperan sebagai salah satu santri di Pondok Lirboyo, yang mempunyai kepribadian yang kalem dan santun. 

Dalam cerita film ini, Muin tinggal dengan adik dan kakeknya yang seorang pejuang veteran. Mereka hidup di lingkungan sekitar pasar yamg sangat keras dan selalu dipenuhi dengan aksi premanisme.

Lalu ada Kelvin yang berperan sebagai seorang mahasiswa yang mempunyai kepribadian  agak banci, bicaranya selalu ceplas-ceplos, lucu,dan tingkahnya tidak karu-karuan. Kelvin tinggal bersama ibunya di sekitaran area lokalisasi, yang penuh dengan dunia malam dan aksi kekerasan terhadap perempuan.

Tiga pemuda tersebut dipertemukan di sebuah warung angkringan. Dalam obrolan ringan, ketiga pemuda tersebut mengutarakan permasalahannya masing-masing. Mereka merasa frustasi terhadap lingkungan disekitarnya. Akhirnya, ketiganya menyatukan visi dan misi untuk menyelesaikan permasalahan secara bersama dengan sebuah gerakan membangun lingkungan sekitar.

Dalam pembuatan film Peka, menurut Harianto melibatkan seluruh pemuda karang taruna di Kota Kediri yang ada di 46 kelurahan. Untuk biaya produksi film itu sendiri, dengan cara swadaya.

"Film Peka adalah refleksi dari teman teman karang taruna Kota Kediri, sebagai pemuda untuk menyampaikan sebuah pesan untuk masyarakat juga karang taruna bahwa karang taruna yang seharusnya itu ya seperti di film Peka," ujar pria 41 tahun ini.

Ditambahkan Harianto, untuk durasi film Peka itu sendiri sekitar 60 menit dan akan diputar secara serentak di 46 kelurahan pada 20 Desember 2020 mendatang.

"Kita ingin menunjukkan bahwa karang taruna Kota Kediri, bahwa hari ini karang taruna sendiri bisa bersatu," pungkas bapak dua anak ini.

Topik
Berita Kediri

Berita Lainnya